
Dari jumlah siswa SD Negeri dan Swasta se Kota Payakumbuh yang berusia 6-11 tahun sebanyak 14.796 orang. Siswa yang sudah divaksin baru sebanyak 4.238 orang atau 28,64 % dan masih belum mendapatkan vaksin sebanyak 71.38 % atau 10.558 orang. Melihat masih banyaknya siswa yang belum menerima vaksin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasil,S.Pd,M.Pd melakukan kegiatan Monev dan Pendampingan Percepatan Vaksinasi usia 6-11 tahun dengan melibatkan seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional berserta staf dilingkungan Dinas Pendidikan mulai dari Kepala Dinas,Kabid,Kasi,Kasubag,Pengawas Satuan,Pejabat Fungsional serta staf untuk berkunjung langsung ke 81 SD Negeri dan Swasta yang ada di Kota Payakumbuh, dimulai pada hari kamis tanggal 10 Februari 2022.

Kepala Dinas memilih mengunjungi sekolah yang murid yang belum divaksin terbanyak dari masing-masing kecamatan yakni SDN 04 Payakumbuh sebanyak 362 siswa belum divaksin dari jumlah siswa 492 orang terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Utara, SD IT Mutiara Hati sebanyak 641 siswa yang belum divaksin dari 718 siswa terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Barat, SDN 24 Payakumbuh sebanyak 258 siswa yang belum divaksin dari 298 siswa terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Timur, SDN 46 Payakumbuh sebanyak 241 siswa yang belum divaksin dari 244 orang terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Selatan, SDN 23 Payakumbuh sebanyak 103 siswa yang belum divaksin dari 134 orang terbanyak dari Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.
Masing-masing Kepala Bidang ditugaskan mengunjungi dan mendampingi masing-masing 3 SD yang angka capaian vaksinnya termasuk paling rendah, dibawah persentase yang dikunjungi Kepala Dinas. Kasi/Kasubag serta Pengawas Satuan, ditugasi mendampingi 2 SD sampai mencapai target 70 %. Staf ditugasi mendamping sebanyak 1 sekolah.

Pelaksanaan monev ini adalah sebagai bentuk dari evaluasi capaian target vaksinasi berusia 6-11 tahun dan pendampingan percepatan vaksinasi 6-11 tahun di Kota Payakumbuh. Adapun tujuan dari pelaksanaan monev ini adalah supaya proses belajar mengajar (PBM) 100 persen di Kota Payakumbuh tetap bisa dipertahankan, mutu pendidikan dapat terus ditingkatkan serta dengan divaksinasinya siswa dapat mendukung keamanan dan keselamatan anak-anak agar bisa melaksanakan pembelajaran dengan baik secara langsung di sekolah.

