Pengumuman PPDB Yang Diterima dan Cadangan

Pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di Kota Payakumbuh untuk tingkat SD dan SMP pada TP.2022/2023 dilaksanakan secara online. Untuk jadwal pendaftaran PPDB online dibuka pada tanggal 18 s.d 26 April 2022. Ada 3 jalur untuk PPDB tingkat SD dan SMP yaitu zonasi+afirmasi,prestasi dan perpindahan tugas. Adapun tahap selanjutnya yakni pengumuman siswa baru yang diterima dan cadangan, berdasarkan hasil verifikasi yang sebelumnya telah dilakukan pengolahan data pada tanggal 9-11 Mei 2022 oleh masing-masing sekolah.

Pengumuman Tingkat SD

SDN 01 Payakumbuh .

SDN 02 Payakumbuh

SDN 03 Payakumbuh

SDN 04 Payakumbuh

SDN 05 Payakumbuh

SDN 06 Payakumbuh

SDN 07 Payakumbuh

SDN 08 Payakumbuh

SDN 09 Payakumbuh

SDN 10 Payakumbuh

SDN 11 Payakumbuh

SDN 12 Payakumbuh

SDN 13 Payakumbuh

SDN 14 Payakumbuh

SDN 15 Payakumbuh

SDN 16 Payakumbuh

SDN 17 Payakumbuh

SDN 18 Payakumbuh

SDN 19 Payakumbuh

SDN 20 Payakumbuh

SDN 21 Payakumbuh

SDN 22 Payakumbuh

SDN 23 Payakumbuh

SDN 24 Payakumbuh

SDN 25 Payakumbuh

SDN 26 Payakumbuh

SDN 27 Payakumbuh

SDN 28 Payakumbuh

SDN 29 Payakumbuh

SDN 30 Payakumbuh

SDN 31 Payakumbuh

SDN 32 Payakumbuh

SDN 33 Payakumbuh

SDN 34 Payakumbuh

SDN 35 Payakumbuh

SDN 36 Payakumbuh

SDN 37 Payakumbuh

SDN 38 Payakumbuh

SDN 39 Payakumbuh

SDN 40 Payakumbuh

SDN 41 Payakumbuh

SDN 42 Payakumbuh

SDN 43 Payakumbuh

SDN 44 Payakumbuh

SDN 45 Payakumbuh

SDN 46 Payakumbuh

SDN 47 Payakumbuh

SDN 48 Payakumbuh

SDN 49 Payakumbuh

SDN 50 Payakumbuh

SDN 51 Payakumbuh

SDN 52 Payakumbuh

SDN 53 Payakumbuh

SDN 54 Payakumbuh

SDN 55 Payakumbuh

SDN 56 Payakumbuh

SDN 57 Payakumbuh

SDN 58 Payakumbuh

SDN 59 Payakumbuh

SDN 60 Payakumbuh

SDN 61 Payakumbuh

SDN 62 Payakumbuh

SDN 63 Payakumbuh

SDN 64 Payakumbuh

SDN 65 Payakumbuh

SDN 66 Payakumbuh

Pengumuman Tingkat SMP

SMPN 1 Payakumbuh

SMPN 2 Payakumbuh

SMPN 3 Payakumbuh

SMPN 4 Payakumbuh

SMPN 5 Payakumbuh

SMPN 6 Payakumbuh

SMPN 7 Payakumbuh

SMPN 8 Payakumbuh

SMPN 9 Payakumbuh

SMPN 10 Payakumbuh

Jika ada kekeliruan terkait hasil PPDB ini, maka akan diperbaiki dikemudian hari

Oleh : Admin (Sari Otavia,S.Sos)

Gerakan ‘Semedi’ Dinas Pendidikan Meningkatkan Literasi

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan, tidak lepas dari upaya peningkatan kemampuan literasi . Literasi merupakan salah satu hal yang esensial dalam pendidikan karena literasi sendiri adalah kemampuan seseorang untuk menyerap informasi, menganalisis, berkomentar dan berpikir kritis terhadap informasi yang didapatnya. Terlebih dalam percepatan akses jaringan internet saat ini, menjadikan kemampuan literasi menjadi sangat penting apalagi bagi tenaga pendidik dan peserta didik .

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dinakhodai Dr.Dasril S.Pd M.Pd membuat gebrakan untuk meningkatkan kemampuan Literasi melalui Gerakan “Semedi” (Sekolah Menulis di Media). Menggandeng Padang Ekspres, sebuah media cetak harian terkemuka di Ranah Minang , Dinas Pendidikan mendorong tenaga Pendidik dan tenaga kependidikan untuk menulis menyampaikan ide atau gagasannya seputar dunia pendidikan. Dalam sebuah kerjasama yang ditandatangani pada pertengahan April kemaren, Padek memberi ruang dengan meyediakan sebuah halaman yang berisi tulisan dari pelaku pendidikan di Kota Payakumbuh khususnya guru-guru yang berada di jenjang PAUD, SD, SMP dan pendidikan Kesetaraan. Untuk memaksimalkan gerakan ini, Dinas Pendidikan membentuk Tim Semedi yang langsung diketuai oleh Kepala Dinas Kota Payakumbuh dan didukung oleh anggota yang terdiri dari Sekretaris Dinas Pendidikan (Roza Aulia S.STP,M.si) , Kabid Paudni (Syafni Hasni S.Pd), Perencana (Efriyanti Harefa S.Pd), Kasi Kurikulum SD (Nelwita, SE), Kasi Kurikulum SMP (Femiria Sari, SE) dan Sari Oktavia,S.Sos.

Meskipun masing-masing personil Tim Semedi memiliki beban kerja yang cukup tinggi di Dinas Pendidikan, namun dalam rangka mendukung upaya peningkatan Literasi, kegiatan Gerakan ‘Semedi “cukup menantang, sebagaimana disampaikan Femiria Sari SE selaku Kasi Kurikulum SMP. Gerakan “Semedi” lebih kepada upaya memotivasi guru (pada khususnya) untuk menuangkan ide atau gagasannya dalam sebuah tulisan. Jika dilihat pada prakteknya, ada banyak ide atau “best praktise’ yang telah dilakukan guru dalam melaksanakan tugs dan fungsinya. Namun kadangkala kendala yang dihadapi adalah ketika tulisan yang telah dibuat, tidak ada wadah yang menampungnya. “Kita bersyukur bahwa melalui Koran Padek, tulisan-tulisan tersebut dapat dipublish sehingga diharapkan menjadi sebuah motivasi yang luar biasa bagi tenaga pendidik lainnya untuk meningkatkan literasinya.

Tim Semedi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd
Roza Aulia,S.STP,M.Si Syafni Hasni, S.Pd Efriyanti Harefa,S.Pd
Femiria Sari,SE Nelwita,SE Sari Oktavia,S.Sos

Meraih Asa Di Balik Jeruji melalui “Pentas”

Sebut saja namanya Anto, seorang pemuda berusia sekitar dua puluhan, tak kuasa menahan haru ketika namanya dinyatakan lulus dan berhak menerima ijazah lulus paket C /setara SMA.  Dengan mata berkaca-kaca ia menyebutkan bahwa tiga tahun yang ketika palu hakim diketuk menjatuhkan vonis untuknya yang terbukti  terlibat dalam sebuah kasus kejahatan maka seketika itu juga ia beranggapan bahwa tamatlah dunianya untuk hidup dengan baik. Masa depan suram segera terbayang oleh pemuda tamatan SMP ini. Hari-hari menanti kebebasan dari balik jeruji di Lapas Kota Payakumbuh bagaikan sebuah perjalanan panjang yang tiada berujung. Namun secercah harapan tiba-tiba hadir memberi asa yang nyaris hilang.

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Lapas Kota Payakumbuh memberi peluang bagi warga binaan untuk menambah ilmu meningkatkan kualifikasi melalui Pendidikan Kesetaraan di Lapas (Pentas). Warga Binaan yang belum menamatkan pendidikannya di tingkat SD, SMP ataupun SMA dapat mengikuti pendidikan melalui jalur pendidikan non formal dengan proses belajar mengajar di Lapas. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melalui Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Payakumbuh memberikan layanan kepada warga belajar yang berminat meningkatkan/melanjutkan pendidikannya. Lapas Kota Payakumbuh menyediakan fasilitas berupa ruang belajar yang berada di dalam kompleks Lapas.

Anto dan sejumlah warga binaan lainnya segera memanfaatkan peluang ini. Mereka dengan tekun mengikuti pembelajaran yang diajarkan pamong/tutor dari SPNF Kota Payakumbuh secara berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Disela-sela mengikuti kegiatan binaan di Lapas, maka mengikuti proses pembelajaran kesetaraan menjadi sebuah aktivitas yang mewarnai kehidupan mereka. Pepatah mengatakan bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Anto dan dan kawan-kawanya yang berjumlah lebih kurang 46 orang sebagai siswa angkatan pertama, pada April 2022 berhasil mendapatkan ijazah tamat sekolah paket sesuai dengan tingkatan masing-masing.

Dr.Dasril S.Pd M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Koa Payakumbuh dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa Pentas (Pendidikan Kesetaraan di Lapas) merupakan sebuah inovasi Dinas Pendidikan untuk pemerataan kesempatan mendapatkan akses layanan pendidikan serta mewujudkan prinsip education for all dan longlifi education.

Inovasi ini berawal dari data pada tahun 2020 yang menunjukkan bahwa di Lapas ada lebih kurang 40 warga binaan yang belum menamatkan pendidikan dan bersedia melanjutan pendidikannya apabila diberi peluang. Hal ini segera disikapi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan Kepala Lapas Kota Payakumbuh.

Awal Januari 2020, kesepakatan segera dituangkan dalam sebuah Perjanjian Kerjasama dimana diantaranya disebutkan bahwa Lapas Kota Payakumbuh memfasilitasi terselenggaranya Pendidikan Kesetaraan di Lapas dengan memberi kesempatan kepada warga binaan dan menyediakan ruangan untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Disisi lain, Dinas Pendidikan menyediakan Pamong/tutor yang menjadi pengajar serta sepenuhnya bertanggungjawab pada proses terselenggaranya pembelajaran di Lapas. Pada tahap awal dimulainya “Pentas” diikuti sebanyak 40 orang warga binaan, terbagi dalam 3 program yakni paket A sebanyak 7 orang, paket B sebanyak 15 orang dan paket C sebanyak 18 orang. Pada Tahun Ajaran 2021/2022, angkatan pertama ini berhasil lulus mengikuti ujian nasional sebanyak 29 siswa terdiri dari paket A 7 orang, paket B 10 orang dan paket C 12 orang.

Lebih lanjut Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd menjelaskan bahwa apabila ada warga binaan yang telah menyelesaikan masa hukumannya namun belum menyesaikan pendidikannya, selepas dari Lapas didorong untuk meneruskan pendidikannya melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar ) yang ada di Payakumbuh yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan.

Di Kota Payakumbuh ada 5 lembaga PKBM yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan. Satu yang diselenggarakan pemerintah yakni SPNF SKB Kota Payakumbuh dan ada 4 yang diselenggarakan masyarakat yakni PKBM Kembang Delima, PKBM Tahfizul Qur’an, PKBM Al Fatih dan PKBM Dhua’fa Mandiri. Pada saat mengikuti pendidikan kesetaraan di PKBM, peserta didik tidak dipungut biaya alias gratis. “Pendidikan Kesetaraan hadir untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang mengalami masalah mengikuti pendidikan di sekolah formal untuk dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya,memberikan peluang untuk meningkatkan karir atau mencari pekerjaan dengan latar belakang jenjang pendidikan yang lebih baik, dan lebih utamanya adalah bahwa pendidikan non formal mengisi ruang-ruang yang tidak dapat dipenuhi sekolah formal sehingga layanan pendidikan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pentas” adalah salah satu wujud dimana proses pendidikan tidak dapat dibatasi oleh ketuk palu vonis hakim di meja persidangan dan dinginnya jeruji di Lapas . Masih ada ‘asa’, ketika seberkas cahaya dibawa oleh ‘Pentas’.  Penulis : Efriyanti Harefa,S.Pd (Perencana di Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh)

Kegiatan proses belajar mengajar di Lapas

Menuju IKM

Dunia pendidikan tidak terlepas dari kurikulum, yang diibaratkan sebagai mesin dalam sebuah kendaraan yang mesti di cek setiap saat. Begitu juga kurikulum, dalam rentang waktu 10 tahun mesti direvisi dan diperbarui. Namun hal ini menjadi slogan “ganti menteri ganti kurikulum”. Sepertinya slogan ini tidak tepat. Sejatinya kurikulum memiliki jangka waktu dalam pelaksanaannya.

Kurikulum 13 yang digunakan saat ini, penulis merasakan banyak kemudahan guru dalam mentransfer ilmu kepada siswa yang berperan aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Hal itu sesuai dengan tujuan dari kurikulum itu sendiri.

Namun sering dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam program Merdeka Belajar episode 15 akan meluncurkan kurikulum baru “Kurikulum Merdeka”.

Dari literatur yang penulis baca, Kurikulum Merdeka manjadi penyempurna dari Kurikulum 13. Kurikulum Merdeka terpusat ke siswa yang mana guru hanya sebagai fasilitator. Menarik untuk kita tunggu bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) sudah bisa dilakukan pada tahun pelajaran 2022/2023 dengan berbagai pilihan. Dalam menentukan pilihan IKM, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan keleluasaan pada satuan pendidikan berdasarkan angket kesiapan IKM yang mengukur bagaimana kesiapan guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Adapun pilihan pertama adalah Mandiri Belajar, pilihan yang memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10. Pilihan kedua yaitu Mandiri Berubah, pilihan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10. Dan pilihan ketiga yang merupakan Mandiri Berbagi, pilihan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Di SD Negeri 31 Payakumbuh yang merupakan tempat penulis mengabdi, akan menerapkan IKM dengan pilihan kedua.


Penulis: BAYU PRIYATNO,S.Pd (Guru SDN 31 Payakumbuh)

Meningkatkan Minat Dan Bakat Peserta Didik Melalui Ekstrakurikuler di SDN 02 Payakumbuh

Sekolah adalah tempat yang dijadikan untuk menemukan ilmu dan sebagai wadah untuk meningkakan segala minat dan bakat yang tersembunyi pada diri peserta didik. Potensi yang ada peserta didik dapat disalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang sering kita kenal dengan sebutan “ekskul” memberikan kontribusi positif dalam penguatan pendidikan karakter (PPK). Para guru menaruh harapan lebih kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan karakter profil Pelajar Pancasila yaitu : (1) berkebhinekaan global, (2) bergotong royong, (3) kreatif, (4) bernalar kritis, (5) mandiri, dan (6) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Agar Karakter Profil pelajar pancasila dapat dikembangkan, guru disekolah tidak hanya membimbing peserta didiknya dalam proses pembelajaran, namun peserta didik bisa difasilitasi dengan kegiatan ektrakurikuler yang dilaksanakan diluar jam pembelajaran tetapi masih dalam lingkup sekolah. Oleh sebab itu kegiatan ekstrakurikler harus dapat dilaksanakan dan dikelola dengan baik oleh pihak sekolah.

Seperti yang telah dilaksanakan oleh SD Negeri 02 Payakumbuh, banyak sekali hal yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan melalui kegiatan ekstrakuriler, terlebih lagi di sekolah ini juga memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler. Ditambah lagi dengan jumlah murid yang banyak dengan latar belakang, minat dan bakat yang berbeda, membuat sekolah ini kaya dengan potensi-potensi terpendam yang harus ditingkatkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah yang dipimpin oleh Ibu Irnawati, S.Pd ini mengajak guru-gurunya untuk membuat program ekstrakurikuler di sekolah guna membantu mengembangkan minat dan bakat peserta didik di SD Negeri 02 Payakumbuh. Banyak sekali kegiatan ekstrakurikuler yang sudah dilaksanakan di sekolah ini, selain kegiatan ekstrakurikelr wajib yaitu pramuka, sekolah juga melaksanakan kegiatan membentuk fisik peserta didik dengan kegiatan olahraga seperti ekskul renang, ekskul silat, ekskul PKS, ekskul UKS (dokter kecil), ekskul marching band. Kemudian pembinaan minat dan bakat peserta didik melalui kegiatan kesenian dan keterampilan seperti ekskul tari, dan ekskul memainkan alat musik seperti memainkan alat musik tradisional minangkabau yaitu talempong, ekskul pantomime, dan juga ekskul membuat anyaman. Selain itu tak kalah pentingnya SD Negeri 02 Payakumbuh juga mengembangkan pembangunan dan pengembangan mentalitas peserta didik melalui kegiatan keagamaan dan kerohanian melalui ekskul tahfidz untuk peserta didik mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 yang dilaksanakan dua kali seminggu.

Selanjutnya kegiatan ekstrakurikuler di SD Negeri 02 Payakumbuh juga mengembangkan dan melatih peningkatan literasi peserta didik melalui kegiatan ekskul baca puisi, ekskul cipta puisi, ekskul menulis cerpen, dan ekskul gambar cerita. Di bidang akademik dalam menghadapi kegiatan lomba Olimpiade Siswa Nasional (OSN) kepala sekolah juga meminta guru untuk membuat program ekstrakuriler. Peserta didik diberikan bekal untuk menghadapi lomba-lomba yang diadakan oleh pihak Dinas Pendidikan maupun lomba-lomba yang diadakan oleh kementrian Pendidikan dan juga oleh instansi lainnya. Kepala Sekolah bertekad menjadikan SD Negeri 02 Payakumbuh menjadi sekolah sang juara melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan di sekolah. Menjadikan peserta didik yang berprestasi sesuai minat dan bakatnya dan yang terpenting melalui kegiatan ekstrakurikuler ini bisa membentuk karakter peserta didik yang nantinya karakter baik tersebut bisa menjadi sebuah budaya yang tertanam dalam diri peserta didik.

Tidak dipungkiri melalui kegiatan ekstrakurikeler ini SD Negeri 02 Payakumbuh sudah berhasil mengantarkan peserta didiknya menjuarai berbagai lomba-lomba di segala bidang baik di tingkat kecamatan, kota, provinsi bahkan di tingkat nasional mulai ekstrakurikuler di bidang olahraga, kesenian, keagamaan, bidang akademik mapun bidang literasi. Tidak dipungkiri program ekstrakurikuler yang digagas oleh Kepala Sekolah SD Negeri 02 Payakumbuh ini bertujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan peserta didik dengan mengenal hubungan antar berbagai mata pelajaran, sekaligus menyalurkan minat dan bakat peserta didik yang muaranya membentuk karakter peserta didik. Di setiap masing-masing jenis kegiatan ekstrakurikuler punya pendamping atau pemandu dari guru. Dimana guru tersebut membuat programnya sesuai dengan jenis kegiatan ekstra yang diampunya. Kepala Sekolah menetapkan pembagian tugas masing-masing guru agar menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan kegiatan ekskul. Dengan pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler ini, Kepala Sekolah berharap pada setiap kegiatan ekskul di SDN 02 Payakumbuh setiap guru yang bertanggung jawab dapat membuat program dan rencana kerja sehingga dapat dijadikan pedoman untuk melakukan evaluasi  kegiatan guna peningkatan kegiatan untuk tahun-tahun berikutnya.


Penulis : Gustina M.Pd (Guru SDN 02 Payakumbuh)

“KURIKULUM MERDEKA, ANTARA OPSI DAN TANTANGAN”

Dalam dunia pendidikan, kurikulum merupakan hal yang sangat penting. Tanpa adanya kurikulum yang tepat, pendidik tidak memiliki pedoman yang jelas dalam melaksanakan pembelajaran atau memberikan evaluasi kepada peserta didik sehingga peserta didik tidak memperoleh target pembelajaran yang sesuai. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 19 disebutkan bahwa “kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan”.

Seiring berkembangnya zaman, kurikulum dalam dunia pendidikan terus mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan kebutuhan peserta didik, keadaan lingkungan dan masyarakat yang ada di era tersebut. Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning loss) dalam waktu yang cukup lama terutama dengan adanya pandemi Covid-19. Untuk memulihkan keadaan tersebut diperlukan perubahan yang sistematis, salah satunya melalui kurikulum sekolah.

Pada tahun 2022 ini, Kemendikbudristek memberikan tiga opsi kepada satuan pendidikan untuk melaksanakan kurikulum berdasarkan Standar Nasional Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan konteks masing-masing satuan pendidikan. Tiga opsi tersebut yaitu, menggunakan kurikulum 2013 secara penuh, menggunakan kurikulum darurat atau menggunakan kurikulum merdeka.

Kurikulum merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototype) merupakan pengembangan dan penerapan dari kurikulum darurat yang diluncurkan untuk merespon dampak pandemi Covid-19. Kurikulum merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Menteri Nadiem menyebutkan beberapa keunggulan kurikulum merdeka, diantaranya adalah: 1) Lebih sederhana dan mendalam, karena kurikulum merdeka lebih berfokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya sehingga proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan, 2) Lebih merdeka, sebab bagi peserta didik khususnya jenjang SMA tidak ada lagi program peminatan sehingga peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Guru juga diharapkan mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik, dan sekolah pun memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik, 3) Lebih relevan dan interaktif, sebab pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Dalam implementasinya, kurikulum merdeka terbuka digunakan oleh seluruh satuan pendidikan dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan. Satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum. Sesuai dengan Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran ditetapkan bahwa pelaksanaan kurikulum merdeka diberlakukan secara bertahap dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Tahun pertama dilaksanakan bagi peserta didik dengan usia 5 (lima) sampai dengan 6 (enam) tahun pada pendidikan anak usia dini, serta peserta didik kelas I, kelas IV, kelas VII, dan kelas X pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
  2. Tahun kedua dilaksanakan bagi peserta didik dengan usia 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) tahun pada pendidikan anak usia dini, serta peserta didik kelas I, kelas II, kelas IV, kelas V, kelas VII, kelas VIII, kelas X, dan kelas XI pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
  3. Tahun ketiga dilaksanakan bagi peserta didik dengan usia 3 (tiga) sampai dengan 6 (enam) tahun pada pendidikan anak usia dini, serta peserta didik kelas I, kelas II, kelas III, kelas IV, kelas V, kelas VI, kelas VII, kelas VIII, kelas IX, kelas X, kelas XI, dan kelas XII pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Dengan demikian, mulai tahun ajaran 2022/2023, kurikulum merdeka akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan secara bertahap berdasarkan kesiapan masing-masing satuan pendidikan. Sedangkan perubahan kurikulum secara nasional baru akan dilaksanakan pada tahun 2024 yang akan datang. Namun demikian, penerapan kurikulum ini tentunya memiliki perbedaan pada masing-masing jenjang pendidikan. Berikut ini perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum sebelumnya, yaitu:

  1. Tingkat PAUD/TK

Penerapan kurikulum merdeka di tingkat PAUD/TK adalah dengan mengajak anak bermain sambil belajar, tidak terlalu berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

  • Tingkat SD

Ada beberapa perbedaan dalam hal mata pelajaran (mapel). Diantaranya adalah penggabungan mapel IPA dan IPS menjadi satu (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial), serta menjadikan bahasa Inggris yang sebelumnya merupakan mapel muatan lokal (mulok) sebagai mapel pilihan.

  • Tingkat SMP

Penerapan kurikulum merdeka di tingkat SMP juga terdapat perubahan status beberapa mapel. Misalnya, mapel Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) menjadi mapel wajib. Pada kurikulum sebelumnya, mapel ini hanya sebagai pilihan. Maka, kelak di semua jenjang SMP wajib memiliki mapel Informatika.

