Upaya meningkatkan kualitas pendidikan, tidak lepas dari upaya peningkatan kemampuan literasi . Literasi merupakan salah satu hal yang esensial dalam pendidikan karena literasi sendiri adalah kemampuan seseorang untuk menyerap informasi, menganalisis, berkomentar dan berpikir kritis terhadap informasi yang didapatnya. Terlebih dalam percepatan akses jaringan internet saat ini, menjadikan kemampuan literasi menjadi sangat penting apalagi bagi tenaga pendidik dan peserta didik .
Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dinakhodai Dr.Dasril S.Pd M.Pd membuat gebrakan untuk meningkatkan kemampuan Literasi melalui Gerakan “Semedi” (Sekolah Menulis di Media). Menggandeng Padang Ekspres, sebuah media cetak harian terkemuka di Ranah Minang , Dinas Pendidikan mendorong tenaga Pendidik dan tenaga kependidikan untuk menulis menyampaikan ide atau gagasannya seputar dunia pendidikan. Dalam sebuah kerjasama yang ditandatangani pada pertengahan April kemaren, Padek memberi ruang dengan meyediakan sebuah halaman yang berisi tulisan dari pelaku pendidikan di Kota Payakumbuh khususnya guru-guru yang berada di jenjang PAUD, SD, SMP dan pendidikan Kesetaraan. Untuk memaksimalkan gerakan ini, Dinas Pendidikan membentuk Tim Semedi yang langsung diketuai oleh Kepala Dinas Kota Payakumbuh dan didukung oleh anggota yang terdiri dari Sekretaris Dinas Pendidikan (Roza Aulia S.STP,M.si) , Kabid Paudni (Syafni Hasni S.Pd), Perencana (Efriyanti Harefa S.Pd), Kasi Kurikulum SD (Nelwita, SE), Kasi Kurikulum SMP (Femiria Sari, SE) dan Sari Oktavia,S.Sos.
Meskipun masing-masing personil Tim Semedi memiliki beban kerja yang cukup tinggi di Dinas Pendidikan, namun dalam rangka mendukung upaya peningkatan Literasi, kegiatan Gerakan ‘Semedi “cukup menantang, sebagaimana disampaikan Femiria Sari SE selaku Kasi Kurikulum SMP. Gerakan “Semedi” lebih kepada upaya memotivasi guru (pada khususnya) untuk menuangkan ide atau gagasannya dalam sebuah tulisan. Jika dilihat pada prakteknya, ada banyak ide atau “best praktise’ yang telah dilakukan guru dalam melaksanakan tugs dan fungsinya. Namun kadangkala kendala yang dihadapi adalah ketika tulisan yang telah dibuat, tidak ada wadah yang menampungnya. “Kita bersyukur bahwa melalui Koran Padek, tulisan-tulisan tersebut dapat dipublish sehingga diharapkan menjadi sebuah motivasi yang luar biasa bagi tenaga pendidik lainnya untuk meningkatkan literasinya.
Tim Semedi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh



