Meningkatkan Minat Dan Bakat Peserta Didik Melalui Ekstrakurikuler di SDN 02 Payakumbuh

Sekolah adalah tempat yang dijadikan untuk menemukan ilmu dan sebagai wadah untuk meningkakan segala minat dan bakat yang tersembunyi pada diri peserta didik. Potensi yang ada peserta didik dapat disalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang sering kita kenal dengan sebutan “ekskul” memberikan kontribusi positif dalam penguatan pendidikan karakter (PPK). Para guru menaruh harapan lebih kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan karakter profil Pelajar Pancasila yaitu : (1) berkebhinekaan global, (2) bergotong royong, (3) kreatif, (4) bernalar kritis, (5) mandiri, dan (6) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Agar Karakter Profil pelajar pancasila dapat dikembangkan, guru disekolah tidak hanya membimbing peserta didiknya dalam proses pembelajaran, namun peserta didik bisa difasilitasi dengan kegiatan ektrakurikuler yang dilaksanakan diluar jam pembelajaran tetapi masih dalam lingkup sekolah. Oleh sebab itu kegiatan ekstrakurikler harus dapat dilaksanakan dan dikelola dengan baik oleh pihak sekolah.

Seperti yang telah dilaksanakan oleh SD Negeri 02 Payakumbuh, banyak sekali hal yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan melalui kegiatan ekstrakuriler, terlebih lagi di sekolah ini juga memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler. Ditambah lagi dengan jumlah murid yang banyak dengan latar belakang, minat dan bakat yang berbeda, membuat sekolah ini kaya dengan potensi-potensi terpendam yang harus ditingkatkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah yang dipimpin oleh Ibu Irnawati, S.Pd ini mengajak guru-gurunya untuk membuat program ekstrakurikuler di sekolah guna membantu mengembangkan minat dan bakat peserta didik di SD Negeri 02 Payakumbuh. Banyak sekali kegiatan ekstrakurikuler yang sudah dilaksanakan di sekolah ini, selain kegiatan ekstrakurikelr wajib yaitu pramuka, sekolah juga melaksanakan kegiatan membentuk fisik peserta didik dengan kegiatan olahraga seperti ekskul renang, ekskul silat, ekskul PKS, ekskul UKS (dokter kecil), ekskul marching band. Kemudian pembinaan minat dan bakat peserta didik melalui kegiatan kesenian dan keterampilan seperti ekskul tari, dan ekskul memainkan alat musik seperti memainkan alat musik tradisional minangkabau yaitu talempong, ekskul pantomime, dan juga ekskul membuat anyaman. Selain itu tak kalah pentingnya SD Negeri 02 Payakumbuh juga mengembangkan pembangunan dan pengembangan mentalitas peserta didik melalui kegiatan keagamaan dan kerohanian melalui ekskul tahfidz untuk peserta didik mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 yang dilaksanakan dua kali seminggu.

Selanjutnya kegiatan ekstrakurikuler di SD Negeri 02 Payakumbuh juga mengembangkan dan melatih peningkatan literasi peserta didik melalui kegiatan ekskul baca puisi, ekskul cipta puisi, ekskul menulis cerpen, dan ekskul gambar cerita. Di bidang akademik dalam menghadapi kegiatan lomba Olimpiade Siswa Nasional (OSN) kepala sekolah juga meminta guru untuk membuat program ekstrakuriler. Peserta didik diberikan bekal untuk menghadapi lomba-lomba yang diadakan oleh pihak Dinas Pendidikan maupun lomba-lomba yang diadakan oleh kementrian Pendidikan dan juga oleh instansi lainnya. Kepala Sekolah bertekad menjadikan SD Negeri 02 Payakumbuh menjadi sekolah sang juara melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan di sekolah. Menjadikan peserta didik yang berprestasi sesuai minat dan bakatnya dan yang terpenting melalui kegiatan ekstrakurikuler ini bisa membentuk karakter peserta didik yang nantinya karakter baik tersebut bisa menjadi sebuah budaya yang tertanam dalam diri peserta didik.

Tidak dipungkiri melalui kegiatan ekstrakurikeler ini SD Negeri 02 Payakumbuh sudah berhasil mengantarkan peserta didiknya menjuarai berbagai lomba-lomba di segala bidang baik di tingkat kecamatan, kota, provinsi bahkan di tingkat nasional mulai ekstrakurikuler di bidang olahraga, kesenian, keagamaan, bidang akademik mapun bidang literasi. Tidak dipungkiri program ekstrakurikuler yang digagas oleh Kepala Sekolah SD Negeri 02 Payakumbuh ini bertujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan peserta didik dengan mengenal hubungan antar berbagai mata pelajaran, sekaligus menyalurkan minat dan bakat peserta didik yang muaranya membentuk karakter peserta didik. Di setiap masing-masing jenis kegiatan ekstrakurikuler punya pendamping atau pemandu dari guru. Dimana guru tersebut membuat programnya sesuai dengan jenis kegiatan ekstra yang diampunya. Kepala Sekolah menetapkan pembagian tugas masing-masing guru agar menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan kegiatan ekskul. Dengan pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler ini, Kepala Sekolah berharap pada setiap kegiatan ekskul di SDN 02 Payakumbuh setiap guru yang bertanggung jawab dapat membuat program dan rencana kerja sehingga dapat dijadikan pedoman untuk melakukan evaluasi  kegiatan guna peningkatan kegiatan untuk tahun-tahun berikutnya.


Penulis : Gustina M.Pd (Guru SDN 02 Payakumbuh)

“KURIKULUM MERDEKA, ANTARA OPSI DAN TANTANGAN”

Dalam dunia pendidikan, kurikulum merupakan hal yang sangat penting. Tanpa adanya kurikulum yang tepat, pendidik tidak memiliki pedoman yang jelas dalam melaksanakan pembelajaran atau memberikan evaluasi kepada peserta didik sehingga peserta didik tidak memperoleh target pembelajaran yang sesuai. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 19 disebutkan bahwa “kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan”.

Seiring berkembangnya zaman, kurikulum dalam dunia pendidikan terus mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan kebutuhan peserta didik, keadaan lingkungan dan masyarakat yang ada di era tersebut. Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning loss) dalam waktu yang cukup lama terutama dengan adanya pandemi Covid-19. Untuk memulihkan keadaan tersebut diperlukan perubahan yang sistematis, salah satunya melalui kurikulum sekolah.

Pada tahun 2022 ini, Kemendikbudristek memberikan tiga opsi kepada satuan pendidikan untuk melaksanakan kurikulum berdasarkan Standar Nasional Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan konteks masing-masing satuan pendidikan. Tiga opsi tersebut yaitu, menggunakan kurikulum 2013 secara penuh, menggunakan kurikulum darurat atau menggunakan kurikulum merdeka.

Kurikulum merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototype) merupakan pengembangan dan penerapan dari kurikulum darurat yang diluncurkan untuk merespon dampak pandemi Covid-19. Kurikulum merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Menteri Nadiem menyebutkan beberapa keunggulan kurikulum merdeka, diantaranya adalah: 1) Lebih sederhana dan mendalam, karena kurikulum merdeka lebih berfokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya sehingga proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan, 2) Lebih merdeka, sebab bagi peserta didik khususnya jenjang SMA tidak ada lagi program peminatan sehingga peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Guru juga diharapkan mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik, dan sekolah pun memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik, 3) Lebih relevan dan interaktif, sebab pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Dalam implementasinya, kurikulum merdeka terbuka digunakan oleh seluruh satuan pendidikan dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan. Satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum. Sesuai dengan Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran ditetapkan bahwa pelaksanaan kurikulum merdeka diberlakukan secara bertahap dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Tahun pertama dilaksanakan bagi peserta didik dengan usia 5 (lima) sampai dengan 6 (enam) tahun pada pendidikan anak usia dini, serta peserta didik kelas I, kelas IV, kelas VII, dan kelas X pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
  2. Tahun kedua dilaksanakan bagi peserta didik dengan usia 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) tahun pada pendidikan anak usia dini, serta peserta didik kelas I, kelas II, kelas IV, kelas V, kelas VII, kelas VIII, kelas X, dan kelas XI pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
  3. Tahun ketiga dilaksanakan bagi peserta didik dengan usia 3 (tiga) sampai dengan 6 (enam) tahun pada pendidikan anak usia dini, serta peserta didik kelas I, kelas II, kelas III, kelas IV, kelas V, kelas VI, kelas VII, kelas VIII, kelas IX, kelas X, kelas XI, dan kelas XII pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Dengan demikian, mulai tahun ajaran 2022/2023, kurikulum merdeka akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan secara bertahap berdasarkan kesiapan masing-masing satuan pendidikan. Sedangkan perubahan kurikulum secara nasional baru akan dilaksanakan pada tahun 2024 yang akan datang. Namun demikian, penerapan kurikulum ini tentunya memiliki perbedaan pada masing-masing jenjang pendidikan. Berikut ini perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum sebelumnya, yaitu:

  1. Tingkat PAUD/TK

Penerapan kurikulum merdeka di tingkat PAUD/TK adalah dengan mengajak anak bermain sambil belajar, tidak terlalu berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

  • Tingkat SD

Ada beberapa perbedaan dalam hal mata pelajaran (mapel). Diantaranya adalah penggabungan mapel IPA dan IPS menjadi satu (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial), serta menjadikan bahasa Inggris yang sebelumnya merupakan mapel muatan lokal (mulok) sebagai mapel pilihan.

  • Tingkat SMP

Penerapan kurikulum merdeka di tingkat SMP juga terdapat perubahan status beberapa mapel. Misalnya, mapel Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) menjadi mapel wajib. Pada kurikulum sebelumnya, mapel ini hanya sebagai pilihan. Maka, kelak di semua jenjang SMP wajib memiliki mapel Informatika.

  • Tingkat SMA/SMK

Untuk tingkat SMA, penggunaan kurikulum merdeka memungkinkan peserta didik tidak lagi dibeda-bedakan dengan berbagai peminatan, seperti IPA, IPS, maupun Bahasa. Sementara itu di tingkat SMK, model pembelajaran akan dibuat menjadi lebih sederhana yaitu 70% mapel kejuruan dan 30% mapel umum. Selain itu, pada akhir masa pendidikannya peserta didik dituntut untuk menyelesaikan suatu esai ilmiah sebagaimana para mahasiswa yang harus menyelesaikan tugas akhir atau skripsi saat akan lulus studi. Hal ini demi mengasah kemampuan peserta didik untuk dapat berpikir kritis, ilmiah, dan analitis.

  • Tingkat Perguruan Tinggi

Kurikulum merdeka di Perguruan Tinggi terwujud dalam Program Kampus Merdeka. Pelaksanaannya pun memiliki beberapa perbedaan dengan penerapan kurikulum sebelumnya. Dalam Program Kampus Merdeka, mahasiswa diberi kesempatan untuk mempelajari sesuatu di luar program studi yang ditempuhnya. Hal ini bisa dilakukan melalui beberapa cara, seperti praktik kerja (magang), pertukaran mahasiswa, penelitian, proyek independen, wirausaha, menjadi asisten pengajar juga Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik untuk membangun desa. Demikianlah sekilas ulasan tentang kurikulum merdeka. Tentunya penerapan kurikulum merdeka ini tidak akan terlepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan. Tugas kitalah para guru untuk melakukan perubahan dari waktu ke waktu dan beradaptasi dengan kebijakan yang diberlakukan oleh Kemendikbudristek sebagai pemegang otoritas kebijakan. Untuk itu guru perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Seperti ungkapan Ali bin Abi Thalib “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan di zamanmu”. Oleh karena itu, guru harus menjadi sosok yang piawai agar dapat menyiapkan generasi masa depan yang handal.

Penulis : Desi Aulia, S.Pd (Guru SD Negeri 31 Payakumbuh)

IPHI BERTAHFIZD

Salah satu program unggulan SDIT IPHI Payakumbuh adalah Kelas Tahfizd. Program Kelas Tahfizd ini merupakan salah satu program yang memang diutamakan dan dilakasakan secara rutin mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00 setiap Senin sampai Kamis setiap minggunya. Program ini mulai dilaksanakan pada Tahun Pelaajaran 2021//2022.  Program ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu  kelas Khusus Tahfizd dan kelas reguler Tahfizd. Pada kelas khusus tahfizd Kelas tersebut tetap mengikuti Kurikulum Nasional dan ditambahan dengan program menghafal Al-Quran yang dimulai dari Juz 30 sebelum proses belajar mengajar.

Peserta didik yang menempati kelas khusus Tahfizd diutamakan yang memenuhi syarat seperti lancar membaca Al-Quran, lulus tes masuk serta disetujui oleh orang tua walimurid sedangkan untuk kelas reguler diikuti oleh semua peserta didik  diluar kelas khusus tahfizd yang memang diwajibkan bagi seluruh peserta didik SDIT IPHI Kota Payakumbuh. Untuk kelas khusus tahfizd akan diajarkan oleh ustad/ustadzah yang memang seorang hafizd/hafidzoh yang didampingi oleh guru kelas masing-masing, sementara untuk kelas reguler tahfizd akan diajarkan oleh guru-guru SDIT IPHI Kota Payakumbuh sendiri yang dibekali dengan pendidikan dan pelatihan secara rutin oleh hafizd/hafidzoh yang memang didatangkan sekali sebulan untuk memberi pelatihan kepada guru-guru SDIT IPHI Kota Payakumbuh.

Tujuan penyelenggaraan program Tahfizd di SDIT IPHI Payakumbuh adalah sebagai berikut :

  1. Untuk menghasilkan peserta didik yang berkarakter Penghafal Al-Quran dan menguasai ilmu pengetahuan.
  2. Menguatkan nilai-nilai keimanan kepada Allah dan Rosulullah dengan panduan Al-Quran serta pemahaman yang benar.
  3. Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran dan hadist dengan berusaha menghafal dan menagamalkan kemudian diterapkan dalam praktek kehidupan sehari-hari.
  4. Untuk menfasilitasi peserta didik SDIT IPHI Payakumbuh dalam belajar ilmu pengetahuan bersinergi dengan kegiatan menghafal Al-Quran.
  5. Untuk membekali peserta didik dibidang akademik dan Tahfizd Al-Quran sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Dengan memperhatikan tujuan tersebut kami yakin seorang lulusan SDIT IPHI Payakumbuh akan siap menjaadi manusia yang bertanggun jawab terhadap dirinya dan orang lain sesuai dengan kapasitasnya.

