Menuju IKM

Dunia pendidikan tidak terlepas dari kurikulum, yang diibaratkan sebagai mesin dalam sebuah kendaraan yang mesti di cek setiap saat. Begitu juga kurikulum, dalam rentang waktu 10 tahun mesti direvisi dan diperbarui. Namun hal ini menjadi slogan “ganti menteri ganti kurikulum”. Sepertinya slogan ini tidak tepat. Sejatinya kurikulum memiliki jangka waktu dalam pelaksanaannya.

Kurikulum 13 yang digunakan saat ini, penulis merasakan banyak kemudahan guru dalam mentransfer ilmu kepada siswa yang berperan aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Hal itu sesuai dengan tujuan dari kurikulum itu sendiri.

Namun sering dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam program Merdeka Belajar episode 15 akan meluncurkan kurikulum baru “Kurikulum Merdeka”.

Dari literatur yang penulis baca, Kurikulum Merdeka manjadi penyempurna dari Kurikulum 13. Kurikulum Merdeka terpusat ke siswa yang mana guru hanya sebagai fasilitator. Menarik untuk kita tunggu bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) sudah bisa dilakukan pada tahun pelajaran 2022/2023 dengan berbagai pilihan. Dalam menentukan pilihan IKM, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan keleluasaan pada satuan pendidikan berdasarkan angket kesiapan IKM yang mengukur bagaimana kesiapan guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Adapun pilihan pertama adalah Mandiri Belajar, pilihan yang memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10. Pilihan kedua yaitu Mandiri Berubah, pilihan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10. Dan pilihan ketiga yang merupakan Mandiri Berbagi, pilihan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Di SD Negeri 31 Payakumbuh yang merupakan tempat penulis mengabdi, akan menerapkan IKM dengan pilihan kedua.


Penulis: BAYU PRIYATNO,S.Pd (Guru SDN 31 Payakumbuh)

3 komentar pada “Menuju IKM”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *