Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mengeluarkan Surat Edaran No.421.2/128 A /Dikdas-Pyk/2022 tanggal 23 Maret 2022 perihal Edaran Kegiatan Ramadhan 1443 H.
Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Lakukan Pemutakhiran Dapodik Data Sarana Prasarana

Dalam rangka Evaluasi DAK tahun 2021 dan Perencanaan DAK Fisik Pendidikan tahun 2023 dan menindak lanjuti surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nomor : 15248/A.A1/PR.05.05/2022 tanggal 2 Maret 2022 tentang Pembaruan Data Pokok Pendidikan Tahun 2022, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Sarana Prasarana Pada Aplikasi Dapodik.
Adapun tujuan dan sasaran dari pelaksanaan bimbingan teknis ini adalah untuk memutakhirkan data sarana prasarana sesuai dengan kondisi real di sekolah pada aplikasi dapodik sehingga sekolah-sekolah yang berhak dibantu dengan dana DAK mendapat peluang dari kegiatan ini.
Bimbingan Teknis dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2022 bertempat Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan operator dapodik SD dan SMP se-Kota Payakumbuh berjumlah 200 orang. Bimbingan teknis ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd, di dampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Fiqih Rahmat Sy,S.Kom, Kepala Seksi Kurikulum SMP Femiria Sari, SE dan Sub Koordinator Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar Dani Yuliadi, ST, MT sekaligus sebagai Narasumber Teknis dalam kegiatan ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd dalam membuka bintek ini menyampaikan pentingnya pengisian atau updating data sarana dan Prasarana bagi Satuan Pendidikan dalam aplikasi Dapodik masing masing sekolah diantaranya perhitungan capaian jangka pendek (immediate outcome), pelaksanaan DAK Fisik di tahun sebelumnya, perencanaan DAK Fisik Pendidikan tahun 2023, sebagai instrumen validasi dan verifikasi data dalam proses perhitungan capaian jangka pendek (immediate outcome), pentingnya lagi data ini sebagai dasar penentuan Intervensi/bantuan bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi diantaranya bantuan DAK Fisik, DAK Non Fisik, Bantuan Media Pendidikan, bantuan Perlengkapan Sekolah dan Bantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk labor computer juga penunjang ANBK.
Kepala Dinas Pendidikan juga menargetkan dalam 2 hari kedepan sejak Bimbingan Teknis ini dilaksanakan, pengisian Dapodik sarana prasarana sudah tuntas dan lengkap sesuai dengan kondisi real dilapangan.
Kepala Dinas Pendidikan berharap agar sekolah yang mendapat bantuan dak tahun 2023 lebih banyak dari tahun 2021 karena melalui kegiatan ini didapatkan kondisi real dilapangan bahwasannya banyak sekolah di Kota Payakumbuh yang masih banyak membutuhkan perbaikan melalui dana DAK karena APBD Kota Payakumbuh belum memadai untuk peningkatan sarana prasarana sekolah.
Untuk meningkatkan motivasi dan semangat dalam berinovasi dalam peningkatan sarana dan prasarana Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dalam kegiatan ini memberikan beberapa doorprize bagi Kepala Sekolah dan Operator Dapodik yang memiliki Inovasi.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar,Fiqih Rahmat Sy, S.Kom menambahkan, Satuan Pendidikan agar melaksanakan penilaian bangunan sesuai kondidi real dan karena Batas Penyampaian Data Dapodik sebagai Dasar Pengusulan DAK Fisik 2023 telah tersinkronisasi hingga tanggal 31 Maret 2022 pukul 23.59 WIB.
Kegiatan Bimbingan teknis dilanjutkan dengan materi dan diskusi mengenai Panduan Pemutakhiran Data Sarana Prasarana pada Dapodik oleh Dani Yuliadi, ST, MT (Koordinator sarana prasarana Dikdas) secara bertahap hingga langsung memandu proses pengisian data Dapodik sarana dan prasarana dimulai dari Perekaman Data Tanah Perekaman Data Bangunan dan Perekaman Data Ruang, sehingga diharapkan masing masing satuan pendidkan dapat memahami metode dalam penilaian kondisi bangunan Sekolah.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)
Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Persiapkan Agenda Pesantren Ramadhan

