TK Dharma Bhakti Kota Payakumbuh yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Tanjung Pauh Kec. Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh meluncukan suatu invonasi yang berjudul Kapamalaya (Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembiayaan Pendidikan. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bentuk bantuan pembiayaan pendidikan di TK Dharma Bakti. Kapamalaya adalah sebuah inovasi berupa kegiatan membuat celengan bersama untuk pengumpulan dana dan pemanfaatan lahan kosong dibelakang sekolah untuk ditanami buah-buahan dan sayuran.
Kepala TK Dharma Bakti Rapat Dengan Stakeholder Terkait
Celengan bersama diisi oleh masyarakat dan dikumpulkan oleh pengurus mesjid setiap hari Jum’at setelah sebelumnya pihak sekolah berkomitmen dengan pengurus masjid untuk memfasilitasi pengumpulan dana sumbangan untuk membantu pembiayaan operasional TK. Dana yang terkumpul diberikan kepada bendahara sekolah melalui Kepala TK Dharma Bhakti, selanjutkan pihak sekolah memanfaatkan untuk biaya operasional sekolah dan biaya pendidikan lainnya. Menurut pengurus masjid Al Mutaqin bapak Ak.Dt.Asa Dirajo, Bahwa pengurus masjid dan kepala sekolah telah bekerja sama dan sepakat untuk pengumpulan dana infaq untuk membantu operasional sekolah sejak bulan Februari 2021 dan dana terkumpul rata-rata Rp.100.00,- tiap minggu, tuturnya sesudah sholat Ashar saat ditemui penulis di mesjid Al Mutaqin.
Melalui dana yang didapatkan dari celengan tersebut, jumlah SPP yang harus dibayarkan orang tua pun menjadi lebih ringan. Selanjutnya pemanfaatan lahan kosong yang hasilnya diberikan kepada anak didik seperti sayuran kangkung, buah pepaya, terung, dll. Inovasi ini sangat memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik. Pelaksanaan inovasi ini direspon positif masyarakat, masyarakat pun merasa sangat dihargai dan disadarkan akan pentingya membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi generasi mendatang.
Celengan Dalam Bentuk Kotak Infak Sedekah di Masjid
Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh memberikan dukungan penuh dan berharap agar inovasi ini tidak hanya berhenti sampai disitu saja, selalu munculkan dan kembangkan inovasi-inovasi baru selanjutnya. Sekolah TK, SD dan SMP diharapkan juga memunculkan inovasi-inovasi bagi kemajuan pendidikan di kota Payakumbuh khususnya.
Kepala TK Dharma Bhakti, Ninta Arika,S.Pd Aud. berharap inovasi ini dapat berkembang dan pendekatannya yang selama ini kepada masyarakat sekitar TK Dharma Bakti dapat terus didukung stake holder terkait. Sehingga pembiayan pendidikan di TK Dharma Bhakti dapat terbantu untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan. Ini salah satu upaya dalam meningkatkan citra baik sekolah dan kepercayaan masyarakat pada dunia pendidikan pada umumnya
Proses Pemanfaatan Lahan Kosong Dibelakang Sekolah Ditanami Buahan dan Sayuran
Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan ke 3 secara Nasional dan Program Guru Penggerak (PGP) angkatan ke 6 merupakan paket Program Merdeka Belajar Kemdikbudristek RI yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh. PSP dan PGP berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul kepala sekolah untuk PSP dan guru dengan PGP . Adapun beberapa manfaat PSP dan PGP bagi daerah maupun untuk sekolah diantaranya mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah (dalam kurun waktu 3 tahun pelajaran bagi sekolah), meningkatkan kompetensi SDM di sekolah (kepala sekolah dan guru) serta percepatan digitalisasi sekolah guru dan siswa.
Kota Payakumbuh merupakan 1 dari beberapa daerah di Indonesia yang lulus PSP angkatan 3 dan PGP angkatan ke 6 di tahun 2022. Untuk mempersiapkan PSP dan PGP ini, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menyiapkan langkah dalam pelaksanaan program dimaksud yakni melaksanakan Sosialisasi PSP dan PGP Tahun 2022, Sosialisasi PSP dan PGP ini dilaksanakan pada tanggal sejak 4 Februari 2022 bertempat di Aula Ngalau Indah Lantai III Balaikota Payakumbuh dengan sasaran Kepala TK, SD, SMP Negeri/Swasta se-Kota Payakumbuh, Ketua MGMP se-Kota Payakumbuh, Ketua KKG se-Kota Payakumbuh, Ketua IGTK Kota Payakumbuh selanjutkan dilakukan coaching clinic bagi individual Kepsek dan Guru yang sudah mendaftar tapi terkendala proses penyelesaian seperti menjawab pertanyaan essay dan submit.
Kegiatan ini dibuka langsung Asisten III Pemerintah Kota Payakumbuh Amriul Dt. Karayiang serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr. Dasril, S.Pd,M.Pd. Adapun Narasumber kegiatan ini berasal dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumbar yang awalnya bernama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ( LPMP ) Sumbar dan BP PAUD DIKMAS Prop.Sumbar, terdiri dari Delfiati, M.Pd (Widyaprada Ahli Madya merupakan Anggota Satgas Sekolah Penggerak), Alfitriati, M.Pd (Widyaprada Ahli Madya), Dr. Yenita Irawati, M.Pd (Widyaprada Ahli Madya merupakan Fasilitator Guru Penggerak Jangkar Kota Payakumbuh) dan narasumber dari Kota Payakumbuh yaitu Shahrul, M.Pd yang merupakan Asesor Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak.
Amriul Dt.Karayiang selaku Asisten III Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membuka kegiatan ini berharap agar guru di Kota Payakumbuh dapat terus meningkatkan kompetensi serta selalu mengikuti perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi untuk mendukung program digitalisasi sekolah termasuk program -program terbaru dari Kemdikbudristek RI. Kepala Sekolah dapat bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk pengembangan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd berharap agar Kepala Sekolah yang telah mendaftar pada Program Sekolah Penggerak agar mengikuti perkembangan dari tahap-tahap pelaksanaan seleksi sampai lulus dengan lebih matang, sungguh-sungguh dan tepat jadwal dan bagi kepala sekolah yang terkendala serta belum menyelesaikan pendaftaran online PSP, diminta untuk diskusikan dengan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan para fasilitator lokal seperti para pengawas satuan pendidikan masing-masing.
“Budaya kan praktek baik untuk mencegah perudungan karena selagi ada perundungan maka program merdeka belajar sulit untuk diterapkan. Program Sekolah Penggerak dengan menggunakan kurikulum Prototype dengan konsep merdeka belajar. Salah satu karakteristik Kurikulum Prototipe adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Sedangkan konsep Merdeka Belajar merupakan suatu konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing”, tambah Kepala Dinas Pendidikan.
Dalam rangka percepatan vaksinasi siswa usia 6-11 tahun, Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak (PSP) serta Program Guru Penggerak (PGP) di Kota Payakumbuh dan Persiapan Ujian Akhir Kelas 6 SD. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan Sosialisasi Percepatan Vaksinasi 6-11 Tahun, Persiapan Ujian Akhir Kelas 6 SD dan Program Sekolah Pengerak yang dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2022 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi Kabid PTK,Drs.Danil Defo,M.Si, Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat,Sy.S.Kom, Kasi Kurikulum SD,Nelwita,SE, Kasi PTK Dikdas,Nelfia Anendri,S.Ip, Pengawas SD, Syahrul,S.Pd (Assesor Sekolah Penggerak dan Assesor Guru Penggerak) dihadiri Kepala SD Negeri dan Swasta se-Kota Payakumbuh .
Dalam membuka kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan,Dr,Dasril,S.Pd,M.Pd menghimbau sekaligus memotivasi Kepala Sekolah agar dapat memotivasi siswanya dan walimurid untuk melaksanakan vaksinasi 6-11 tahun dan juga pihak sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi atau pengetahuan kepada walimurid tentang pentingnya vaksinasi ini.
Selanjutnya, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd menyampaikan Program Sekolah Pengerak (PSP) dan Program Guru Penggerak (PGP) adalah suatu program upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
Di Tingkat Nasional, Kota Payakumbuh terpillih dan termasuk kedalam 10 daerah yang lulus untuk mengikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan ke 3 . Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan menghimbau Kepala Sekolah yang telah memenuhi syarat agar melakukan pendaftaran online sebagai Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak (PSP). Salah satu keuntungan kepala sekolah yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak yakni Kepala Sekolah secara otomatis diperpanjang masa jabatannya 1 periode dengan artian memperoleh peluang melanjutkan periode berikutnya tanpa adanya uji kompetensi, tambah Kepala Dinas Pendidikan.
Terkait Pelaksanaan Ujian Akhir Kelas 6 SD, Kepala Dinas Pendidikan menghimbau agar sekolah dapat menyiapkan materi soal untuk pelaksanaan ujian akhir yang telah ditentukan sesuai dengan kalender pendidikan serta bagaimana persiapan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan ujian akhir kelas 6 SD, ulas Kepala Dinas Pendidikan.
Drs.Danil Defo,M.Si selaku Kabid PTK menambahkan bahwa dalam rangka percepatan vaksinasi usia 6-11 tahun, diharapkan sekolah dapat segera mengikutkan siswanya p untuk melaksanakan vaksinasi. Kerjasama Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dalam pelaksanaan vaksin siswa sudah berjalan baik. Dinas Kesehatan telah menyediakan tim vaksinator permasing-masing puskesmas se-Kota Payakumbuh dan membantu sosialisasi.
Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat,Sy.S.Kom menyampaikam beberapa point penting dalam tahapan ANBK (Assessmen Nasional Berbasis Kompetensi) dan juga mengingatkan peran sekolah dalam mengantisipasi siswa korban perundungan/bullying.
Pada hari selasa, tanggal 25 Januari 2022, bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Jln. Gelatik Puti Elok Tigo Koto Diateh, dilaksanakan pertemuan antara Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang dengan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Pihak UNP yang dimotori oleh Drs. Arydie Adnan,M. Si adalah wakil Direktur Bidang Pendampingan, Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr. Aisiah,M.Pd merupakan Sekretaris PKSBE dan jajaran terlibat pembicaraan intens dengan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, DR.Dasril,S.Pd, M.Pd didampingi Kabid Dikdas, Fiqih Rahmat,SY. S,Kom, dan Kasi Kurikulum SD,Nelwita,SE,Kasi Kurikulum SMP, Femiria Sari,SE, Kasi PTK Dikdas, Nelfia Anendri,S.Ip, Efriyanti Hareva,S.Pd (Perencana) dari Dinas Pendidikan.
Pembicaraan tersebut terkait Penjajakan Kerjasama dibidang Pendidikan Kota Payakumbuh terkait Rencana Penyusunan Master Plan Pendidikan Kota Payakumbuh dan Rencana Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal serta Program Unggulan Kota Payakumbuh dibidang Pendidikan lainnya. Pada prinsipnya UNP dalam hal ini, PKSBE menyambut baik rencana kerjasama yang ditawarkan Dinas Pendidikan, dimana sejak tahun 2013, UNP telah lama bekerjasama dengan Pemko Payakumbuh (BAPPEDA) dan Dinas Pendidikan terkait kegiatan penelitian dibidang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan, DR.Dasril,S.Pd,M.Pd berharap agar kerjasama ini kedepannya dapat terwujud sesuai dengan harapan serta tujuan . Sebab dua kegiatan penting ini (Penyusunan Masterplan dan Kurikulum Muatan Lokal) merupakan kebutuhan penting untuk menjamin terselenggaranya pendidikan Payakumbuh yang cerdas, berkualitas, berakhlak dan berkarakter.