  • Tingkat SMA/SMK

Untuk tingkat SMA, penggunaan kurikulum merdeka memungkinkan peserta didik tidak lagi dibeda-bedakan dengan berbagai peminatan, seperti IPA, IPS, maupun Bahasa. Sementara itu di tingkat SMK, model pembelajaran akan dibuat menjadi lebih sederhana yaitu 70% mapel kejuruan dan 30% mapel umum. Selain itu, pada akhir masa pendidikannya peserta didik dituntut untuk menyelesaikan suatu esai ilmiah sebagaimana para mahasiswa yang harus menyelesaikan tugas akhir atau skripsi saat akan lulus studi. Hal ini demi mengasah kemampuan peserta didik untuk dapat berpikir kritis, ilmiah, dan analitis.

  • Tingkat Perguruan Tinggi

Kurikulum merdeka di Perguruan Tinggi terwujud dalam Program Kampus Merdeka. Pelaksanaannya pun memiliki beberapa perbedaan dengan penerapan kurikulum sebelumnya. Dalam Program Kampus Merdeka, mahasiswa diberi kesempatan untuk mempelajari sesuatu di luar program studi yang ditempuhnya. Hal ini bisa dilakukan melalui beberapa cara, seperti praktik kerja (magang), pertukaran mahasiswa, penelitian, proyek independen, wirausaha, menjadi asisten pengajar juga Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik untuk membangun desa. Demikianlah sekilas ulasan tentang kurikulum merdeka. Tentunya penerapan kurikulum merdeka ini tidak akan terlepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan. Tugas kitalah para guru untuk melakukan perubahan dari waktu ke waktu dan beradaptasi dengan kebijakan yang diberlakukan oleh Kemendikbudristek sebagai pemegang otoritas kebijakan. Untuk itu guru perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Seperti ungkapan Ali bin Abi Thalib “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan di zamanmu”. Oleh karena itu, guru harus menjadi sosok yang piawai agar dapat menyiapkan generasi masa depan yang handal.

Penulis : Desi Aulia, S.Pd (Guru SD Negeri 31 Payakumbuh)

IPHI BERTAHFIZD

Salah satu program unggulan SDIT IPHI Payakumbuh adalah Kelas Tahfizd. Program Kelas Tahfizd ini merupakan salah satu program yang memang diutamakan dan dilakasakan secara rutin mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00 setiap Senin sampai Kamis setiap minggunya. Program ini mulai dilaksanakan pada Tahun Pelaajaran 2021//2022.  Program ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu  kelas Khusus Tahfizd dan kelas reguler Tahfizd. Pada kelas khusus tahfizd Kelas tersebut tetap mengikuti Kurikulum Nasional dan ditambahan dengan program menghafal Al-Quran yang dimulai dari Juz 30 sebelum proses belajar mengajar.

Peserta didik yang menempati kelas khusus Tahfizd diutamakan yang memenuhi syarat seperti lancar membaca Al-Quran, lulus tes masuk serta disetujui oleh orang tua walimurid sedangkan untuk kelas reguler diikuti oleh semua peserta didik  diluar kelas khusus tahfizd yang memang diwajibkan bagi seluruh peserta didik SDIT IPHI Kota Payakumbuh. Untuk kelas khusus tahfizd akan diajarkan oleh ustad/ustadzah yang memang seorang hafizd/hafidzoh yang didampingi oleh guru kelas masing-masing, sementara untuk kelas reguler tahfizd akan diajarkan oleh guru-guru SDIT IPHI Kota Payakumbuh sendiri yang dibekali dengan pendidikan dan pelatihan secara rutin oleh hafizd/hafidzoh yang memang didatangkan sekali sebulan untuk memberi pelatihan kepada guru-guru SDIT IPHI Kota Payakumbuh.

Tujuan penyelenggaraan program Tahfizd di SDIT IPHI Payakumbuh adalah sebagai berikut :

  1. Untuk menghasilkan peserta didik yang berkarakter Penghafal Al-Quran dan menguasai ilmu pengetahuan.
  2. Menguatkan nilai-nilai keimanan kepada Allah dan Rosulullah dengan panduan Al-Quran serta pemahaman yang benar.
  3. Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran dan hadist dengan berusaha menghafal dan menagamalkan kemudian diterapkan dalam praktek kehidupan sehari-hari.
  4. Untuk menfasilitasi peserta didik SDIT IPHI Payakumbuh dalam belajar ilmu pengetahuan bersinergi dengan kegiatan menghafal Al-Quran.
  5. Untuk membekali peserta didik dibidang akademik dan Tahfizd Al-Quran sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Dengan memperhatikan tujuan tersebut kami yakin seorang lulusan SDIT IPHI Payakumbuh akan siap menjaadi manusia yang bertanggun jawab terhadap dirinya dan orang lain sesuai dengan kapasitasnya.

Program Unggulan

  1. Tahfizd Al-Quran dengan tahsin dan tajwid yang benar.
  2. Penekanan pada adab dan karakter
  3. Program Jum’at bersih dan Jum’at kreatif.

