Lokakarya IKM di Kota Payakumbuh

Mulai tahun pelajaran 2022/2023 terhitung tanggal 11 Juli 2022 mendatang, Kota Payakumbuh akan menerapkan kurikulum “Merdeka “ pada satuan pendidikan di tingkat TK,SD dan SMP baik negeri dan swasta dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payambuh. Kota Payakumbuh memilih opsi Mandiri Berubah dari 3 jenis pilihan strategi yang ditawarkan Pemerintah Pusat melalui Pusat Kurikulum & Pembelajan Kemdikbudristek RI. Dalam mempersiapkan implementasi Kurikulum Merdeka, tahapan yang akan disiapkan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka salah satunya yakni penyiapan KTSP (Kurikulum tingkat satuan pendidikan) dan KOSP (Kurikulum operasional satuan pendidikan) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Untuk menyiapkan KTSP dan KSOP IKM, sekolah-sekolah di Kota Payakumbuh dari TK,SD,SMP dan kesetaraan mengadakan “Lokakarya Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka”. Lokakarya Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka ( IKM ) Kurikulum Merdeka perlu di lakukan agar sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta lebih siap dan mantap dalam IKM mulai awal tahun pelajaran baru 2022-2023 yang akan di mulai 11 Juli 2022 di Payakumbuh. Lokakarya dilaksanakan untuk menyusun KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ) untuk pelaksanaan kurikulum 2013 dikelas yang masih menyelesaikan kurikulum 2013 dan menyusun KOSP ( Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan ) untuk IKM.

Sampai minggu ke dua bulan Juni tahun 2022, banyak Sekolah telah melaksanakan kegiatan Lokakarya IKM di Kota Payakumbuh antara lain yang dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yakni SD IPHI YPI, SMPN 1 Payakumbuh, SMPN 2 Payakumbuh, SMPN 4 Payakumbuh yang dilaksanakan pada tanggal 3 s.d 4 Juni 2022. SMPN 7 Payakumbuh pada tanggal 10-11 Juni 2022, SMPN 8 Payakumbuh pada tanggal 11 s.d 12 Juni, SMPN 9 dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 14 Juni 2022. Untuk tingkat TK dan beberapa SD lain sudah melaksanakan kegiatan lokakarya minggu sebelumnya secara bersama-sama yang dipandu pengawas satuan pendidikan.

Pembukaan Lokakarya IKM dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd

Kegiatan Lokakarya IKM dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd, M.Pd dan didampingi Kabid Dikdas, Fiqih Rahmat, Sy, S.Kom, pengawas satuan dan Kasi Kurikulum SD, Nelwita, SE serta diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan, komite, perwakilan orang tua dan siswa. Adapun narasumber (pemateri) yakni Kepala Dinas Pendidikan, Dr.Dasril, S.Pd, M.Pd, Koordinator pengawas, Drs. Armi, MM dan pengawas satuan serta narasumber lain yang berkompeten.

Kepala Dinas Pendidikan Dr. Dasril,S.Pd, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan perlu pembekalan untuk siap dalam IKM. IKM harus ditunjang dengan kemampuan menggunakan IT oleh guru dan siswa dengan cara memanfaatkan akun belajar yang sudah disiapkan oleh Pusdatin Kemdikbudristek RI (Pusat Data dan Informasi Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI) seperti simpkb, flatporm merdeka mengajar terkhusus untuk guru dan kepala sekolah, belajar id untuk guru dan siswa.

“Tahapan IKM mulai TP.2022/2023 untuk TK, PAUD dan kesetaran akan dilaksanakan pada semua kelas, untuk SD dimulai pada kelas 1 dan 4, sedangkan SMP dimulai pada kelas 7”, tambah Kepala Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan berharap, dengan dilaksanakan lokakarya persipan IKM di semua sekolah, IKM dapat berjalan lancar mulai TP.2022/2023 di Kota Payakumbuh.

Kegiatan dilanjutkan pemateri IKM yakni koordinator pengawas Drs.H.Armi,MM. Beliau memandu para peserta lokakarya tentang persiapan sekolah sebelum melaksanakan kurikulum merdeka. Narasumber menjelaskan apa saja yang harus dimiliki dan disusun oleh guru-guru mata pelajaran.

Disdik Payakumbuh Adakan Pembinaan Penatausahaan Dana BOS Tingkat SD dan SMP

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah suatu program yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk membantu sekolah-sekolah di Indonesia agar dapat melaksanakan kegiatan belajar yang lebih optimal dalam bentuk hibah. Bantuan yang diberikan pemerintah yakni dalam bentuk dana.

Dengan dana tersebut, sekolah dapat memenuhi segala kebutuhannya seperti pemeliharaan sarana prasarana sekolah, pembelian alat-alat multimedia yang dapat menunjang proses belajar siswa (proses belajar mengajar) pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Adapun penggunaan dana bos di tahun 2022 tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 2 tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, Bantuan Operasional Sekolah, dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan.

Dalam aturan tersebut, pengelolaan dana BOS dilakukan berdasarkan prinsip diantaranya fleksibel, efektif, efisien, akuntabel dan transparan. Dalam rangka efektifitas dan akuntabilitas penggunaan dana BOS di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan Pembinaan Penatausahaan Dana BOS Tingkat SD dan SMP dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Untuk tingkat SD dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2022 bertempat di Aula SMPN 2 Payakumbuh dan tingkat SMP dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2022 bertempat Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Bendahara BOS tingkat SD dan SMP se-Kota Payakumbuh yang berjumlah 202 orang, yang mana pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 hari, dengan masing-masing 2 sesi perharinya.

Narasumber pada kegiatan ini yakni Prima Deswita ,S. Hut M.si (Auditor Inspektorat Kota Payakumbuh), Fitra liza, SE (Kabid Akuntansi Badan Keuangan Daerah Kota Payakumbuh), Azni Zenti, SH,MH (Irban Khusus Inspektorat Kota Payakumbuh), Silvia Rahmi,S.Kom, M.CIO ((Kasubbid Akuntansi Badaan Keuangan Daerah Kota Payakumbuh).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd Membuka dan Memberikan Arahan

Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan, Roza Aulia,S.Stp,M.Si, Fungsional Perencana Dinas Pendidikan, Efriyanti Hareva, S.Pd (Koordinator Program dan Keuangan Dinas Pendidikan), Kasi Kurikulum SD, Nelwita,SE, Kasi Kurikulum SMP, Femiria Sari, SE. ,

Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, dalam membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa sekolah dalam mengelola dana BOS dapat berjalan sesuai petunjuk teknis dan pemanfaatannya, tertib administrasi, akuntabel serta pastikan mempedomani aturan-aturan dalam penggunaan dana BOS seperti Juknis (Petunjuk Teknis) Dana BOS, Edaran Walikota Payakumbuh tentang Penatausahaan Keuangan, Edaran Kepala Dinas Pendidikan tentang Penatausahaan Keuangan.

“Penggunaan dana BOS yang mana tahapan dimulai dari perencanaan, penggunaan dan pertanggung jawaban. Dalam membuat perencanaan yang berbentuk RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Pendidikan) , Kepala Sekolah bersama bendahara perlu mengantisipasi berbagai program sekolah baik rutin maupun program baru seperi IKM, KTSP / KOSP serta bagaimana pelaksanaannya. Perencanaanharus benar-benar direncakan dengan baik supaya dana BOS dapat efektif dan hasilnya dapat meningkatkan mutu sekolah”, tambah Kepala Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan berharap, dengan adanya pembinaan penatausahaan ini, laporan pertanggungjawaban pengelolaannya dan laporan pertanggungjawaban dana BOS disampaikan tepat waktu. Sekolah pun dapat menghindari kesalahan-kesalahan dalam penggunanaan dana BOS.

Sehingga Muara dari penggunaan dana BOS yakni peningkatan pelayanan, prestasi, kinerja dan peningkatan mutu sekolah dapat sesuai dengan harapan, imbuh Kepala Dinas Pendidikan

Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Satuan Paud di Kota Payakumbuh

Dalam rangka melaksanakan ketentuan dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, perlu penetapan satuan pendidikan pelaksana implementasi Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri.

Implementasi Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri pada tahun ajaran 2022/2023 dimulai dari usia 5 (lima) sampai dengan 6 (enam) tahun pada pendidikan anak usia dini, serta peserta didik kelas I, kelas IV, kelas VII, dan kelas X pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Untuk meningkatkan pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan (Guru, Kepala Sekolah, tendik) di Kota Payakumbuh tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, sehingga memasuki TP.2022/2023 satuan PAUD di Kota Payakumbuh dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Maka, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melakukan kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka bagi satuan Paud di Kota Payakumbuh pada tanggal 30 s.d 31 Mei 2022 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Sebanyak 50 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru Taman Kanak-Kanak negeri dan swasta se-Kota Payakumbuh dengan narasumber yakni Kepala PAUD Inklusi Istiqamah Surat Kamba Kabupaten Agam,Wendy Erste Sohn Chanda,S.Pd, Guru PAUD Inklusi Istiqamah Surat Kamba Kabupaten Agam, Deni Eka Putra,S.Pd, dan Assesor Program Sekolah Penggerak, Syahrul, M.Pd

Arahan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd

Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi Kabid PAUDNI, Syafni Hasni, S,Pd, Kasi PAUD, Dilla Fatma, S.Pd, MM, Penilik dan Pengawas Sekolah TK.

Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dalam membuka kegiatan ini menyampaikan agar pendidik (Kepala Sekolah dan Guru) mempelajari pedoman dan panduan penyusunan IKM ( Implementasi Kurikulum Merdeka), pendidik agar menyusun KOSP sebelum berakhirnya TP.2021/2022 sehingga IKM bisa diimplementasikan di TP.2022/2023, melakukan pembimbingan dan pendampingan kepada guru-guru masing-masing komunitas untuk menyusun perangkat pembelajaran IKM , melakukan persiapan IKM di tingkat satuan pendidikan/sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan berharap agar diawal TP. baru 2022/2023 pada tanggal 4 Juli 2022, seluruh satuan pendidikan di Kota Payakumbuh sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Kabid PAUDNI, Syafni Hasni, S.Pd

Kabid PAUDNI, Syafni Hasni,S.Pd berharap seluruh sekolah satuan PAUD di Kota Payakumbuh agar dapat menyiapkan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan) Implemetasi kurikulum merdeka kemudian ditambahkan pada program kerja PKG dan Gugus PAUD serta juga diharapkan pendidik dapat membagikan informasi pada kegiatan ini pada komunitas masing-masing guru

Kegiatan dilanjutkan dengan materi praktek baik IKM, kerangka dasar dan perangkat ajar dalam IKM, proses penyusunan KOSP PAUD dan penerapan oleh pemateri (narasumber).

Oleh : admin

Disdik Adakan Sosialisasi Prosedur dan Aplikasi Dapodik PAUD se-Kota Payakumbuh

Dapodik kependekan dari Data Pokok Pendidikan. Dapodik merupakan sebuah aplikasi komputer yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang bertujuan agar sekolah-sekolah dapat melaporkan dapodiknya langsung ke kementerian secara online melalui jaringan internet tanpa perlu terkendala masalah jarak maupun waktu. Data Dapodik berisi data lembaga, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana. Salah Satu fungsi dari dapodik adalah Alokasi dana BOS, Alokasi kuota tunjangan bagi pendidik, bantuan sarana prasana dan bantuan pendidikan lainnya.

Dalam memaksimalkan dan mengoptimalkan pengisian dapodik pada satuan PAUD, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan Sosialisasi Prosedur dan Aplikasi Dapodik yang dilaksanakan pada hari selasa dan rabu tanggal 23 dan 24 Mei 2022 bertempat di aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Operator Dapodik satuan PAUD se-kota Payakumbuh. Dengan narasumber pusat yang berasal dari Setdikjen Paud,Dikdas dan Dikmen Kemdikbudristek RI, Jihan Aziz dan Assesor BAN PAUD dan PNF Tingkat Propinsi Sumatera Barat, Syahrul,M.Pd serta Tim Dapodik PAUD Kota Payakumbuh. Kegiatan diikuti secara daring dan luring.

Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengisian data pada aplikasi dapodik serta meningkatkan kompetensi operator Dapodik pada satuan PAUD.

Arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd untuk kegiatan ini,”dengan telah updating nya data pokok pendidikan satuan PAUD diharapkan data satuan PAUd semakin berkualitas dan valid sehingga bisa dipedomani untuk membuat kebijakan strategis untuk pengembangan PAUD dan SPNF”.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang diwakili oleh Kabid PAUDNI, Syafni Hasni,S.Pd didampingi Kasi PAUD, Dilla Fatma,S.Pd,MM dan Tim Operator Dapodik Kota Payakumbuh (Septia Herwando,S.Ap).

Kabid PAUDNI, Syafni Hasni,S.Pd

Dalam membuka kegiatan ini, Kabid PAUDNI berharap agar sekolah dapat menunjuk petugas operator yang berkompetensi. Petugas / operator dapodik dapat mengentrikan data pendidikan dengan tepat dan benar dikarenakan semua kebijakan dan keputusan bersumber dari data dapodik baik bantuan pendidikan berupa bantuan sarpras, pemberian insentif pada pendidik dan tenaga kependidikan, dan bantuan pendidikan lainnya.

Kegiatan dilanjutkan oleh narasumber pusat, Setdikjen Paud,Dikdas dan Dikmen Kemdikbudristek RI, Jihan Aziz, Assesor BAN PAUD dan PNF Tingkat Propinsi Sumatera Barat, Syahrul,M.Pd, Septia Herwando,S.Ap (Operator Dapodik Kota Payakumbuh).

Operator Dapodik PAUD Kota Payakumbuh, Septia Herwando, S.Ap

Penulis : Admin (Sari Oktavia, S.Sos)

Disdik Siap Sukseskan Gowes Silaturahmi ASRI Payakumbuh

Tim pesepeda rekreasi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh siap sukseskan ajang Gowes Silaturahmi Tourist Destination Adventure ( GSTDA) Payakumbuh 2022. Sebanyak 16 orang pesepeda rekreasi dari jajaran Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril S.Pd., M.Pd. Ikut dalam ajang pemanasan dan uji coba track ini beberapa pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan antara lain Kabid Dikdas, Fiqih Rahmat S.Kom, Fungsional Analis Kebijakan Bidang Sarana, Dani Yuliadi ST,MT, Pengawas TK, Yetri S.Pd, dan jajaran staff dinas pendidikan Roza Rismasari SE, Dt Ariesman, Novri A.Md, Epi Chandra S.IP, Fahrul Azmi S.Pd, Aflahul Akmal S.Or.

Track rute yang ditempuh dalam sesi pemanasan ini adalah star dari Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh – Jl. RA.Kartini- Simpang Kaning Bukit- Muaro, terus menyusuri tepian Batang Agam- SDN 66 Payakumbuh- Jl.Pacuan- Jl.Rasuna Said- Labuh Basilang- Ibuah- Tepian Batang Agam melewati Agam Jua- Jembatan Sungai Panago- SDN 02 Payakumbuh ( istirahat sejenak)- Jl.Soekarno Hatta- Jl.Sudirman dan kembali ke Padang Kaduduak.

Disamping pemanasan bersepeda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd dan rombongan juga meninjau SDN 66 Payakumbuh yang sedang melakukan Imunisasi Rubela terhadap 40 orang siswa sasaran oleh petugas medis Puskesmas Tiakar dan melihat kondisi bangunan,Sarana dan Prasana yang ada di SDN 66 Payakumbuh. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan sambut langsung oleh Kepala Sekolah Elimar S.Pd yang di dampingi oleh Guru Fitriadi S.Pd dan Lasmi dewita S.Pd. Setelah meninjau SDN 66 Payakumbu,Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dan Rombongan Bertolak menuju SDN 02 Payakumbuh Melewati SDN 21 Payakumbuh labuah baru,Tapian Batang Agam. Kurang dari 15 Menit Kepala Dinas Pendidikan dan Rombongan sampai di SDN 02 Payakumbuh di sambut langsung oleh Kepala Sekolah Irnawati S.Pd di dampingi seluruh Majelis Guru di sambut dengan team kesenian musik talempong. Kepala dinas Pendidikan dan Rombongan di jamu sarapan pagi bersama oleh Kepala Sekolah SDN 02 Payakumbuh Irnawati S.Pd dan juga di hadiri oleh Babin Khantibmas dari Polres Kota Payakumbuh Ardiman.

Kegiatan di SDN 02 Payakumbuh di akhiri Foto bersama Kepala Dinas Pendidikan, Rombongan dan Majelis Guru.Team sepeda Dinas Pendidikan akan melanjutkan persiapan untuk bisa turun dalam ajang Gowes Silaturahmi Tourist Destination Adventure ( GSTDA) Payakumbuh 2022 dengan team pesepeda yang lebih banyak.

Oleh : Kevin Tri Putra

Disdik Lakukan Pembekalan Pengawas Sekolah

Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh) Dalam Memberikan Membuka dan Memberikan Arahan Pada Pembekalan Pengawas Sekolah.

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka tingkat TK, SD, SMP di Kota Payakumbuh, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan pembekalan  pengawas  TK, SD,  SMP dan Penilik di lingkungan Dinas Pendidikan kota Payakumbuh. Pembekalan dilaksanakan hari Kamis, tanggal 12 Mei 2022, di ruang pengawas, Lantai 2 Kantor Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd. Pada kesempatan tersebut juga hadir Kabid Pendidikan Dasar,Fiqih Rahmat, S.Kom, Kasi PNFI, Soni Taizar, S.Sos, Kasi Kurikulum, Femiria Sari,SE dan Kasi PTK, Rahmawati,S.Pd. Adapun pemateri pembekalan oleh Drs. Armi, M.M. sebagai Koordinator Pengawas kota Payakumbuh.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan telah melakukan beberapa persiapan/proses untuk pelaksanaan kurikulum merdeka serta menjalin komunikasi yang baik dengan Kemendikbudristek. Pengawas diminta untuk mendata IKM  (Implementasi Kurikulum Merdeka) di semua sekolah binaan, jika masih ada sekolah yang belum pada level dua, maka disarankan untuk dilakukan perbaikan.

Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd meminta Pengawas sekolah untuk mengumpulkan semua ketua komunitas IGTK, KKG, MGMP, KKKS dan MKKS untuk menyamakan persepsi IKM, mencocokkan program, menyamakan persepsi terkait strategi IKM, penggunaan akun pembelajaran dan pembuatan perangkat pembelajaran. Pengawas juga diminta, harus mendata guru yang sudah menggunakan akun belajar dan yang belum.

Terakhir, Kepala Dinas Pendidikan berpesan, agar pengawas sekolah mengawal PSP dan PGP. “Sebelum pelaksanaan kurilkulum nanti akan diadakan louncing pelaksanaan kurikulum merdeka dengan menghadirkan pihak pihak terkait”. “Dalam pelaksanaan tugas pengawas, Dinas Pendidikan akan memberikan dukungan dan pendampingan sehingga mampu memberdayakan rekan rekan guru dalam pelaksanaan kurikulum nanti”, tambahnya.

Semenjak kurikulum merdeka mulai diluncurkan dan diujicobakan secara terbatas di beberapa kota, pengawas sekolah di Kota Payakumbuh sudah membahas, mendiskusikan terkait perubahan dan esensi kurikulum baru tersebut. Setelah disepakati bahwa sekolah Payakumbuh mendaftar untuk melaksanakan kurikulum merdeka, maka  persiapan pengawas semakin diintensifkan, sebagai bekal untuk melakukan pembinaan dan pendampingan ke sekolah binaan.

Drs.Armi, MM Sebagai Pemateri Pembekalan

Drs.Armi, MM sebagai koordinator pengawas selalu membantu, memandu dan menyajikan terkait kurikulum merdeka ini.  Pengawas yang mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan juga membagikan materi dan memandu diskusi terkait bahan yang diperoleh di pelatihan, diantaranya: Rosmanidar,S.Pd, Nurseha,S.Pd, Syarfionarita,S.Pd dan Marizon Neldi,S.Pd.

Materi  yang diberikan oleh Drs.Armi,MM dalam pembekalan ini yakni : Persiapan sekolah serta persiapan guru dalam menghadapi kurikulum merdeka yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2022/2023.

Beberapa persiapan sekolah yang dibahas diantaranya: Menyusun KOSP (Kurikulum Operasional satuan Pendidikan), Sekolah memiliki dokumen kebijakan Kurikulum sebagai dasar berpijak bagi sekolah. Memahami kerangka dasar Kurikulum, memahami struktur kurikulum, memahami capaian pembelajaran, menyusun perangkat ajar, memahami Projek penguatan P3 (Profil Pelajar Pancasila), memahami pembelajaran dan asesmen, memahami mekanisme pelaksanaan kurikulum dan evaluasi kurikulum. Penguasaan materi di atas tentu harapannya agar kurikulum tersebut bisa terlaksana secara baik. Kegiatan pembekalan berjalan lancar mulai dari pukul 8.00 wib pagi sampai pukul 16.00 wib. Semua peserta mengikuti kegiatan dengan serius, bersemangat sampai acara selesai. Pengawas sekolah sebagai pembina, pendamping dan pembimbing  pelaksanaan kurikulum  diharapkan, mampu menjalankan tugasnya dengan baik dengan bekal yang sudah disiapkan dari Dinas Pendidikan

Pengumuman PPDB Yang Diterima dan Cadangan

Pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di Kota Payakumbuh untuk tingkat SD dan SMP pada TP.2022/2023 dilaksanakan secara online. Untuk jadwal pendaftaran PPDB online dibuka pada tanggal 18 s.d 26 April 2022. Ada 3 jalur untuk PPDB tingkat SD dan SMP yaitu zonasi+afirmasi,prestasi dan perpindahan tugas. Adapun tahap selanjutnya yakni pengumuman siswa baru yang diterima dan cadangan, berdasarkan hasil verifikasi yang sebelumnya telah dilakukan pengolahan data pada tanggal 9-11 Mei 2022 oleh masing-masing sekolah.