DR.Aryadie Adnan dalam penjelasannya menyatakan bahwa rencana pembuatan master plan pendidikan Kota Payakumbuh perlu mempertimbangkan sejumlah aspek terutama arah dan kebijakan pendidikan Payakumbuh 5 tahun kedepan. Sedangkan DR.Aisyiyah menyebutkan bahwa dalam penyusunan kurikulum perlu kajian yang lebih dalam terkait materi kurikulum tersebut yang mengakomodir keunikan Kota Payakumbuh itu sendiri dilihat dari segi alam budaya dan adat istiadat.
Setelah sukses melaksanakan vaksinasi pelajar usia 12 tahun keatas sebanyak 10.438 orang dengan capaian 92,31 persen. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Tim Satgas Covid-19 kembali melanjutkan program vaksinasi untuk siswa berusia 6-11 tahun. Pelaksanan vaksinasi untuk anak berusia 6-11 tahun didahului dengan dilaksanakannya sosialisasi kepada seluruh Kepala SD negeri dan swasta dan Pengawas Sekolah se-Kota Payakumbuh dengan mendatangkan Dr.Elfitrimelly,Spa.Biomed (spesialis anak) kemudian tahap selanjutnya sekolah melaksanakan sosialisasi dengan orangtua siswa dan stakeholder terkait yang didampingi dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, anggota satuan Polsek bhabinkantibmas, Kelurahan dan Kecamatan.
Setelah melaksanakan tahapan persiapan tersebut, Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mulai beraksi melaksanakan vaksinasi bagi siswa Kota Payakumbuh berusia 6-11 tahun. Pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi siswa berusia 6-11 tahun ini dilaksanakan perdana pada hari Jum’at, tanggal 21 Januari 2022 di SD Pius Payakumbuh dengan vaksinator dari Puskesmas Lampasi.
Kadisdik, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd memantau langsung pelaksanaan perdana vaksinasi Covid-19 siswa usia 6-11 Tahun
Pelaksanaan vaksinasi dihadiri dan dipantau langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi Kabid PTK Dinas Pendidikan Drs.Danil Defo,M.Si, Rahmadini,SE,M.SI (Koordinator Data Dinas Pendidikan) juga dihadiri Kepala Kesbangpol, Budhy Dharma Permana,M.Par, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kabid P3Kesmas, Fatmanelly,SKM MARS.
Dalam membuka dan memberikan arahan pada kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd menyampaikan bahwa SD Pius ditunjuk perdana dalam pelaksanaan vaksinasi siswa berusia 6-11 tahun di Kota Payakumbuh di karenakan sekolah ini mendapatkan izin orangtua yang terbanyak pertama yakni sebanyak 189 siswa mengantongi izin untuk divaksin. Selanjutnya pelaksanaan vaksinasi hari ke dua pada tanggal 22 Januari 2022 akan dilaksanakan sebanyak 916 orang siswa dari 7 sekolah SD yakni SDN 06 Payakumbuh, SDN 09 Payakumbuh , SDN 14 Payakumbuh, SDN 26 Payakumbuh, SDN 61 Payakumbuh, SDN 66 Payakumbuh, SDN 31 Payakumbuh.
Di Kota Payakumbuh, dari 81 SD negeri dan swasta sebanyak 14.541 orang siswa SD berusia 6-11 tahun yang akan divaksin covid-19. Pelaksanaan vaksinasi siswa usia 6-11 tahun ini akan dilaksanakan bertahap sampai tercapainya di angka 100 persen, tambah Kepala Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan memberikan semangat kepada para siswa yang akan divaksin, agar lebih semangat meningkatkan imun tubuh diantaranya dengan melaksanakan vaksinasi covid-19 serta menjaga asupan makanan sehat dan seimbang supaya prestasi pelajar dapat meningkat, ulas Kepala Dinas Pendidikan.
Safari tim kecil Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dimulai dari Payakumbuh menuju BIM-Jakarta-Surabaya-Lumajang/Semeru-Bandung-Batu/Malang terus menyeberang via selat Bali menuju Denpasar dan Kembali dari Ngurah Rai ke Payakumbuh lewat Sutan Syarif Qasim II di pertengan bulan Januari 2022 adalah safari yang berkesan dan penuh kenangan yang berlangsung selama 4-5 hari perjalanan.
Tim ini berjulukan tim “Empati Semeru Disdik Payakumbuh” alias ESDP. Anggota ESDP terdiri dari unsur pimpinan, staf dan pejabat fungsional pengawas, kepala sekolah dan guru dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Terbentuknya ESDP secara tidak sengaja tapi setelah safari berlangsung ternyata tim ini semakin solid dan tangguh. Tim ESDP berawal ketika adanya permohonan kegiatan studi tiru yang diajukan oleh beberapa orang kepala sekolah yang sudah selesai berkutat dengan perjuangan mencapai target vaksinasi siswa umur 12 tahun keatas di SD sejak bulan Oktober 2021 sehingga pada awal November 2021 bisa mencapai target vaksinasi hingga 92 % siswa umur 12 tahun lebih sehingga izin Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) 100 % mulai diberlakukan di Sekolah se Kota Payakumbuh mulai awal November 2021. Sebanyak 15 Kepala sekolah, pengawas dan guru mangajukan permohonan izin studi tiru tentang Program Sekolah Penggerak (PSP) yang akan segera dilaksanakan di Kota Payakumbuh sebagai implementasi program Kemdikbudristek RI kepada Kepala Dinas Pendidikan.