Pesantren ramadhan merupakan sebuah program kegiatan rutin tahunan dibulan suci Ramadhan yang bermanfaat terkhususnya bagi peserta didik TK,SD,SMP dan Kesetaraan. Salah satu tujuan dari kegiatan pesantren ramadhan ini, agar siswa dapat memanfaatkan waktu dibulan ramadhan untuk meningkatkan kompetensi religius (ilmu dan amal keagamaan) dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT serta mengurangi waktu terbuang sia-sia yang akan merugikan siswa itu sendiri.
Siswa dapat memperoleh banyak ilmu agama melalui kegiatan pesantren Ramadhan. Agar pesantren pada kegiatan Ramadhan ini lebih bermakna, harus diperhatikan dalam mengelola dan mengemas strategi pembelajaran. Untuk mempersiapkan kegiatan pesantren ramadhan ini, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mengadakan rapat teknis persiapan kegiatan siswa TK, SD, SMP dan kesetaraan dibulan ramadhan baik kegiatan kurikulum maupun kegiatan pesantren ramadhan yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi Kabid Dikdas, Fiqih Rahmat Sy,S.Kom, Kasi Kurikulum SD,Nelwita,SE, Kasi Kurikulum SMP, Femiria Sari,SE, Pengawas TK,SD,SMP Dinas Pendidikan, Pengawas Pendidikan Agama Islam yakni Arham,S.Ag dan Khairani,S.Pd.I.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Sekolah inti dari masing-masing gugus SD se-Kota Payakumbuh, Ketua MKKS, Ketua KKG Agama Islam, Ketua MGMP Agama Islam.
Dalam membuka dan memberikan arahan pada kegiatan ini, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan menargetkan dan mengarahkan. Pelaksanaan pesantren ramadhan dilaksanakan dengan meningkatkan kompetensi ilmu keagamaan (religius) siswa seperti peningkatan hafalan alqur’an, perbaikan solat, hafalan do’a-do’a dan ilmu keagamaan lainnya. Pelaksanaan pesantren ramadhan diwajibkan bagi siswa beragama islam sedangkan siswa non muslim dapat mengikuti pelajaran keagamaan sesuai agama yang dianut. Direncanakan pesantren ramadhan ini dilaksanakan selama satu minggu pada minggu pertama bulan ramadhan, minggu ke-2 dan ke-3 dilaksanakannya PBM. Pelaksanaan PBM dilaksanakan dengan mengurangi durasi waktu belajar.
Kepala Dinas Pendidikan berharap agar tahun ini, pelaksanaan pesantren ramadhan ini dapat tepat sasaran dimulai dengan melakukan assesment, kompetensi dasar siswa perkelas dan penentuan materi yang tepat oleh guru agama atau guru kelas selanjutkan dicarikan mentor atau narasumber yang tepat sesuai kebutuhan. Pembiayanaan telah didukung Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan dengan menganggarkan pemberian honor bagi mentor atau narasumber. Setelah dilaksanakan pesantren, ditargetkan masing-masing siswa dapat meningkat kompetensi siswa dari sebelum mengikuti pesantren misalnya bacaan solat lebih baik, hafalan alqur’an dan doa nya bertambah, sikap, perilaku dan karakter lebih baik.
Kepala Dinas Pendidikan menghimbau orang tua dan masyarakat agar mendampingi dan mengawasi siswa dibawah umur untuk bisa ikut menyemarakkan ramadhan dengan manghadiri solat tarawih maupun tadarus ditempat ibadah lingkungan masing-masing. Sekolah agar menyediakan fasilitas kegiatan pesantren ramadhan dari pagi sampai siang serta buku penunjang kegiatan ramadhan untuk selama bulan ramadhan.
Pelaksanaan pesantren ramadhan 2 tahun terakhir tidak dapat dilaksanakan secara terkoordinir dikarenakan pandemi covid-19, namun tahun ini disdik menyiapkan kegiatan pesantren secara lebih baik, tambah Kepala Dinas Pendidikan.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)
Disdik Payakumbuh Berkolaborasi Dengan Lapas Kelas II B Dalam “Pentas”

Salah satu inovasi andalan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yakni Pentas (Pendidikan Kesetaraan di Lapas) yang telah dimulai sejak tahun 2020. Pendidikan kesetaraan di Lapas dilaksanakan berdasarkan UUD 1945 Pasal 31 yang berisi bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan Undang -Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa Pendidikan Nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket a, Program Paket B dan Program Paket C.
Pentas di Lapas II Payakumbuh sudah dimulai sejak tahun 2020. Untuk melanjutkan dan memperkuat program tersebut, pada tanggal 6 Januari 2022. Dinas Pendidikan sudah melakukan koordinasi dengan Kalapas II Payakumbuh terkait perpanjangan program pentas dan sebagai tindak lanjut nya, pada tanggal 16 maret 2022 dilaksanakan penandatangan PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan Lapas Kelas II B Payakumbuh terkait program Pentas untuk tahun 2022 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Pentas ini bertujuan untuk mewujudkan pembinaan bagi warga binaan (Napi) yang menjadi warga belajar agar dapat mempunyai bekal, surat pembebasan setelah menjalani masa pemasyarakatan telah keluar dari lapas dan ijazah kualifikasi pendidikan apabila berhasil menamatkan paket belajar yang diikuti, apabila telah keluar dari Lapas tapi belum dapat menyelesaikan program, maka bisa melanjutkan di SPNF SKB (Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar) atau di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang ada di Kota Payakumbuh. PKS ini adalah bentuk support dari Pemko Payakumbuh melalui DInas Pendidikan untuk pembinaan dan pendidikan warga belajar dilapas melalui program paket A, B dan C.
Tercatat, pada tahun 2022 ada sebanyak 43 orang warga binaan Lapas kelas IIB Payakumbuh yang mengikuti Pendidikan Kesetaraan Paket A,B dan C melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sampai saat ini dan tahun ini akan mengikuti Ujian Nasional. Paket A sebanyak 9 orang, paket B sebanyak 17 orang, paket C sebanyak 17 orang. Terdata, sebanyak 14 orang napi yang keluar dari Lapas, masih melanjutkan pendidikannya di SPNF SKB.

Dr,Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala DInas Pendidikan Kota Payakumbuh menyampaikan dan berharap agar program pentas ini dapat terus berjalan setiap tahunnya. Program pentas melalui program paket a,b,c tidak mengurangi mutu pendidikan dibanding sekolah formal lainnya .Program kerjasama ini dapat ditingkatkan lagi pada tahun – tahun selanjutnya dengan memasukkan pendidikan keterampilan bagi napi.
Kepala Dinas Pendidikan berharap Lapas dan Dinas Pendidikan dapat berkolaborasi mengembangkan keterampilan napi dengan membuatkan pameran (showcase even) sebagai bentuk apresiasi terhadap karya warga belajar (binaan).
Kerjasama ini akan lebih efektif dan bermanfaat serta dpt menghasilkan output yang berkualitas dan bisa dijadikan contoh Kedepannya, tambah Kepala DInas Pendidikan.

M.Kameily,A.Md.IP,SH.MH selaku Kalapas II Payakumbuh dalam kegiatan ini berharap agar Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh agar selalu mensupport pentas ini didukung melalui PKS dan MoU. Pentas ini sangat memberikan manfaat bagi para napi (warga binaan) khususnya bagi napi Lapas Kelas II B Payakumbuh dalam menumbuhkan dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta mengangkat harga diri napi bisa dalam melanjutkan kehidupan napi apabila bebas atau keluar dari lapas. Kalapas mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemko Payakumbuh melalui DInas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan adanya program ini.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)
Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tingkatkan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD 2022

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd menghadiri lansung kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD Tahun 2022 dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 10 Maret 2022 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Kegiatan ini dihadiri sebanyak 60 peserta yang terdiri dari Pengurus PKG, Pengurus Gugus, Pengurus POKJA Bunda PAUD, Forum Komunikasi PAUD SD. Adapun narasumber kegiatan yakni Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Kabid PAUDNI Syafni Hasni S.Pd selaku Ketua POKJA Bunda Paud, Kasi PAUD, Dilla Fatma,S,Pd,M.Si, Ketua Forum Komunikasi PAUD SD yang diwakili oleh Endang Permata Sari,S.Pd, Pengawas Sekolah TK, Nelli,S.Pd.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan PAUD di tahun 2022 dan membahas terkait pembinaan kelembagaan dan manajemen PAUD agar terwujudnya layanan PAUD berkualitas di Kota Payakumbuh. Pada kegiatan ini juga membahas tentang program apresiasi gugus PAUD dan lomba Bunda PAUD Kecamatan / Kelurahan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr. Dasril S.Pd, M.Pd dalam sambutannya berharap agar pendidik PAUD dapat terampil dan kreatif dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas berbasis digital. Dengan adanya Program Sekolah Penggerak (PSP) dan Program Guru Penggerak (PGP) dari Kemdikbudristek RI, guru diharapkan mendaftar dan mengikuti seleksi pada Program tersebut sesuai tahapan yang ada.
Satuan PAUD seluruhnya diharapkan dapat mempelajari, menyiapkan dan mendaftar untuk menerapkan Kurikulum Merdeka mulai tahun pelajaran 2022-2023 yang tinggal beberapa bulan lagi. Satuan PAUD terlebih melakukan pendaftaran dan menyatakan kesiapan melaksanakan kurikulum merdeka pada link Kemdibudristek RI yang telah tersedia, tambah Kepala Dinas Pendidikan.

Kabid PNFI, Syafni Hasni,S.Pd menyampaikan kepada peserta kegiatan, agar dapat memperkuat gerakan Bunda PAUD dalam meningkatkan peran bunda PAUD, Pelayanan Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD HI), serta bagaimana strategi satuan PAUD dalam meningkatkan APK PAUD.
Ketua Forum Komunikasi PAUD SD yang diwakili oleh Endang Permata Sari,S.Pd. menyampaikan beberapa program forum komunikasi PAUD SD yakni kesatu, program “Sarang Saku” yaitu satu orang satu Buku, kedua sosialisasi untuk mengajak agar calistung belum diajarkan pada PAUD melainkan hanya diperkenalkan, ketiga, sosialisasi tumbuh kembang anak usia dini, keempat, program kerjasama pembuatan APE, kelima, program bedah kurikulum.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)
Disdik Adakan Coaching Clinic Program Sekolah Penggerak (PSP) Bagi Kepala Sekolah di Kota Payakumbuh

Untuk membimbing Kepala Sekolah dalam melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP), Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang bekerjasama dengan LPMP Propinsi Sumatera Barat melaksanakan Coaching Clinic Program Sekolah Penggerak. Kegiatan Coaching Clinic Program Sekolah Penggerak (PSP) ini dilaksanakan di Aula SMPN 2 Payakumbuh pada hari selasa tanggal 23 Februari 2022, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didamping Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat,Sy,S.Kom, Kabid PTK,Drs.Danil Defo,M.Si, Kasi Kurikulum SD,Nelwita,SE, Kasi Kurikulum SMP,Femiria Sari,SE, Kasi Paud,Dila Fatma,S.Pd,MM.
Coaching dilaksanakan 1 hari dengan menghadirkan 3 narasumber Widyaprada LPMP Propinsi Sumatera Barat yakni Dr.Yenita Irawati,M.Pd, Supriyanto,MT, Feri Fren,M.Pd dan 6 orang Panitia dari LPMP yang dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha LPMP Propinsi Sumatera Barat,Drs.Irsad Sakti,SE. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Drs. Asricun, M.Pd dan PMO (Project Manajemen Officer) dari Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Adapun peserta coaching clinic berjumlah 120 orang orang terdiri dari kepala TK s.d SLTA dan SLB.
Coaching Clinic adalah tahap ketiga dari proses pendaftaraan yang bertujuan untuk membantu para kandidat bisa submit dan menyelesaikan proses pendaftaran sebelum batas akhir tanggal 28 februari. Peserta seleksi adalah kepala sekolah yang menjabat baik dari tingkat TK,SD,SMP,SMA,SMK,SLB di Kota Payakumbuh. Kota Payakumbuh yang mana lulus menjadi salah satu daerah yang masuk kedalam proses seleksi PSP tahap ke 3.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses untuk memasuki program sekolah penggerak untuk Kota Payakumbuh melalui proses yang sangat panjang dan perjuangan yang sangat berat,oleh karena itu berharap agar peserta kandidat yang merupakan kepala sekolah agar dapat mengikuti seleksi dengan sunggunh-sungguh sesuai dengan jadwal yang tersedia serta dapat memanfaatkan coaching yang telah difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang bekerja sama dengan Widyaprada dari LPMP Propinsi Sumatera Barat sehingga Kota Payakumbuh bisa meloloskan banyak sekolah untuk menjadi pelaksana program sekolah penggerak (PSP) baik dari jenjang TK s.d SLTA serta SLB.
Beberapa keuntungan ataupun manfaat bagi kepala sekolah yang lulus seleksi salah satunya masa kerja kepala sekolah bisa/boleh sampai 16 tahun. Keuntungan lainnya bagi sekolah yang ditetapkan menjadi pelaksana program sekolah penggerak (PSP) oleh Kemdikbudristek RI yakni mendapatkan beberapa fasilitas seperti mendapatkan dana BOS Kinerja, bantuan IT, bantuan pelatihan dan pendampingan serta menjadi pelaksana kurikulum merdeka, tambah Kepala DInas Pendidikan.

Kepala Bagian Tata Usaha LPMP Propinsi Sumatera Barat. Drs. Irsad Sakti, SE mewakili Kepala LPMP Propinsi Sumatera Barat menyampaikan Coaching Clinic merupakan rangkaian ketiga dari Program Sekolah Penggerak. Lebih lanjut disampaikan, Kota Payakumbuh termasuk salah satu kota yang komit terhadap peningkatan mutu pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan cepatnya penyerahkan nota kesepakatan kepada LPMP Propinsi Sumatera Barat.
Kegiatan Coaching disambut baik oleh peserta, Kepala SMPN 3 Payakumbuh, Drs. Isral,S.Pd menyampaikan terima kasih kepada LPMP Propinsi Sumatera Barat dan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang telah memfasilitasi kegiatan ini. “Melalui coaching clinic ini kami mendapatkan trik dan kompetensi yang harus nampak dalam penulisan essay yang menceritakan pengalaman yang diminta pada seleksi tahap 1 PSP. Nara sumber juga memberikan pencerahan dalam teknik wawancara dan simulasi mengajar yang akan dilaksanakan bagi yang lolos tahap 1 di bulan April 2022 nantinya. Coaching clinic ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan seleksi tahap 1 PSP dan bekal untuk seleksi simulasi mengajar dan wawancara” Ulas Kepala SMPN 3 Payakumbuh.
Peserta coaching, Nikmat Elva,M.Pd yang menjabat Kepala SDN 47 Payakumbuh dalam kegiatan ini sebagai peserta coaching sangat berterima kasih kepada Dinas Pendidikan dan LPMP karena dengan coaching ini sangat membantu para kandidat PSP dalam mengikuti proses seleksi.
“Tidak terlepas kegigihan dari Kepala Dinas Kota Payakumbuh beserta jajaran, yang senantiasa memotivasi dan menfasilitasi agar kegiatan ini terselenggara dan seluruh Kepala Sekolah se- kota Payakumbuh dimotivasi untuk mengikuti kgiatan seleksi ini”.”Dengan terselenggaranya kegiatan ini, sangat membantu saya dan juga kepala sekolah lainnya dalam pengisian esai, pendampingan dalam hal teknis termasuk penggunaan aplikasi speak to teks yang membantu secara efektif dalam pengisian essai sehingga dapat lebih cepat”, ulas Kepala SDN 47 Payakumbuh.
Ada berapa kelebihan serta tampilan yang berbeda yg saya rasakan dalam mngikuti coaching kali ini, yakni dapat diikuti secara langsung mauoun via online. Coaching tampil secara live streaming melalui akun youtube resmi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh selanjutnya juga dapat diakses via zoom bagi yg tidak berkesempatan hadir mengikuti kegiatan, tambah Nikmat Elva.


Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)
Dinas Pendidikan Gelar Forum Perangkat Daerah Terkait Renstra 2023-2026 dan Renja 2023

Dalam penyusunan Renstra tahun 2023-2026 dan Renja tahun 2023, penyusunan program kerja di Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menggelar Forum Perangkat Daerah yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 21 Februari 2022 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Forum perangkat daerah ini merupakan tahapan dalam penyusunan renstra dan renja di Dinas Pendidikan.
Forum Perangkat Daerah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dihadiri perwakilan masing-masing dari OPD se-Kota Payakumbuh, MKKS, IGTK, K3S,APSI, dan Instansi Terkait bidang pendidikan serta pejabat struktral dan fungsional dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yakni Kabid, Kasubag dan Kasi.