Sistem Pelakasanaan Program Tahfizd

Dalam proses memperlancar hafalan peserta didik SDIT IPHI Kota Payakumbuh menerapkan beberapa metode salah satunya menggunakan metode Talaqi. Pelaksanaan program Tahfizd di SDIT IPHI Payakumbuh dilaksanakan secara terpisah dari kurikulum pembelajaran dan dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar dilakukan. Sistem pelaksanaan program Tahfizd diatur sebagaimana berikut :

  1. Muroja’ah
  2. Peserta didik melakukan muroja’ah sebelum menyetor hafalan kepada guru pendamping atau pembimbing Tahfizd.
  3. Muroja’ah selama satu minggu disetorkan kepada guru pembimbing Tahfizd.
  4. Jumlah setoran disesuaikan dengan kemampuan peserta didik selama seminggu.
  5. Hasil muroja’ah dicatat pada buku penilaian Mutaba’ah yang meliputi jumlah setoran dan penilaian.
  6. Setoran ayat
  7. Peserta didik menyetorkan hafalan satu surat pendek atau beberpa ayat kepada guru pendaping atau pembimbing Tahfizd.
  8. Untuk memantapkan hafalan peserta didik bisa mengajukan sima’an kepada guru pendamping   misalnya memperlancar hafalan yang akan disetor atau hafalan surat berikutnya.
  9. Pada waktu akan ujian peserta didik disimak semua hafalan semua surat yang diujikan.
  10. Sistem Sima’an
  11. Sima’aan atau kegiatan saling menyimak hafalan dan bacaan masing-masing peserta didik dilakukan secara rutin dan berkala. Kegiatan sima’an dan Khatam dilakukan dengan membagi jumlah juz yang harus dibaca dan disimak oleh masing-masing kelompok peserta didik. Misalnya kelompok A ( membaca Juz 29 dan surat An Naba’ sampai surat Asy syams)  kelompok B (membaca sutat Al Lail sampai surat At Takasur) dan kelompok C (membaca surat Al Asr sampai surat An Naas)
  12. Kegiatan sima’an dilakukan bersama-sama ditempat-tempat yang telah disepakati (Mushola, pelataran Mushola, depan UKS, lorong depan kantin).

Data Siswa Kelas Tahfzd

Pada tahun pelajaran 2021/2022 peserta didik kelas khusus Tahfizd berjumlah 59 orang dan 324 orang untuk kelas reguler dengan jumlah hafalan yang bervariasi. Pada kelas khusus tahfizd diberlakukan seleksi selama 1 semester. Untuk penghafal tahfizd juz 30 apabila sudah mencapai target maka akan diadakan ujian dan apabila setelah dilakukan pengujian oleh ustad/ustadzah yang ditunjuk maka mereka akan diwisuda pada waktu yang telah ditentukan. 

Penulis : Ananda Putra M.Pd (Kepala SDIT IPHI)

Menjadi Teladan, Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar

Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Kepres 316 Tahun 1959 tidak terlepas dari bentuk kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan di Negara ini sekaligus dilatarbelakangi sosok Ki Hajar Dewantara yang memiliki jasa luarbiasa di dunia pendidikan di Indonesia. Dengan semboyannya yang terkenal “Ing ngarso sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, KiHajar Dewantara mengajarkan arti/hakekat seorang pemimpin yang sebenarnya. Semboyan ini bertujuan menciptakan sosok pemimpin yang disegani dan berwibawa serta mampu menempatkan diri dimanapun berada. Setiap kita adalah pemimpin, minimal menjadi pemimpin diri sendiri. Ki Hajar Dewantara mengajarkan kepada bahwa pemimpin itu adalah teladan, Teladan yang baik yang patut digugu dan ditiru.

Dalam dunia pendidikan, ada banyak pemimpin. Di level dasar, ada guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan seterusnya. Pertanyaannya adalah, apakah pemimpin di dunia pendidikan sudah menjadi teladan ? Sudahkah menyadari dan memahami filosofi yang diajarkan Ki Hajar Dewantara serta mempraktekkannya? Atau apakah semboyan Ing ngarso sung Tolodo , Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani adalah sekedar semboyan yang hanya diingat pada saat  2 Mai setiap tahunnya?

Dunia pendidikan belum sepenuhnya pulih dari pandemi covid 19 . Proses belajar mengajar daring selama pandemi cukup melelahkan dan berdampak banyak pada tata kehidupan kita. Namun hidup harus berjalan terus. Ketertinggalan dan kekurangan harus segera dipulihkan.

Dalam konteks ini perlu pemimpin yang teladan.  Dengan keteladanan, kita akan cepat bangkit dan pulih. Guru yang menjadi teladan  akan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Kepala Sekolah yang menjadi teladan, akan memotivasi guru untuk lebih baik dan seterusnya. Makna semboyan dari Ki Hajar Dewantara menjadi acuan untuk menjadi teladan dalam memimpin pemulihan.