Waktu itu Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasil,S.Pd,M.Pd belum memberikan izin menunggu selesai ujian semester 1 dan penyerahan rapor siswa semester 1 tahun pelajaran 2021-2022 dulu di tanggal 3 Januari 2022. Namun perkembangan selanjutnya ada tugas baru semua kepala sekolah yakni mensosialisasikan pelaksanaan vaksinasi untuk siswa SD umur 6-11 tahun dibawah koordinasi Dinas Pendidikan. Maka lagi-lagi izin perjalanan ditunda diberikan Kepala Dinas Pendidikan sampai sosialisasi vaksin untuk siswa 6-11 tahun selesai dilaksanakan di semua sekolah bagi yang mengajukan izin bepergian. Dalam waktu beriringan Dinas Pendidikan juga mengumpulkan donasi untuk membantu layanan pendidikan di tenda-tenda pengungsian korban erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur sampai sebelum berangkat tanggal 16 Januari 2022 sudah terkumpul dana hasil donasi siswa, guru dan keluarga besar Dinas Pendidikan sebayak Rp. 50 juta lebih.
Selanjutnya setelah Kepala Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang Jatim dan minta izin kepada pimpinan daerah untuk dapat memberikan izin kepada ESDP berangkat, disepakatilah bahwa ESDP diizinkan berangkat dengan catatan bantuan untuk korban erupsi Semeru berupa uang dari Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dan sekolah senilai Rp.50 juta lebih dan dari komunitas Seni Luaklimopuluah senilai Rp. 4.500 ribu dan Randang dari Pemerintah Kota Payakumbuh sebanyak 116 kg dan dari RAPI ( Radio Antar Penduduk Indonesia) Payakumbuh-Limapuluh Kota sebanyak 100 kg harus diantarkan dan disalurkan oleh ESDP langsung ke titik sasaran pengungsian di Kab.Lumajang. Dengan segala persiapan yang matang sambil menunggu kedatangan vaksin untuk siswa umur 6-11 tahun yang belum sampai di Kota Payakumbuh maka berangkatlah rombongan ESDP dari Kota Payakumbuh menuju Lumajang lewat BIM transit di Soetta dan landing di Juanda Surabaya serta lewat jalur darat dari Surabaya menuju Lumajang via Probolinggo. Perjalanan darat dengan bus dari Surabaya menuju Lumajang memakan waktu semalaman dan pagi istirahat serta sarapan di Probolinggo sebelum bertolak melanjutkan safari menuju Lumajang.
Sampai di Lumajang ESDP disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang Drs. Agus Salim M.Pd bersama Kabid Dikdas Drs. Suryadi M.Pd, Kabid PTK Irwanto, S.Pd dan pejabat lainnya dari BPBD dan Bappeda, Kasi dan Korwas serta Kepala Sekolah setempat pada hari Minggu, 16 Januari 2022 dengan hidangan yang tersaji di meja ruangan aula Dinas Pendidikan Kab.Lumajang tempat serah terima bantuan. Sebelum acara serahterima bantuan dilakukan Kabid Dikdas Disdik Kab.Lumajang Suryadi mempresentasikan video kondisi sekolah dan aktifitas Proses Belajar Mangajar ( PBM ) ditenda-tenda pengungsian yang masih berlangsung sampai saat informasi ini ditulis. Berbagai upaya dan bantuan untuk penanggulangan dampak terhadap layanan pendidikan yang terganggu telah dilakukan Pemkab Kab.Lumajang bersama pemerintah pusat melalui Kemdikbudristek RI dan berbagai bantuan berdatangan.” Sampai saat ini ada 25 sekolah TK, SD dan SMP yang terdampak tertimbun debu vulkanik baik tebal maupun sebagian dan belum bisa difungsikan secara utuh, makanya kami melakukan layanan pembelajaran ditenda-tenda pengungsian karena disamping warga masih mengungsi sekolah terdampak belum semuanya bisa difungsikan kembali”, Kata Suryadi sambil presentasi dengan tayangan video dan data sekolah serta personil pendidikan korban erupsi melalui layar LCDnya.
Selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang Drs. Agus Salim M.Pd mengucapkan terima kasih dan salam buat Pemerintah Kota Payakumbuh yang telah berkenan membantu dengan berdonasi dan diantar langsung ke Lumajang,” Terima kasih banyak atas wujud empati dan silaturahmi tim ESDP Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang telah berkenan datang langsung ke Lumajang membantu kami, titip salam dan terima kasih kami keluarga besar Dinas Pendidikan Kab.Lumajang untuk Pemko Payakumbuh melalui tim ESDP Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.” Pesan Agus Salim Kadisdik Kab.Lumajang.
Selesai tugas pertama, rombongan kembali melanjutkan perjalanan darat menuju pulau dewata melewati kota Batu dan Malang untuk belajar pelaksanaan Program Sekolah Penggerak ( PSP ) di SD di Kota Denpasar yang telah melaksanakan PSP sejak angkatan ke 1 sedangkan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh baru akan melaksanakan PSP angkatan ke 3 tahun 2022 ini. Sementara itu, Kadisdik Kota Payakumbuh kembali dari Lumajang dengan bus menuju Bandara Juanda untuk terbang ke Bandung melakukan penandatanganan MoU PSP bersama Walikota Payakumbuh yang sedang dinas luar bersama tim di Bandung.
Setelah MoU antara Walikota Payakumbuh H.Riza Falepi ST, MT dengan Direktur Jenderal Pendidikan PAUD, Dikdas & Menengah Kemdikbudristek RI Jumadi ditanda tangani. Kadisdik Kota Payakumbuh melanjutkan perjalanan ke Kemdikbudristek RI untuk berkoordinasi terkait tindak lanjut PSP melalui Direktorat SMP sebelum kembali bergabung dengan Tim ESDP yang telah terlebih dahulu menuju Denpasar Bali.
Kunjugan studi tiru PSP dan Adiwiyata di kota Denpasar menyasar 3 buah sekolah dasar yakni SDN 18 Pemecutan pimpinan kepsek I Komang Adi Swardhita S.Pd , SDN 29 Pemecutan pimpinan kepsek Ni Made Parmiati S.Pd.SD dan SDN Tulang Ampiang kepsek I Made Astawa M.Pd di Denpasar. Kehadiran tim ESDP disambut dengan hangat dan akrab dengan penampilan tarian adat Bali serta suguhan makanan khas Bali. Hadir menyambut tim ESDP yang di pimpin Kadisdik DR Dasril Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar yang diwakili oleh Kasi Kesiswaan dan Pengembangan Karakter Disdikpora Ni Wayan Artini S.Pd, Ketua KKKS Ke.Denpasar Utara I Wayan Cana Ardika S.Pd, Koordinator Pengawas Dra. Tatik Dwi Wahyuni M.Pd , Kepala Sekolah dari 3 sekolah yang bertetangga tersebut. Salah satu SDnya yakni SDN Tulang Ampiang sedang melaksanakan vaksinasi dosis 2 untuk siswa umur 6-11 tahun. Kepala SDN 18 Pemecutan I Komang Adi Swardhita S.Pd mempresentasikan dengan sangat menarik tahap-tahap yang sudah dilakukan sekolah dan guru-gurunya dalam mengimplementasikan program PSP dan kurikulum Prototipe yang dikembangkan Kemdikbudristek RI sejak tahun 2020 yang lalu.” Kami telah melaksanakan berbagai aktifitas dan kegiatan terkait PSP dan kurikulum prototipe di SDN 18 Pemecutan ini walaupun ada berbagai kendala dan tantangan kami terus bergerak secara sistem sesuai mekanisme dalam tahapan PSP, Lebih jauh I Komang menjelaskan untuk suksesnya Program Guru Penggerak ( PGP ) kuncinya setiap guru harus kreatif, inovatif dan berperan aktif secara personal dan di SDN 18 Pemecutan dilakukan setiap minggu kegiatan KKG dengan tajuk Jumat Berseri serta setiap bulan ada lokakarya. Terkait program PSP kepala sekolah harus mampu menggerakan dirinya dan personil sekolah dalam sistem manajemen. Keuntungan melaksanakan PSP adalah sekolah memperoleh alokasi dana BOS Kinerja yang cukup besar dan dapat kesempatan menerapkan kurikulum Prototipe” . Kata I Komang Adi Swardhita S.Pd selaku kepala sekolah. Selanjutnya di SDN 29 Pemecutan pimpinan Ni Made Parmiati S.Pd SD lebih menyejukkan lagi. Lingkungan pekarangan sekolahnya yang tertata hijau dengan berbagai tanaman yang berdaun segar dan berbuah yang dirawat bersama oleh guru-guru melalui pengaturan pembagian tugas terhadap 25 orang guru yang memandu 535 murid dalam menjaga kebersihan dan perawatan tanaman di pekarangan sekolah yang tumbuh subur dan berbunga tersebut karena di sekolah itu hanya ada 1 penjaga sekolah honorer.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Kadisdik Dasril berharap “Agar setiap anggota Tim ESDP setelah kembai ke Payakumbuh berperan aktif dalam mensukseskan Program PSP dan capaian vaksinasi siswa usia 6 s/d 11 tahun yg di mulai hari Jumat, 21 Januari 2022 di Payakumbuh”. Pungkas Kepala Dinas Pendidikan.
Erupsi gunung Semeru yang memuntahkan lahar tidak hanya berdampak pada kerusakan alam dan lingkungan saja, tetapi pembelajaran dan layanan pendidikan di satuan pendidikan pun ikut terganggu. Dunia Pendidikan juga merasakan dampak yang tak kalah dahsyatnya yakni rusak dan porak-porandanya lembaga pendidikan, wafatnya beberapa pelajar, tertimbun dan tak bisa difungsikan sekolah-sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SLTA seperti yang dialami Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur. Ada beberapa gedung bangunan TK, SD dan SMP yang belum dapat difungsikan sampai saat ini. Berdasarkan data di Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang setidaknya ada 25 Satuan Pendidikan dari jenjang TK sampai dengan SLTP yang terdampak langsung baik rusak sedang, berat dan bahkan tertimbun abu vulkanik sehingga tidak dapat difungsikan untuk proses belajar mengajar.
” Sampai saat ini murid-murid TK, SD dan SMP dibawah binaan Dinas Pendidikan Kabupeten Lumajang masih banyak yang mengikuti PBM (proses belajar mengajar) di tenda-tenda pembelajaran darurat karena dari 25 sekolah terdampak secara fisik belum dapat difungsikan lagi semuanya disamping itu, erupsi lahar gunung Semeru masih berlansung”. Kata Agus Salim, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang yang didampingi Kabid Pendidikan Dasar, Drs. Suryadi, M.Pd. dan Kabid GTK Heriwanto, S.Pd.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd
Mengetahui kabar duka dari dunia pendidikan di Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur tersebut Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dipimpin Dr.H.Dasril,S.Pd,M.Pd bersama jajaran bergerak mewujudkan rasa empati warga pendidikan Kota Payakumbuh untuk berdonasi mengumpulkan sumbangan dari siswa dan guru dibawah koordinasi kepala sekolah dari awal bulan Desember Tahun 2021. Sampai awal Januari 2022 sudah terkumpul donasi sumbangan untuk membantu PBM di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang sebanyak Rp. 50.000.000 lebih.