Pengumuman Tingkat SD

SDN 01 Payakumbuh .

SDN 02 Payakumbuh

SDN 03 Payakumbuh

SDN 04 Payakumbuh

SDN 05 Payakumbuh

SDN 06 Payakumbuh

SDN 07 Payakumbuh

SDN 08 Payakumbuh

SDN 09 Payakumbuh

SDN 10 Payakumbuh

SDN 11 Payakumbuh

SDN 12 Payakumbuh

SDN 13 Payakumbuh

SDN 14 Payakumbuh

SDN 15 Payakumbuh

SDN 16 Payakumbuh

SDN 17 Payakumbuh

SDN 18 Payakumbuh

SDN 19 Payakumbuh

SDN 20 Payakumbuh

SDN 21 Payakumbuh

SDN 22 Payakumbuh

SDN 23 Payakumbuh

SDN 24 Payakumbuh

SDN 25 Payakumbuh

SDN 26 Payakumbuh

SDN 27 Payakumbuh

SDN 28 Payakumbuh

SDN 29 Payakumbuh

SDN 30 Payakumbuh

SDN 31 Payakumbuh

SDN 32 Payakumbuh

SDN 33 Payakumbuh

SDN 34 Payakumbuh

SDN 35 Payakumbuh

SDN 36 Payakumbuh

SDN 37 Payakumbuh

SDN 38 Payakumbuh

SDN 39 Payakumbuh

SDN 40 Payakumbuh

SDN 41 Payakumbuh

SDN 42 Payakumbuh

SDN 43 Payakumbuh

SDN 44 Payakumbuh

SDN 45 Payakumbuh

SDN 46 Payakumbuh

SDN 47 Payakumbuh

SDN 48 Payakumbuh

SDN 49 Payakumbuh

SDN 50 Payakumbuh

SDN 51 Payakumbuh

SDN 52 Payakumbuh

SDN 53 Payakumbuh

SDN 54 Payakumbuh

SDN 55 Payakumbuh

SDN 56 Payakumbuh

SDN 57 Payakumbuh

SDN 58 Payakumbuh

SDN 59 Payakumbuh

SDN 60 Payakumbuh

SDN 61 Payakumbuh

SDN 62 Payakumbuh

SDN 63 Payakumbuh

SDN 64 Payakumbuh

SDN 65 Payakumbuh

SDN 66 Payakumbuh

Pengumuman Tingkat SMP

SMPN 1 Payakumbuh

SMPN 2 Payakumbuh

SMPN 3 Payakumbuh

SMPN 4 Payakumbuh

SMPN 5 Payakumbuh

SMPN 6 Payakumbuh

SMPN 7 Payakumbuh

SMPN 8 Payakumbuh

SMPN 9 Payakumbuh

SMPN 10 Payakumbuh

Jika ada kekeliruan terkait hasil PPDB ini, maka akan diperbaiki dikemudian hari

Oleh : Admin (Sari Otavia,S.Sos)

Gerakan ‘Semedi’ Dinas Pendidikan Meningkatkan Literasi

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan, tidak lepas dari upaya peningkatan kemampuan literasi . Literasi merupakan salah satu hal yang esensial dalam pendidikan karena literasi sendiri adalah kemampuan seseorang untuk menyerap informasi, menganalisis, berkomentar dan berpikir kritis terhadap informasi yang didapatnya. Terlebih dalam percepatan akses jaringan internet saat ini, menjadikan kemampuan literasi menjadi sangat penting apalagi bagi tenaga pendidik dan peserta didik .

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dinakhodai Dr.Dasril S.Pd M.Pd membuat gebrakan untuk meningkatkan kemampuan Literasi melalui Gerakan “Semedi” (Sekolah Menulis di Media). Menggandeng Padang Ekspres, sebuah media cetak harian terkemuka di Ranah Minang , Dinas Pendidikan mendorong tenaga Pendidik dan tenaga kependidikan untuk menulis menyampaikan ide atau gagasannya seputar dunia pendidikan. Dalam sebuah kerjasama yang ditandatangani pada pertengahan April kemaren, Padek memberi ruang dengan meyediakan sebuah halaman yang berisi tulisan dari pelaku pendidikan di Kota Payakumbuh khususnya guru-guru yang berada di jenjang PAUD, SD, SMP dan pendidikan Kesetaraan. Untuk memaksimalkan gerakan ini, Dinas Pendidikan membentuk Tim Semedi yang langsung diketuai oleh Kepala Dinas Kota Payakumbuh dan didukung oleh anggota yang terdiri dari Sekretaris Dinas Pendidikan (Roza Aulia S.STP,M.si) , Kabid Paudni (Syafni Hasni S.Pd), Perencana (Efriyanti Harefa S.Pd), Kasi Kurikulum SD (Nelwita, SE), Kasi Kurikulum SMP (Femiria Sari, SE) dan Sari Oktavia,S.Sos.

Meskipun masing-masing personil Tim Semedi memiliki beban kerja yang cukup tinggi di Dinas Pendidikan, namun dalam rangka mendukung upaya peningkatan Literasi, kegiatan Gerakan ‘Semedi “cukup menantang, sebagaimana disampaikan Femiria Sari SE selaku Kasi Kurikulum SMP. Gerakan “Semedi” lebih kepada upaya memotivasi guru (pada khususnya) untuk menuangkan ide atau gagasannya dalam sebuah tulisan. Jika dilihat pada prakteknya, ada banyak ide atau “best praktise’ yang telah dilakukan guru dalam melaksanakan tugs dan fungsinya. Namun kadangkala kendala yang dihadapi adalah ketika tulisan yang telah dibuat, tidak ada wadah yang menampungnya. “Kita bersyukur bahwa melalui Koran Padek, tulisan-tulisan tersebut dapat dipublish sehingga diharapkan menjadi sebuah motivasi yang luar biasa bagi tenaga pendidik lainnya untuk meningkatkan literasinya.

Tim Semedi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd
Roza Aulia,S.STP,M.Si Syafni Hasni, S.Pd Efriyanti Harefa,S.Pd
Femiria Sari,SE Nelwita,SE Sari Oktavia,S.Sos

Meraih Asa Di Balik Jeruji melalui “Pentas”

Sebut saja namanya Anto, seorang pemuda berusia sekitar dua puluhan, tak kuasa menahan haru ketika namanya dinyatakan lulus dan berhak menerima ijazah lulus paket C /setara SMA.  Dengan mata berkaca-kaca ia menyebutkan bahwa tiga tahun yang ketika palu hakim diketuk menjatuhkan vonis untuknya yang terbukti  terlibat dalam sebuah kasus kejahatan maka seketika itu juga ia beranggapan bahwa tamatlah dunianya untuk hidup dengan baik. Masa depan suram segera terbayang oleh pemuda tamatan SMP ini. Hari-hari menanti kebebasan dari balik jeruji di Lapas Kota Payakumbuh bagaikan sebuah perjalanan panjang yang tiada berujung. Namun secercah harapan tiba-tiba hadir memberi asa yang nyaris hilang.

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Lapas Kota Payakumbuh memberi peluang bagi warga binaan untuk menambah ilmu meningkatkan kualifikasi melalui Pendidikan Kesetaraan di Lapas (Pentas). Warga Binaan yang belum menamatkan pendidikannya di tingkat SD, SMP ataupun SMA dapat mengikuti pendidikan melalui jalur pendidikan non formal dengan proses belajar mengajar di Lapas. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melalui Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Payakumbuh memberikan layanan kepada warga belajar yang berminat meningkatkan/melanjutkan pendidikannya. Lapas Kota Payakumbuh menyediakan fasilitas berupa ruang belajar yang berada di dalam kompleks Lapas.

Anto dan sejumlah warga binaan lainnya segera memanfaatkan peluang ini. Mereka dengan tekun mengikuti pembelajaran yang diajarkan pamong/tutor dari SPNF Kota Payakumbuh secara berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Disela-sela mengikuti kegiatan binaan di Lapas, maka mengikuti proses pembelajaran kesetaraan menjadi sebuah aktivitas yang mewarnai kehidupan mereka. Pepatah mengatakan bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Anto dan dan kawan-kawanya yang berjumlah lebih kurang 46 orang sebagai siswa angkatan pertama, pada April 2022 berhasil mendapatkan ijazah tamat sekolah paket sesuai dengan tingkatan masing-masing.

Dr.Dasril S.Pd M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Koa Payakumbuh dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa Pentas (Pendidikan Kesetaraan di Lapas) merupakan sebuah inovasi Dinas Pendidikan untuk pemerataan kesempatan mendapatkan akses layanan pendidikan serta mewujudkan prinsip education for all dan longlifi education.

Inovasi ini berawal dari data pada tahun 2020 yang menunjukkan bahwa di Lapas ada lebih kurang 40 warga binaan yang belum menamatkan pendidikan dan bersedia melanjutan pendidikannya apabila diberi peluang. Hal ini segera disikapi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan Kepala Lapas Kota Payakumbuh.

Awal Januari 2020, kesepakatan segera dituangkan dalam sebuah Perjanjian Kerjasama dimana diantaranya disebutkan bahwa Lapas Kota Payakumbuh memfasilitasi terselenggaranya Pendidikan Kesetaraan di Lapas dengan memberi kesempatan kepada warga binaan dan menyediakan ruangan untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Disisi lain, Dinas Pendidikan menyediakan Pamong/tutor yang menjadi pengajar serta sepenuhnya bertanggungjawab pada proses terselenggaranya pembelajaran di Lapas. Pada tahap awal dimulainya “Pentas” diikuti sebanyak 40 orang warga binaan, terbagi dalam 3 program yakni paket A sebanyak 7 orang, paket B sebanyak 15 orang dan paket C sebanyak 18 orang. Pada Tahun Ajaran 2021/2022, angkatan pertama ini berhasil lulus mengikuti ujian nasional sebanyak 29 siswa terdiri dari paket A 7 orang, paket B 10 orang dan paket C 12 orang.

Lebih lanjut Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd menjelaskan bahwa apabila ada warga binaan yang telah menyelesaikan masa hukumannya namun belum menyesaikan pendidikannya, selepas dari Lapas didorong untuk meneruskan pendidikannya melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar ) yang ada di Payakumbuh yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan.

Di Kota Payakumbuh ada 5 lembaga PKBM yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan. Satu yang diselenggarakan pemerintah yakni SPNF SKB Kota Payakumbuh dan ada 4 yang diselenggarakan masyarakat yakni PKBM Kembang Delima, PKBM Tahfizul Qur’an, PKBM Al Fatih dan PKBM Dhua’fa Mandiri. Pada saat mengikuti pendidikan kesetaraan di PKBM, peserta didik tidak dipungut biaya alias gratis. “Pendidikan Kesetaraan hadir untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang mengalami masalah mengikuti pendidikan di sekolah formal untuk dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya,memberikan peluang untuk meningkatkan karir atau mencari pekerjaan dengan latar belakang jenjang pendidikan yang lebih baik, dan lebih utamanya adalah bahwa pendidikan non formal mengisi ruang-ruang yang tidak dapat dipenuhi sekolah formal sehingga layanan pendidikan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pentas” adalah salah satu wujud dimana proses pendidikan tidak dapat dibatasi oleh ketuk palu vonis hakim di meja persidangan dan dinginnya jeruji di Lapas . Masih ada ‘asa’, ketika seberkas cahaya dibawa oleh ‘Pentas’.  Penulis : Efriyanti Harefa,S.Pd (Perencana di Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh)

Kegiatan proses belajar mengajar di Lapas

Menuju IKM

Dunia pendidikan tidak terlepas dari kurikulum, yang diibaratkan sebagai mesin dalam sebuah kendaraan yang mesti di cek setiap saat. Begitu juga kurikulum, dalam rentang waktu 10 tahun mesti direvisi dan diperbarui. Namun hal ini menjadi slogan “ganti menteri ganti kurikulum”. Sepertinya slogan ini tidak tepat. Sejatinya kurikulum memiliki jangka waktu dalam pelaksanaannya.

Kurikulum 13 yang digunakan saat ini, penulis merasakan banyak kemudahan guru dalam mentransfer ilmu kepada siswa yang berperan aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Hal itu sesuai dengan tujuan dari kurikulum itu sendiri.

Namun sering dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam program Merdeka Belajar episode 15 akan meluncurkan kurikulum baru “Kurikulum Merdeka”.

Dari literatur yang penulis baca, Kurikulum Merdeka manjadi penyempurna dari Kurikulum 13. Kurikulum Merdeka terpusat ke siswa yang mana guru hanya sebagai fasilitator. Menarik untuk kita tunggu bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) sudah bisa dilakukan pada tahun pelajaran 2022/2023 dengan berbagai pilihan. Dalam menentukan pilihan IKM, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan keleluasaan pada satuan pendidikan berdasarkan angket kesiapan IKM yang mengukur bagaimana kesiapan guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Adapun pilihan pertama adalah Mandiri Belajar, pilihan yang memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10. Pilihan kedua yaitu Mandiri Berubah, pilihan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10. Dan pilihan ketiga yang merupakan Mandiri Berbagi, pilihan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Di SD Negeri 31 Payakumbuh yang merupakan tempat penulis mengabdi, akan menerapkan IKM dengan pilihan kedua.


Penulis: BAYU PRIYATNO,S.Pd (Guru SDN 31 Payakumbuh)