Program Unggulan

  1. Tahfizd Al-Quran dengan tahsin dan tajwid yang benar.
  2. Penekanan pada adab dan karakter
  3. Program Jum’at bersih dan Jum’at kreatif.

Sistem Pelakasanaan Program Tahfizd

Dalam proses memperlancar hafalan peserta didik SDIT IPHI Kota Payakumbuh menerapkan beberapa metode salah satunya menggunakan metode Talaqi. Pelaksanaan program Tahfizd di SDIT IPHI Payakumbuh dilaksanakan secara terpisah dari kurikulum pembelajaran dan dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar dilakukan. Sistem pelaksanaan program Tahfizd diatur sebagaimana berikut :

  1. Muroja’ah
  2. Peserta didik melakukan muroja’ah sebelum menyetor hafalan kepada guru pendamping atau pembimbing Tahfizd.
  3. Muroja’ah selama satu minggu disetorkan kepada guru pembimbing Tahfizd.
  4. Jumlah setoran disesuaikan dengan kemampuan peserta didik selama seminggu.
  5. Hasil muroja’ah dicatat pada buku penilaian Mutaba’ah yang meliputi jumlah setoran dan penilaian.
  6. Setoran ayat
  7. Peserta didik menyetorkan hafalan satu surat pendek atau beberpa ayat kepada guru pendaping atau pembimbing Tahfizd.
  8. Untuk memantapkan hafalan peserta didik bisa mengajukan sima’an kepada guru pendamping   misalnya memperlancar hafalan yang akan disetor atau hafalan surat berikutnya.
  9. Pada waktu akan ujian peserta didik disimak semua hafalan semua surat yang diujikan.
  10. Sistem Sima’an
  11. Sima’aan atau kegiatan saling menyimak hafalan dan bacaan masing-masing peserta didik dilakukan secara rutin dan berkala. Kegiatan sima’an dan Khatam dilakukan dengan membagi jumlah juz yang harus dibaca dan disimak oleh masing-masing kelompok peserta didik. Misalnya kelompok A ( membaca Juz 29 dan surat An Naba’ sampai surat Asy syams)  kelompok B (membaca sutat Al Lail sampai surat At Takasur) dan kelompok C (membaca surat Al Asr sampai surat An Naas)
  12. Kegiatan sima’an dilakukan bersama-sama ditempat-tempat yang telah disepakati (Mushola, pelataran Mushola, depan UKS, lorong depan kantin).

Data Siswa Kelas Tahfzd

Pada tahun pelajaran 2021/2022 peserta didik kelas khusus Tahfizd berjumlah 59 orang dan 324 orang untuk kelas reguler dengan jumlah hafalan yang bervariasi. Pada kelas khusus tahfizd diberlakukan seleksi selama 1 semester. Untuk penghafal tahfizd juz 30 apabila sudah mencapai target maka akan diadakan ujian dan apabila setelah dilakukan pengujian oleh ustad/ustadzah yang ditunjuk maka mereka akan diwisuda pada waktu yang telah ditentukan. 

Penulis : Ananda Putra M.Pd (Kepala SDIT IPHI)

Menjadi Teladan, Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar

Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Kepres 316 Tahun 1959 tidak terlepas dari bentuk kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan di Negara ini sekaligus dilatarbelakangi sosok Ki Hajar Dewantara yang memiliki jasa luarbiasa di dunia pendidikan di Indonesia. Dengan semboyannya yang terkenal “Ing ngarso sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, KiHajar Dewantara mengajarkan arti/hakekat seorang pemimpin yang sebenarnya. Semboyan ini bertujuan menciptakan sosok pemimpin yang disegani dan berwibawa serta mampu menempatkan diri dimanapun berada. Setiap kita adalah pemimpin, minimal menjadi pemimpin diri sendiri. Ki Hajar Dewantara mengajarkan kepada bahwa pemimpin itu adalah teladan, Teladan yang baik yang patut digugu dan ditiru.

Dalam dunia pendidikan, ada banyak pemimpin. Di level dasar, ada guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan seterusnya. Pertanyaannya adalah, apakah pemimpin di dunia pendidikan sudah menjadi teladan ? Sudahkah menyadari dan memahami filosofi yang diajarkan Ki Hajar Dewantara serta mempraktekkannya? Atau apakah semboyan Ing ngarso sung Tolodo , Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani adalah sekedar semboyan yang hanya diingat pada saat  2 Mai setiap tahunnya?

Dunia pendidikan belum sepenuhnya pulih dari pandemi covid 19 . Proses belajar mengajar daring selama pandemi cukup melelahkan dan berdampak banyak pada tata kehidupan kita. Namun hidup harus berjalan terus. Ketertinggalan dan kekurangan harus segera dipulihkan.

Dalam konteks ini perlu pemimpin yang teladan.  Dengan keteladanan, kita akan cepat bangkit dan pulih. Guru yang menjadi teladan  akan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Kepala Sekolah yang menjadi teladan, akan memotivasi guru untuk lebih baik dan seterusnya. Makna semboyan dari Ki Hajar Dewantara menjadi acuan untuk menjadi teladan dalam memimpin pemulihan.

Disisi lain, Merdeka Belajar sebagai program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Tekhnolgi yang dicanangkan Menteri Nadiem Anwar Makarim perlu disikapi dengan cerdas dengan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan implementasi kurikulum merdeka. Merdeka Belajar bukanlah visi yang baru dalam pendidikan Indonesia. Ki Hadjar Dewantara (KHD), Bapak Pendidikan Indonesia, menyatakan dengan tegas bahwa kemerdekaan adalah tujuan pendidikan sekaligus paradigma pendidikan yang perlu dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan. KHD menyatakan bahwa kemerdekaan memiliki makna yang lebih daripada kebebasan hidup. Yang paling utama dari kemerdekaan adalah kemampuan untuk “hidup dengan kekuatan sendiri, menuju ke arah tertib-damai serta selamat dan bahagia, berdasarkan kesusilaan hidup manusia https://pspk.id/merdeka-belajar-pspk/ Tepat memang thema peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022, yakni : “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”. Untuk mewujudkannya, Ki  Hajar Dewantara mengajarkan kita sebagai pemimpin yang teladan. Pemimpin teladan adalah yang menjadi contoh yang baik, memberi inspirasi dan motivasi, serta memberi reward dan punishment bagi yang layak menerimanya.  Selamat Hari Pendidikan Nasional.


Penulis : Efriyanti Harefa S.Pd (Perencana di Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh)

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (SMPN 1 Payakumbuh)

SMP Negeri 1 Payakumbuh ikut bergabung dan bekerja sama dengan Nyalanesia pada program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional pada 23 Juli 2021. Keikutsertaan SMP Negeri 1 Payakumbuh pada program ini merupakan wujud sekolah dalam meningkatkan prestasi siswa-siswi pada bidang literasi. Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk menyalurkan ekspresi, kreativitas berkarya, menumbuhkan minat baca tulis, sekaligus sebagai media apresiasi.

Program ini diikuti oleh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA sederajat untuk dapat menciptakan sebuah karya sekaligus diterbitkan sebagai karya ber-ISBN. SMP Negeri 1 Payakumbuh merupakan satu-satunya sekolah yang telah mengikuti program tersebut di-Kota Payakumbuh. Siswa yang mengikuti program ini sebanyak 50 orang yang terdiri dari siswi kelas VII, VIII, dan IX didampingi guru-guru koordinator.

Kegiatan atau lomba yang diikuti antara lain lomba cipta puisi, pantun, cerpen, website literasi, artikel populer, video kreasi dan karya literasi sekolah. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari bulan Juli 2021 hingga bulan Januari 2022.

Dalam program ini, para guru dan siswa dibekali dan difasilitasi oleh Nyalanesia seperti :1) Workshop dan Sertifikasi Kompetensi, 2) Penulisan dan Perlombaan Literasi, 3) Penerbitan dan Percetakan Buku Ber-ISBN, 4) Fasilitas Pembuatan dan Pengelolaan Website Literasi Sekolah, 5) Konsultasi dan Pengembangan Program Literasi, 6) Seminar Nasional dan Sarasehan, 7) Penganugerahan Penghargaan dan Hadiah Ratusan Juta Rupiah, serta 8) Acara Puncak Festival Literasi Nasional Tahun 2022.

Kegiatan ini sangat menarik untuk diikuti dan dikembangkan baik guru maupun siswa, karena seperti yang kita ketahui bahwa masih rendahnya budaya membaca malahan banyak anak-anak Indonesia yang tidak suka membaca. Dengan program ini, penulis berharap dengan mengikuti program GSMB (Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional) ini dapat meningkatkan budaya membaca, kreativitas dan inovatif dalam berkarya di Kota Payakumbuh.

Penulis : Defi Marlitra,M.Pd (Kepala SMPN 1 Payakumbuh)

PKBM Tahfizul Quran Mendapat Perhatian Yang Besar dari Pemko Payakumbuh

PKBM Tahfizul Quran yang beralamat di Kelurahan Padang Data Tanah Mati semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu lembaga penyelenggaran program pendidikan kesetaraan yang berkualitas. Tahun Pelajaran 2021/2022, PKBM Tahfizul Quran mengikutsertakan 19 orang peserta didiknya mengikuti ujian Paket B yang berlangsung dari tanggal 29-31 Maret 2022 bertempat di SDN 30 Payakumbuh. Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh) dalam memonitoring Ujian Nasional Kesetaraan Program Paket B yang diselenggarakan PKMB Tahfizul Quran tanggal 29-31 Maret 2022

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril S.Pd M.Pd secara langsung melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan ujian dimana peserta didiknya banyak yang berusia melewati usia sekolah. Salah seorang peserta yang diwawancarai oleh Kepala Dinas merupakan seorang yang bekerja sebagai cleaning service. Motivasinya dalam mengikuti pendidikan kesetaraan menurutnya adalah usia tidak menjadi batasan dan alasan untuk menimba ilmu.

Kepala Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi dan mendorong untuk terus semangat mengikuti pendidikan kesetaraan. Sebab, pendidikan kesetaraan merupakan wujud kepedulian negara memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi warganegara untuk mendapatkan akses pendidikan.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan berharap agar PKBM Tahfizul Quran semakin meningkatkan kualitasnya dalam memberikan layanan pendidikan non formal dan Dinas Pendidikan akan selalu memberikan dukungan agar pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM TAhfizul Quran semakin berkembang.

Hendra Prawira S.Pd selaku Kepala PKBM Tahfizul Quran dalam kesempatan tersebut memohon pendampingan dan pembinaan dari Pemko Payakumbuh dalam hal ini DInas Pendidikan Kota Payakumbuh. Sebab bagaimanapun usaha yang dilakukan tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dari Pemerintah Kota. “Kami berharap  pendidikan non formal akan berdiri sama tinggi dengan pendidikan formal sehingga pendidikan di Kota Payakumbuh ini akan semakin baik”, demikian ditambahkan oleh Kepala PKBM yang juga pernah mendapat penghargaan dari Kemdikbud sebagai guru terbaik bahasa Mandarin ini.

Kegiatan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Program Paket B Yang Diselenggarakan PKMB Tahfizul Quran 29-31 Maret 2022

Penulis : Hendra Prawira S.Pd (Kepala PKBM Tahfizul Quran)

Baznas dan Disdik Salurkan Zakat ASN Dilingkungan Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mendukung penuh kebijakan daerah Kota Payakumbuh terkait Optimalisasi Zakat terutama dilingkungan ASN Kota Payakumbuh ini berdasarkan surat dari Walikota Payakumbuh No.450/26/Kesra/2022 dan No.450/61/kesra/2022 tanggal 10 Maret 2022, maka Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mengeluarkan Surat Informasi kepada TK,SD,SMP Negeri se-Kota Payakumbuh dengan No.421/409/sekre/2022 tanggal 8 April 2022 perihal Informasi Penyetoran Zakat ASN.

Dalam pelaksanaanya pada bulan April tahun 2022, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh berhasil menghimpun zakat dari Muzakki ASN dilingkungan Dinas Pendidikan dan sekolah yang beragama muslim sebesar 2,5 % dari gaji dan tunjangan, dengan nilai yang terkumpul sebanyak Rp.81.000.000,-. Jumlah ini merupakan jumlah yang terbanyak dari semua OPD di Kota Payakumbuh dalam hal pengumpulan zakat ASN .

Selanjutnya Baznas Kota Payakumbuh juga memberikan kesempatan untuk menyalurkan kembali zakat kepada mustahik yang ada dijajaran Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sebanyak 25 orang mustahik dengan total zakat yang disalurkan sebesar Rp.12.500.000,- yang mana masing-masing mustahik diberikan bantuan zakat konsumtif ramadhan sebesar Rp.500.000,- .

Para Mustahik dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Penyaluran zakat ini dilaksanakan pada hari senin, tanggal 25 April 2022 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan sasaran para mustahik dalam pemberian zakat ini sebanyak 25 orang pegawai non PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang terdiri dari Penjaga Sekolah Non PNS/honorer dan THL.

Penyerahan zakat diserahkan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi Sekretaris Dinas, Roza Aulia,S.Stp,M.Si, Kabid PTK, Drs.Danil Defo,M.Si, Kabid Dikdas, Fiqih Rahmat.Sy,S.Kom, Kabid Paudni, Syafni Hasni,S.P bersama Baznas Kota Payakumbuh yang diketuai Hamdi Sofyan,Lc. M.Sy serta didampingi wakil Ketua Pengumpulan Dana, Edi Kusmana,MM, Wakil Pendistribusian, Drs. Zul Aidi.

Kiri, penyerahan zakat oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd
Kanan, penyerahan zakat dari Ketua Baznas Kota Payakumbuh Hamdi Sofyan,Lc,M.Sy

Para mustahik/penerima zakat menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dan Baznas Payakumbuh. Manfaat yang dirasakan para mustahik sebagai penerima zakat salahsatunya, para mustahik sangat terbantu dalam hal perekonomian karena kondisi saat ini beberapa harga kebutuhan pokok yang semakin naik saat bulan suci ramadhan.

Dimasa yang akan datang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd berharap, disamping optimalisasi dalam pengumpulan zakat, pemberikan kuota juga bisa lebih banyak untuk disalurkan kepada para mustahik dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, minimal 60 % dari dana yang terkumpul dibanding dengan sekarang terutama para mustahik yang terdiri dari siswa yang orangtua nya mengalami kesulitan ekonomi, para guru honorer serta tenaga kependidikan honorer yang ekonominya rentan sehingga zakat dapat berkontribusi untuk peningkatan mutu pendidikan.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)

Kota Payakumbuh Melaksanakan PPDB Online Tahun Pelajaran 2022/2023

Sehubung telah mulainya tahapan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) TP.2022/2023 di Kota Payakumbuh pada tingkat TK, SD, dan SMP. Untuk tahun ini, penerimaan peserta didik baru dilaksanakan secara online/dalam jaringan.

Berikut merupakan edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh No.800/62/Dikdas-Pyk/2022 tanggal 14 April 2022 terkait Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2022/2023.

Adapun jadwal dari tahapan-tahapan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru TP.2022/2023

Untuk syarat pendaftaran dan ketentuan yang terinci sudah ada pada Juknis PPDB diatas. Diharapkan pada orang tua/wali segera melakukan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) secara online sesuai jadwal dan menyiapkan berkas pendaftaran, apabila ada perobahan data pada KK misalnya tempat tinggal, agar dapat menghubungi Disdukcapil Kota Payakumbuh terkait pembaharuan tersebut.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)

Puskur Kemdikbudristek RI Fasilitasi dan Lakukan Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Payakumbuh

Plt. Kepala Puskur (Pusat Kurikulum) dan Pembelajaran Kemdikbudristek RI, Dr. Zulfikri Anas M.Ed (kiri), Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd (tengah), Ketua Pokja Kurikulum Merdeka Kemdikbudristek RI, Dr. Yogi Anggraena, M.Si (kanan).

Dalam rangka upaya memulihkan pembelajaran, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) RI meluncurkan “Kurikulum Merdeka” yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe dalam proses pengembangannya.

Apa itu Kurikulum Merdeka ? Menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan, pengertian kurikulum merdeka adalah suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi murid. Inti dari Kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar. Konsep ini, dibuat agar siswa dalam proses pembelajaran bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing.

Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menyambut antusias program tersebut, Satuan Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP dan Kesetaraan dengan dibuktikan telah mendaftarnya Kepala Satuan Pendidikan di Kota Payakumbuh sejak pertengahan bulan Maret 2022 melalui situs resmi Kemdikbudristek RI untuk menerapkan Kurikulum Merdeka setelah mendapatkan sosialisasi dari Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang menghadirkan Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemdikbudristek RI Dr. Zulfikri Anas M. Ed. pada pertengahan bulan Maret 2022 yang lalu.

Untuk mensukseskan implementasi kurikulum merdeka di semua satuan Pendidikan di Kota Payakumbuh mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP dan Kesetaraan secara 100 % mulai tahun pelajaran 2022-2023, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dikepalai Dr. Dasril,S.Pd, M.Pd bergerak cepat. Beberapa langkah strategis segera dilakukan menuju terwujudnya Payakumbuh Payakumbuh Cerdas & Berkarakter. ” Kami segera berbenah mempersiapkan implementasi kurikulum merdeka antara lain: mengirim surat permohonan ke Kemdikbudristek RI dengan surat nomor: 421.2/210/Disdik-Pyk/2022 tertanggal 15 Maret 2022 tentang Mohon Pendampingan dan Fasilitasi persiapan dan implementasi Kurikulum Merdeka di semua satuan Pendidikan di Kota Payakumbuh.

Gayung bersambut dari Kemdikbudristek RI, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dipanggil oleh Kepala Pusat Kurikulum (Puskul) dan Pembelajaran Kemdikbudristek RI untuk bertemu dan menindak lanjuti permohonan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh di Big Hotel Internasional dan Convention,Jln.Malabar, Bogor pada hari Selasa tanggal 5 April 2022

Dr. Dasril S.Pd, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang didampingi Kasi Kurikulum SD, Nelwita, SE mendatangi langsung Plt. Kepala Puskur (Pusat Kurikulum) dan Pembelajaran Kemdikbudristek RI, Dr. Zulfikri Anas M.Ed didampingi oleh Ketua Pokja Kurikulum Merdeka Kemdikbudristek RI, Dr. Yogi Anggraena, M.Si membahas persiapan pendampingan dan fasilitasi yang akan dilakukan di Kota Payakumbuh oleh Tim Kemdikbud.