Sumbangan yang telah terkumpul tersebut dititipkan kepada tim Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bersama Pengawas dan Kepala Sekolah yang akan berangkat studi tiru progam sekolah penggerak ke kota Denpasar Propinsi Bali untuk singgah dan menyerahkan bantuan dulu ke Kabupaten Lumajang dengan menempuh jalan darat dari Kota Surabaya setelah terbang dari BIM ke Surabaya dengan transit di Bandara Soetta. Rombongan insan pendidikan dari Payakumbuh ini memulai perjalanan darat hari Sabtu pagi pukul 03.30 WIB menuju BIM dan dilanjutkan dengan pesawat ke Surabaya dan sampai di Lumajang hari Minggu, 16 Januari 2022 pukul 09.00 pagi setelah melewati dan sempat istirahat sejenak di Probolinggo. Tentunya rombongan ini membawa bahan bantuan uang tunai dan Randang dari Pemko Payakumbuh sebagai oleh-oleh khas” Payakumbuh City Of Randang” sebanyak 116 kg dan dari Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia ( RAPI ) yang ditipkan oleh pengurus RAPI Teja, Mak Pono, dkk sebanyak 100 kg yang dititip melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs. Rida Ananda, M.Si didampingi Kabag Kesra Irwan Suwandhi S.IP. Disamping itu ada juga titipan dana sumbangan dari Yayasan Insan Seni Luaklimopuluah senilai Rp.4.500.000 yang dititipkan koordinatornya H.Wan Martabak Mesir, Hen Ambo,dkk kepada Dr.Dasril, S.Pd, M.Pd (Kadis Pendidikan Kota Payakumbuh).
Sumbangan yang disalurkan Pemko Payakumbuh melalui tim Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh kepada warga pendidikan Kab.Lumajang melalui Dinas Pendidikan Kab.Lumajang terdiri dari : 1. Dana sumbangan berasal dari murid, guru TK, SD, SMP serta pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sebanyak Rp.50.000.000.-2. Dana sumbangan berasal dari Komunitas Yayasan Insan Seni Luak limopuluah dibawah pimpinan. H.Wan Martabak mesir , Hen Ambo dkk sebanyak Rp. 4.500.000,- 3. Randang dari Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia ( RAPI)/Orari sebanyak 100 kg 4. Randang dari Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh ( Setdako ) sebanyak 116 kg yang dititipkan kepada tim Dinas Pendidikan oleh Wawako Erwin Yunaz, SE, MM didampingi asisten 2 Elzadaswarman M.PPM dan Kadis NAKERIN Dra. Yunida Fatwa M.Si di Sentra Randang sebelum tim berangkat ke Semeru.
Pada hari Minggu, 16 Jan 2021 Bantuan sebagai wujud empati para insan pendidikan kota Payakumbuh diantar langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.H.Dasril, S.Pd,M.Pd yang didampingi Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Drs. Danil Defo, M.Si. Kabid Pendidikan Dasar Fiqih Rahmat Sy, S.Kom, Kasi PTK Dikdas Nelvia Anendri S.IP, Megawati, S.Pd (petugas pengumpul sumbangan) dan Kevin Tri Putra staf pelaksana yang diterima di aula Dinas Pendidikan Kab.Lumajang sebagai posko penanggulangan pendidikan pasca erupsi Semeru tanggal 4 Desember 2021 lalu. Hadir menerima penyerahan bantuan dari Kota Payakumbuh Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang Agus Salim, M.Pd yang didampingi Kabid Dikdas Drs.Suryadi,M.Pd bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang serta perwakilan kepala TK, SD dan SMP yang terdampak erupsi lahar Gunung Semeru Kab.Lumajang.
Anggota rombongan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh juga ikut berempati datang ke Lumajang dari Payakumbuh adalah sebagai berikut: Syarfionarita S.Pd ( Pengawas SD), Erizal, S.Pd ( Pengawas SD), Erni A, S.Pd. ( Pengawas TK), Ananda Putra S.Pd,M.Pd, ( Kepala SDIT IPHI) sekaligus Koordinator kunjungan, Amperawati,S.Pd ( Kepala SDN 21 Labuh Baru), Yulianti, S.Pd ( Kepala SDN 05 Payakumbuh), Wantri Hardi, S.Pd ( Kepala SDN.50 Payakumbuh), Rosa Yamini S.Pd ( Kepala SDN 49 Payakumbuh), Nikmat Elva S.Pd. M.Pd ( Kepala SDN 47 Payakumbuh), Rini Usnaini, S.Pd ( Kepala SDN 44 Payakumbuh), Refdinel S.Pd.( Kepala SDN 52 Payakumbuh), Rasmiati S.Pd.( Kepala SDN 12 Payakumbuh), Aisyah S.Pd ( Kepala SDN 54 Payakumbuh), Deri Sasmita, S.Pd ( Kepala SDN 40 Payakumbuh), Nurmita S.Pd.( Kepala SDN 41 Payakumbuh) Elides Usni S.Pd. AUD ( Kepala TK IPHI), Rismaini S.Pd. AUD. ( Kepala TK Bhakti Payakumbuh) serta Bayu Priyatno, S.Pd ( Guru SDN 31 Payakumbuh), Arfah, S.PdI. dan Akhirman Tias( Guru SDN 47 Payakumbuh), Nurhalma S.Pd.( Guru SDN 41 Payakumbuh), Nefriwati S.Pd.(Guru SDN 64 Payakumbuh.
Keberangkatan insan Pendidikan Kota Payakumbuh yang berempati terhadap duka pendidikan dampak erupsi Semeru ini, atas biaya pribadi dan izin dari pimpinan daerah yang sekaligus untuk belajar bagaimana kiat penanganan masalah pendidikan yang terdampak bencana alam seperti manajemen belajar mengajar dalam situasi darurat di tenda-tenda pengungsian.
Walikota Payakumbuh H. RIZA Falepi, ST, MT dalam arahannya kepada tim melalui Kepala Dinas Pendidikan agar menyampaikan rasa empati dari warga Payakumbuh untuk warga Kab.Lumajang yang terdampak erupsi gunung Semeru dan menghormati kearifan lokal setempat dan jaga kesehatan serta laksanakan protokol kesehatan dalam berkunjung ke manapun termasuk ke Kab.Lumajang”. Demikian arahan Walikota Payakumbuh dua periode ini dibalik gagang ponselnya.
Semua sumbangan diatas disalurkan lansung melalui arahan Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang Agus Salim M.Pd dan tim untuk dimanfaatkan segera warga sekolah TK, SD dan SMP terdampak erupsi Gunung Semeru dalam melaksanakan PBM bagi siswa-siswi dan guru-guru sekolah-sekolah terdampak bencana erupsi Semeru. Penyerahan secara resmi paket bantuan dilansungkan di Kantor Dinas Pendidikan Kab.Lumajang oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh DR. Dasril S.Pd., M.Pd. dan tim. Rombongan insan pendidikan kota Payakumbuh ini selanjutnya meninjau lokasi terdampak erupsi Semeru sebelum bertolak ke Bali untuk studi tiru program Sekolah Penggerak di Pulau Dewata melalui Kota Malang dan Batu. Selanjutnya rombongan ini dipimpin oleh Fiqih Rahmat Sy. S.Kom Kabid Kabid Dikdas dan Drs.Danil Defo M.Si Kabid PTK. Sedangkan Kadisdik Dasril kembali ke Jakarta via Surabaya untuk melanjutkan altifitas tugas kedinasan lainnya. “Selamat beraktifitas pak dan kami lanjutkan lagi perjalanan sampai jumpa lagi di Payakumbuh”, kata Nanda Putra, M.Pd Kepala SD IPHI selaku Koordinator lapangan perjalanan ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd
Untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan pada masing-masing satuan pendidikan perlu dilakukan pengawasan. Pengawas sekolah sangat dibutuhkan dan juga memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Tugas pokok Pengawas Sekolah yakni melakukan Pengawasan Akademik dan Manejerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan Program Pengawasan, Pelaksanaan Pembinaan, Pemantauan dan Pelajaran 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan.
Untuk kelancaran dan terarahnya kepengawasan tersebut, maka pengawas perlu menyusun pedoman dalam melakukan pembinaan. Dalam kerangka ini, pengawas di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan Raker (Rapat Kerja) Pernyusunan Program Tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari, Kamis dan Jumat tanggal 13 dan 14 Januari 2022 bertempat di Ruang Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Jln. Gelatik (Puti Elok) Kelurahan Tigo Koto Diate Kecamatan Payakumbuh Utara.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan,Roza Aulia,S.Stp,M.Si, Kabid PTK,Drs.Danil Defo,M.Si, Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat,Sy.S.Kom, Kabid PNFI, Syafni Hasni, S.Pd serta dihadiri pengawas sekolah TK,SD, dan SMP di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Dalam membuka rapat ini, Kepala Dinas menyampaikan beberapa kebijakan di Dinas Pendidikan yang perlu mendapat perhatian pengawas kedepannya. Diantaranya, Program Sekolah Penggerak, Organisasi Penggerak dan Guru Penggerak. Pengawas diminta untuk mensosialisasikan ke sekolah binaan serta mendorong guru untuk bisa mengikuti seleksi guru penggerak.
“Ke depan guru diharapkan untuk menggunakan akun pembelajaran dalam proses pembelajaran, Untuk itu guru dan siswa harus mengaktifkan akun pembelajaran, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sudah bekerjasama dengan PUSDATIN Kemdikbud (Pusat Data dan Informasi) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Pusdatin siap membantu kendala yang dihadapi dalam penggunaan akun belajar tersebut. Pengawas sekolah diminta mensosialisasikan penggunaan akun belajar di sekolah binaan masing-masing” tambah Kepala Dinas.
Kepala Dinas juga mengingatkan, agar sekolah menjalin kerjasama dengan Kominfo Kota Payakumbuh. Sekolah diharapkan bisa menganggarkan dan untuk menghubungkan jaringan (kabel) kominfo ke sekolah, sehingga penggunaan internet bisa lebih baik. Apabila sekolah merencanakan pembelian laptop atau komputer maka diharapkan bisa berkonsultasi dulu dengan Dinas Pendidikan dan Kominfo terkait spesifikasi komputer dan komponennya yang akan dibeli sehingga sesuai dengan kebutuhan ke depan.
Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun menjadi program yang harus disukseskan. Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Meminta Pengawas Sekolah untuk bisa mendorong dan memotivasi sekolah. Pengawas sekolah diminta untuk mendapatkan data berapa sekolah yang sudah sosialisasi dan berapa jumlah siswa yang bersedia divaksin.
Memperkuat Kerjasama Pendidikan Kesetaraan di Lapas Payakumbuh, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd mendatangi Lapas Payakumbuh.
Salah satu inovasi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yakni Pentas (Pendidikan Kesetaraan di Lapas), yang telah dimulai sejak tahun ajaran 2020/2021 memberikan kesempatan kepada warga binaan di Lapas Kota Payakumbuh untuk menyelesaikan pendidikannya melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Dalam rangka memperkuat kerjasama dengan Lapas Payakumbuh dalam bentuk peningkatan kualifikasi napi di-Kota Payakumbuh, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi oleh Kabid Paudni,Syafni Hasni,S.Pd dan Kasi Pendidikan Non Formal dan Informal,Drs. Asmar Efendi mendatangi langsung Kepala Lapas Payakumbuh guna membahas program kerjasama (PKS) dan MoU dari program-program pendidikan kesetaraan antara Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan Kepala Lapas Payakumbuh.