Adapun tujuan dari pelaksanaan forum perangkat daerah ini adalah untuk menyampaikan Arah dan kebijakan Dinas Pendidikan tahun 2023-2026 yang dituangkan dalam renstra Dinas Pendidikan tahun 2023-2026 dan renja tahun 2023 kepada mitra dan stakeholder terkait pendidikan, serta memperoleh masukan ataupun saran terkait rancangan/rencana kerja ini.
Kegiatan forum perangkat daerah dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd yang didampingi Fungsional Perencana (Efriyanti Harefa,S.Pd) merupakan koordinator program dan Keuangan Dinas Pendidikan, Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat Sy,S.Kom, Kabid Paudni,Syafni Hasni,S.Pd. Dan Anggota DPRD Kota Payakumbuh (Komisi C), Ismet Harius,SH, Unsur Bappeda yang diwakili Bidang Sosbud, Reni Dewita,SH, serta Fungsional dari Bappeda, Riska,M.Si.
Dalam membuka kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd menyampaikan dalam penyampaian arah kebijakan 2023 itu tidak terlepas dari isu strategis di Dinas Pendidikan diantaranya masih tingginya minat ke sekolah swasta, kekurangan guru ASN, masih belum memadainya ketersedian baik secara kualitas dan kuantitas, sarana prasarana pendidikan dan masih rendahnya muatan pendidikan karakter terutama di sekolah negri sementara di sekolah swasta cukup tinggi kemudian isu tentang rencana, penetapan kurikulum muatan lokal 2023.
Isu strategis akan menjadi tantangan dari Dinas Pendidikan untuk mewujudkan program kerja yang disusun Dinas Pendidikan dengan tetap mengacu pada 8 standar nasional pendidikan. Program yang disusun tahun 2023 mengacu ke Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 yang terdiri dari 4 program yakni Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah, Program Pengelolaan Pendidikan, Program Pengembangan Kurikulum, Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah terdiri dari kegiatan rutin /operasional dinas seperti gaji/tunjangan,perencanaan dan evaluasi dan rutin/operasional lainnya. Kedua Program Pengelolaan Pendidikan terdiri dari Pengeloaan dari SD,SMP,Kesetaraan serta Paud. Ketiga Program Pengelolaan Pendidikan yang terdiri dari penyediaan dan kualitas sarana prasarana, pemberian insentif bagi guru non pns, penyediaan dana BOS/BOP, peningkatan hasil belajar siswa, kualitas PPDB, peningkatan pengelolaan lainnya seperti sekolah penggerak. Ketiga Program Pengembangan Kurikulum dengan kegiatan penetapan kurikulum Mulok dan kurikulum unggulan lainnya di Kota Payakumbuh dan pelatihan kurikulum bagi pendidik. Terakhir Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang terdiri dari kegiatan pemberian diklat bagi guru penggerak, KKG/MGMP dan pengelolaan tunjangan profesi guru.
“Program yang terkait isu strategis seperti sarana prasarana, pemenuhan mobiler sekolah, rehab gedung, kemudian sub Kegiatan peningkatan pendidikan ini melalui sub kegiatan evaluasi penyediaan tenaga pendidik yaitu pemenuhan kekurangan guru ASN melalui pembayaran insentif bagi guru non ASN itu dimulai dari tingkat Paud, SD, SMP termasuk pendidikan non formal seperti guru di TPQ” Ulas Kepala Dinas Pendidikan.

Selanjutnya, program pengembangan kurikulum menjawab isu strategis tentang belum adanya kurikulum muatan lokal, maka di 2023 direncanakan penetapan kurikulum muatan lokal. Dinas Pendidikan sudah bekerja sama dengan UNP untuk tahun ini rencana penjaringan apa yang dibutuhkan kurikulum tersebut, kemudian di 2023 adanya proses penyusunan naskah hasil kurikulum, serta pelatihan kurikulum termasuk pelatihan guru pada implementasi kurikulum merdeka yang sejalan dengan kegiatan program guru penggerak dan sekolah penggerak dari Kemendikbud,tambah Kepala Dinas Pendidikan
Adapun harapan dari peserta forum pada umumnya tentang meningkatkan kualitas pendidik dan peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan dari tingkat TK sampai dengan SLTA. Supaya Dinas Pendidikan dapat meningkatkan program tahfizh bagi peserta didik serta adanya kolaborasi dari DInas Pendidikan dengan DInas Kesehatan terkait peningkatan kesehatan peserta didik dengan adanya program dari DInas Kesehatan tentang Buku Kesehatan Peserta Didik.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)
Coaching Clinic Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 6 Tahun 2022

Program Guru Penggerak (PGP) merupakan salah satu program unggulan pemerintah dari Kemdikbudristek (Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi) untuk mendorong meningkatkan kompetensi guru. . Program Guru Penggerak (PGP) dirancang untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 6 (enam) bulan. Adapun model kegiatan PGP yaitu dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping (pengajar praktik). Sasarannya yakni Guru jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Guru Penggerak harus lulus seleksi dan mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak. Untuk mengikuti program ini, setiap calon peserta pendidikan guru penggerak wajib mendaftarkan diri melalui Portal Layanan Program GTK Kemendikbud yang kemudian akan diseleksi.
Sehubungan telah dibukanya Pendaftaran guru penggerak Angkatan 6 yang dibuka hingga 18 Februari 2022, yang mana Program dibuka untuk guru TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB dengan kuota 8.000 guru se-Indonesia. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang bekerjasama dengan P4TK Matematika mengadakan kegiatan “Coaching Clinic PGP Angkatan 6 Tahun 2022” dengan peserta guru TK, SD, SMP dan SMA se-Kota Payakumbuh yang telah mendaftar pada PGP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2022 bertempat di Aula SMKN 1 Payakumbuh dengan narasumber / pendamping,Rahmat Siswanto,SE,M.Si dari P4TK Matematika. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd,Kacabdin Wilayah IV Propinsi Sumatera Barat, Asricun, M.Pd, Kasi PTK Dikdas,Nelfia Anendri,S.IP, Kasi PTK PAUD,Rahmawati,S.Pd.

Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd dalam membuka kegiatan ini berharap agar guru memanfaatkan peluang untuk dapat ikut dan lulus dalam seleksi PGP dan PP (pengajar praktek),submint sebelum batas akhir pendaftaran tanggal 18 Februari 2022. Guru yang lulus PGP dan PP akan memperoleh banyak peluang dan fasilitas dalam pengembangan jenjang karir antara lain bisa ikut dalam seleksi calon kepala sekolah pada periode selanjutnya dan bisa menjadi instruktur PGP ataupun PP selanjutnya serta diikutkan dalam pelatihan tingkat nasional.
Selanjutnya Kepala Dinas berharap agar guru dapat bersungguh-sungguh dalam pembekalan dan pendampingan seleksi ini karena Dinas Pendidikan telah menghadirkan narasumber pusat dari P4TK Matematika, Jogyakarta dan narasumber lokal dari PGP dan PP yang lulus tahap sebelumnya. Terkait kendala dalam menyelesaikan pendaftaran, guru dapat menuntaskan langsung dengan narasumber.
Asricun, M.Pd yang selaku Kacabdin wilayah IV Propinsi Sumbar sangat berterima kasih kepada Pemko Payakumbuh khususnya Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang telah memberikan support dan memfasilitasi guru pada PGP dan PP untuk guru-guru di Kota Payakumbuh termasuk SMA/SMK.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)
.
Ombusdman ‘Mengganjar’ Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sebagai OPD dengan nilai kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tinggi

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menerima penghargaan sebagai OPD dengan Nilai Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tinggi dari Ombusdman RI . Penghargaan ini secara resmi diterima pada Selasa, tanggal 15 Februari 2022 bertempat di ruang pertemuan Ngalau Indah Balaikota Payakumbuh. Walikota Payakumbuh Riza Fahlevi menyerahkan penghargaan kepada 3 (tiga ) OPD di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh sebagai OPD dengan Nilai Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tinggi. Disdukcapil berada di peringkat 1 (pertama) dengan nilai 93,59, disusul peringkat II (kedua) Dinas Pendidikan dengan nilai 87, 13 dan peringkat III (tiga) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan nilai 86,02.

Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dilaksanakan oleh Ombusdman RI sejak tahun 2015 sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Penilaian dilakukan dengan tujuan untuk perbaikan dan penyempurnaan kebijakan pelayanan publik dalam rangka mencegah maladministrasi. Penilaian tentang kepatuhan Standar Pelayanan Publik dilaksanakan oleh Ombusdman RI Perwakilan Sumatera Barat pada periode observasi 1 Maret 2021 sampai dengan 5 Februari 2022, mengacu kepada Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik khususnya dalam menyusun, menetapkan dan menerapkan standar pelayanan publik. 9 (sembilan) aspek yang menjadi indikator penilaian oleh Ombusdman yakni : Standar Pelayanan, Maklumat Pelayanan, Website dan SIPPN, Sarana dan Prasarana, Pelayanan Disabilitas, pengelolaan pengaduan dan SP4NLapor, Penilaian Kinerja, visi, misi dan motto pelayanan serta atribut pelayanan. Untuk jenis produk pelayanan Dinas Pendidikan yang dinilai ada 10 jenis produk diantaranya : Surat Keterangan Pengganti STTB/Ijazah/NEM, SKHU/SK ybs, magang PKL/KKN/Penelitian. NPSN, Rekomendasi mutasi, Rekomendasi Teknis Izin Pendidirian Satuan Pendidikan dan yang lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Dr.Dasril S.Pd M.Pd, terkait penghargaan ini menyebutkan bahwa hasil penilaian ini sangat berdampak positif khususnya memotivasi Dinas Pendidikan beserta jajaran untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagaimana menurut Peraturan Presiden nomor 18 tahun 2020 tentang rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020-2022. Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dan yang dibangun adalah sebuah kepatuhan terhadap peraturan. Kepala Dinas Pendidikan juga berterima kasih kepada tim kerja Dinas Pendidikan mulai dari unsur pimpinan, pejabat, pelaksana,staf dan kepala sekolah serta majelis guru yang telah berinovasi.
Untuk kedepannya, Kepala Dinas Pendidikan menegaskan kepada seluruh pejabat di Dinas Pendidikan untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik diantaranya dengan mempublikasikan secara lengkap informasi jenis pelayanan, standar pelayanan, dan maklumat pelayanan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan, pada media non elektronik dan media elektronik. Serta Mempublikasikan visi, misi, dan motto pelayanan melalui media non elektronik dan media elektronik, memperjelas informasi setiap komponen standar pelayanan terutama terkait dengan persyaratan, mekanisme dan prosedur, dan biaya/tarif pelayanan.
Serta Kepala Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap standar pelayanan secara berkala ,menggunakan atribut tanda pengenal pegawai khususnya bagi petugas pelayanan publik dan melakukan koordinasi dalam pengelolaan pengaduan pelayanan dan menyediakan sarana pengukuran kepuasan pelanggan/pengguna layanan secara non elektronik dan elektronik, tambah Kepala Dinas Pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan berharap kepada seluruh personil Dinas Pendidikan, dalam memberikan pelayanan sehari-hari, semua personil diharapkan agar dapat memberikan pelayanan dengan menerapkan 5 (lima) S adalah Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun dalam suasana kekeluargaan serta
Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)
Kepala Dinas Pendidikan Optimalkan Capaian Target Vaksin 6-11 Tahun Untuk Mendukung PBM 100 %.

Dari jumlah siswa SD Negeri dan Swasta se Kota Payakumbuh yang berusia 6-11 tahun sebanyak 14.796 orang. Siswa yang sudah divaksin baru sebanyak 4.238 orang atau 28,64 % dan masih belum mendapatkan vaksin sebanyak 71.38 % atau 10.558 orang. Melihat masih banyaknya siswa yang belum menerima vaksin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasil,S.Pd,M.Pd melakukan kegiatan Monev dan Pendampingan Percepatan Vaksinasi usia 6-11 tahun dengan melibatkan seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional berserta staf dilingkungan Dinas Pendidikan mulai dari Kepala Dinas,Kabid,Kasi,Kasubag,Pengawas Satuan,Pejabat Fungsional serta staf untuk berkunjung langsung ke 81 SD Negeri dan Swasta yang ada di Kota Payakumbuh, dimulai pada hari kamis tanggal 10 Februari 2022.

Kepala Dinas memilih mengunjungi sekolah yang murid yang belum divaksin terbanyak dari masing-masing kecamatan yakni SDN 04 Payakumbuh sebanyak 362 siswa belum divaksin dari jumlah siswa 492 orang terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Utara, SD IT Mutiara Hati sebanyak 641 siswa yang belum divaksin dari 718 siswa terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Barat, SDN 24 Payakumbuh sebanyak 258 siswa yang belum divaksin dari 298 siswa terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Timur, SDN 46 Payakumbuh sebanyak 241 siswa yang belum divaksin dari 244 orang terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Selatan, SDN 23 Payakumbuh sebanyak 103 siswa yang belum divaksin dari 134 orang terbanyak dari Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.
Masing-masing Kepala Bidang ditugaskan mengunjungi dan mendampingi masing-masing 3 SD yang angka capaian vaksinnya termasuk paling rendah, dibawah persentase yang dikunjungi Kepala Dinas. Kasi/Kasubag serta Pengawas Satuan, ditugasi mendampingi 2 SD sampai mencapai target 70 %. Staf ditugasi mendamping sebanyak 1 sekolah.

Pelaksanaan monev ini adalah sebagai bentuk dari evaluasi capaian target vaksinasi berusia 6-11 tahun dan pendampingan percepatan vaksinasi 6-11 tahun di Kota Payakumbuh. Adapun tujuan dari pelaksanaan monev ini adalah supaya proses belajar mengajar (PBM) 100 persen di Kota Payakumbuh tetap bisa dipertahankan, mutu pendidikan dapat terus ditingkatkan serta dengan divaksinasinya siswa dapat mendukung keamanan dan keselamatan anak-anak agar bisa melaksanakan pembelajaran dengan baik secara langsung di sekolah.