Dalam pertemuan dan diskusi khusus dengan Plt. Kepala Puskur dan Pembelajaran Kemdikbudristek RI Bapak Dr. Zulfikri Anas M.Ed menyatakan akan melakukan fasilitasi dan pendampingan langsung implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Payakumbuh dimulai dengan mengaktifkan komunitasi-komunitas Kepala Sekolah dan Guru untuk berkegiatan dengan pendampingan dari Kemdikbudristek RI. Komunitas tersebut antara lain K3S (kelompok kerja Kepala Sekolah TK, SD), MKKS (musyawarah kerja Kepala Sekolah) untuk SMP, Kelompok kerja Guru (KKG) untuk TK dan SD, musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk SMP serta kelompok tutor dan pamong untuk kesetaraan. Masing-masing komunitas diberikan pelatihan mulai dari mengenali, mempersiapkan, mengimplementasikan kurikulum merdeka. Dengan berbagai materi antara lain : fasilitasi dan pendampingan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), fasilitasi dan pendampingan penyusunan capaian pembelajaran (CP) silabus, materi essensial untuk persiapan implementasi kurikulum merdeka oleh guru.

Kegiatan pendampingan dan fasilitasi dilakukan dalam bentuk luring dan daring dengan narasumber dari Puskur dan Pembelajaran Kemdikbudristek RI. Dengan adanya fasilitasi dan pendampingan tersebut diharapkan implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Payakumbuh dapat terlaksana dan Satuan Pendidikan menjadi leluasa untuk membuat rencana tindakan pembelajaran dan meningkatkan inovasi dalam pembelajaran dengan tetap memperhatikan bakat, minat, potensi individual peserta didik.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)


Disdik Adakan Sosialisasi PUG Bagi Guru-Guru di Kota Payakumbuh

Konsep Gender dan Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan upaya untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam proses perencanan dan penganggaran dengan cara penelaahan dampak dari suatu belanja kegiatan serta efeknya terhadap keadilan dan kesetaraan gender.

Terkait dengan PUG, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) selama 4 hari berturut-turut terhadap guru non PNS yang berjumlah 335 orang guru PAUD (TK, KB, TPA), 195 org guru (SD), 100 orang guru SMP bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Pelaksanaan sosialisasi dimulai dari tanggal 24 s.d 29 Maret 2022, bertindak selaku narasumber pada kegiatan ini adalah Fungsional Perencana Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Efriyanti Hareva,S.Pd.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd dalam membuka kegiatan ini menyampaikan agar guru-guru di Kota Payakumbuh termasuk guru non PNS bersyukur bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh tetap berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru dengan memberikan insentif bagi guru non PNS (ASN). Meskipun jumlahnya belum memenuhi harapan namun jika dikelola dengan baik dengan gaya hidup yang sederhana maka pendapatan seorang guru mudah-mudahan dapat terpenuhi kebutuhan minimal. Selain itu, hendaknya guru dapat menjadi agen-agen perubahan disekolahnya apalagi di zaman mileneal ini.

Program Sekolah Penggerak yang diluncurkan Kemdikbudristek RI agar diiukuti dengan serius dan sunggu-sunguh, tambah Kepala Dinas Pendidikan.

Diakhir arahannya, Kepala Dinas Pendidikan berharap agar guru-guru dapat istiqomah dalam menekuni profesi guru dengan selalu meningkatkan kompetensi, etos kerja dan pengabdiannya

Kegiatan ini dilanjutkan dengan paparan materi dari Efriyanti Hareva,S.Pd (Fungsional Perencana) Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Dalam memaparkan bahwa istilah PUG ini dikenal dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur. PUG merupakan suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender. Kebijakan dibuat dengan memperhatikan pengalaman, aspirasi kebutuhan serta permasalahan dari setiap kelompok gender dan kelompok rentan. Kebijakan tersebut berkaitan dengan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kegiatan dibidang pendidikan sehingga dapat memperoleh kesetaraan pada aspek AKPM (akses, kontrol, partisipasi, manfaat). Kesetaraan gender dapat dipahami sebagai sebuah kebersamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk meperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia. Sedangkan keadilan gender dapat dipahami sebagai suatu proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan perempuan sehingga mereka memiliki akses, kesempatan, berpartisipasi dan kontrol terhadap pembangunan serta memperoleh manfaat dari pembangunan secara adil.

Sosialisasi pada tanggal 24 Maret 2022
Sosialisasi pada tanggal 25 Maret 2022
Sosialisasi pada tanggal 29 Maret 2022

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)