Harapan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, agar program yang telah terjalin antara Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan Lapas Payakumbuh dapat terus berjalan kedepan, lebih ditingkatkan dan juga dikembangkan, tidak hanya untuk peningkatan kualifikasi pendidikan saja tetapi juga peningkatan kompetensi melalui pendidikan keterampilan yang diprogramkan. Pendidikan keterampilan dimaksud yakni paket-paket pelatihan keterampilan kecakapan hidup dan pramuka.
“Diharapkan dengan adanya pendidikan keterampilan, dapat memberikan pembekalan kompetensi keterampilan bagiwarga binaan juga dapat meningkatkan skill nya tersebut. Ini bertujuan dengan meningkatnya keterampilan dapat meningkatkan kesejahteraan dalam menghidupi keluarganya apabila telah keluar dari Lapas”, Tambah Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Dalam membahas program ini, Kepala Lapas Kota Payakumbuh yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Napi/Anak Didik dan Kegiatan Kerja,Rizawaldi,SH,MM dan Kasubsi Regbimas,Adeka Fitria,SH berharap kepada Dinas Pendidikan, agar program ini dapat terus terlaksana pada tahun-tahun selanjutnya, dan Kepala Lapas juga berharap Dinas Pendidikan agar memberikan bantuan dalam bentuk sarana penunjang pendidikan kesetaraan di Lapas.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd
Menyongsong awal tahun 2022, pada hari selasa tanggal 4 Januari 2022, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dalam rangka mengoptimalkan kinerja pegawai dan penataan organisasi, mengadakan rapat dengan seluruh personil Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dihadiri oleh para pimpinan (Pejabat Struktural dan Fungsional) dan staf yang terdiri dari Kepala Dinas,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd, Sekretaris, Joni,S.Sos, Kabid PTK,Drs.Danil Defo,M.Si, Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat,Sy.S.Kom, Kabid Paudni,Syafni Hasni,S.Pd, Kepala SPNF SKB, Zulhasbi,S.Pd, ASN (PNS dan Non PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, DR.Dasril,S.Pd,M.Pd dalam kegiatan ini berharap agar masing-masing personil Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh untuk dapat meningkatkan kinerjanya setelah adanya penataan organisasi ini dan juga dapat mengoptimalkan dalam memberikan pelayanan sehingga target dan prestasi kerja dapat diraih.
“Setiap kita mempunyai kemampuan (potensi) tinggal bagaimana menggali, mengembangkan dan menggunakan potensi yang ada pada diri. Mengembangkan potensi itu bergantung pada motivasi diri, karena dalam pengembangan potensi diri merupakan suatu proses yang sistematis dan bertahap. Potensi diri pegawai yang berdampak pada kinerja pegawai itu sendiri juga dapat berdampak sangat besar bagi organisasi dalam mencapai tujuan,” tambah Bapak Kepala Dinas Pendidikan.
Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh juga menghimbau dan memotivasi pegawai untuk mengembangkan potensi, kinerja pegawai dengan motto yakni Bekerja Cerdas, Bekerja Sama (team), dan Bekerja Ikhlas.
“Sesuai kebijakan Pemerintah Pusat dalam penyederhanaan birokrasi, 4 orang pejabat struktural Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh berubah menjadi fungsional, semoga dengan adanya ini supaya lebih meningkatkan keprofesionalannya” ,tambah Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Adapun pejabat dimaksud yakni Efriyanti Hareva,S.Pd dari Kasubbag Program dan Keuangan menjadi Perencana, Rahmadini,SE,M.Si dari Kasi Pengolahan Data Pendidikan menjadi Analis Kebijakan, Dani Yuliadi,ST,MT dari Kasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar menjadi Analis Kebijakan, Rahmawati,S.Sos dari Kasi Sarana dan Prasarana PAUD dan PAUDNI menjadi Penilik.
(Kiri ke kanan) Kabid Paudni, Kasubag Kepegawaian, Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kabid PTK, Kabid Dikdas
Kabid PTK, Drs.Danil Defo,M.Si dalam kegiatan ini menambahkan,”Sebuah organisasi akan tetap hidup dan berkembang diperlukan penataan dan perubahan yang diwujudkan dalam bentuk reposisi sehingga organisasi berjalan dalam koridor yang tepat. Dengan adanya penataan organisasi tersebut diharapkan apa yang menjadi tujuan dapat dicapai dengan baik. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan team yang kuat, koordinasi yang mantap dan tujuan yang sama, One Team, One Dream, One Goals”
“Mari kita dukung mutasi staf yg sudah di lakukan, tujuan nya adalah sebagai bentuk penyegaran dan kebutuhan organisasi di dinas pendidikan, supaya kita semua lebih semangat dan lebih optimal dalam pelayanan pendidikan yg baik di Payakumbuh”, ulas Fiqih Rahmat,S.Kom, Kabid Dikdas.
Selanjutnya Kabid Paudni,Syafni Hasni,S.Pd menyampaikan bahwa “Jajaran Paudni siap bertekad untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan anak usia dini (Paud) dan Pendidikan non formal informal termasuk pendidikan kesetaraan. Semoga dengan rotasi dijajaran Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dapat membawa semangat baru dalam peningkatan kinerja maupun pelayanan pendidikan anak usia dini, pendidikan non formal informal. Semoga kedepan nya paud, pendidikan non formal informal dapat memberikan konstribusi yang maksimal terhadap pendidikan di kota Payakumbuh”.