Disisi lain, Merdeka Belajar sebagai program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Tekhnolgi yang dicanangkan Menteri Nadiem Anwar Makarim perlu disikapi dengan cerdas dengan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan implementasi kurikulum merdeka. Merdeka Belajar bukanlah visi yang baru dalam pendidikan Indonesia. Ki Hadjar Dewantara (KHD), Bapak Pendidikan Indonesia, menyatakan dengan tegas bahwa kemerdekaan adalah tujuan pendidikan sekaligus paradigma pendidikan yang perlu dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan. KHD menyatakan bahwa kemerdekaan memiliki makna yang lebih daripada kebebasan hidup. Yang paling utama dari kemerdekaan adalah kemampuan untuk “hidup dengan kekuatan sendiri, menuju ke arah tertib-damai serta selamat dan bahagia, berdasarkan kesusilaan hidup manusia https://pspk.id/merdeka-belajar-pspk/ Tepat memang thema peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022, yakni : “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”. Untuk mewujudkannya, Ki  Hajar Dewantara mengajarkan kita sebagai pemimpin yang teladan. Pemimpin teladan adalah yang menjadi contoh yang baik, memberi inspirasi dan motivasi, serta memberi reward dan punishment bagi yang layak menerimanya.  Selamat Hari Pendidikan Nasional.


Penulis : Efriyanti Harefa S.Pd (Perencana di Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh)

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (SMPN 1 Payakumbuh)

SMP Negeri 1 Payakumbuh ikut bergabung dan bekerja sama dengan Nyalanesia pada program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional pada 23 Juli 2021. Keikutsertaan SMP Negeri 1 Payakumbuh pada program ini merupakan wujud sekolah dalam meningkatkan prestasi siswa-siswi pada bidang literasi. Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk menyalurkan ekspresi, kreativitas berkarya, menumbuhkan minat baca tulis, sekaligus sebagai media apresiasi.

Program ini diikuti oleh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA sederajat untuk dapat menciptakan sebuah karya sekaligus diterbitkan sebagai karya ber-ISBN. SMP Negeri 1 Payakumbuh merupakan satu-satunya sekolah yang telah mengikuti program tersebut di-Kota Payakumbuh. Siswa yang mengikuti program ini sebanyak 50 orang yang terdiri dari siswi kelas VII, VIII, dan IX didampingi guru-guru koordinator.

Kegiatan atau lomba yang diikuti antara lain lomba cipta puisi, pantun, cerpen, website literasi, artikel populer, video kreasi dan karya literasi sekolah. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari bulan Juli 2021 hingga bulan Januari 2022.

Dalam program ini, para guru dan siswa dibekali dan difasilitasi oleh Nyalanesia seperti :1) Workshop dan Sertifikasi Kompetensi, 2) Penulisan dan Perlombaan Literasi, 3) Penerbitan dan Percetakan Buku Ber-ISBN, 4) Fasilitas Pembuatan dan Pengelolaan Website Literasi Sekolah, 5) Konsultasi dan Pengembangan Program Literasi, 6) Seminar Nasional dan Sarasehan, 7) Penganugerahan Penghargaan dan Hadiah Ratusan Juta Rupiah, serta 8) Acara Puncak Festival Literasi Nasional Tahun 2022.

Kegiatan ini sangat menarik untuk diikuti dan dikembangkan baik guru maupun siswa, karena seperti yang kita ketahui bahwa masih rendahnya budaya membaca malahan banyak anak-anak Indonesia yang tidak suka membaca. Dengan program ini, penulis berharap dengan mengikuti program GSMB (Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional) ini dapat meningkatkan budaya membaca, kreativitas dan inovatif dalam berkarya di Kota Payakumbuh.

Penulis : Defi Marlitra,M.Pd (Kepala SMPN 1 Payakumbuh)

PKBM Tahfizul Quran Mendapat Perhatian Yang Besar dari Pemko Payakumbuh

PKBM Tahfizul Quran yang beralamat di Kelurahan Padang Data Tanah Mati semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu lembaga penyelenggaran program pendidikan kesetaraan yang berkualitas. Tahun Pelajaran 2021/2022, PKBM Tahfizul Quran mengikutsertakan 19 orang peserta didiknya mengikuti ujian Paket B yang berlangsung dari tanggal 29-31 Maret 2022 bertempat di SDN 30 Payakumbuh. Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh) dalam memonitoring Ujian Nasional Kesetaraan Program Paket B yang diselenggarakan PKMB Tahfizul Quran tanggal 29-31 Maret 2022

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril S.Pd M.Pd secara langsung melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan ujian dimana peserta didiknya banyak yang berusia melewati usia sekolah. Salah seorang peserta yang diwawancarai oleh Kepala Dinas merupakan seorang yang bekerja sebagai cleaning service. Motivasinya dalam mengikuti pendidikan kesetaraan menurutnya adalah usia tidak menjadi batasan dan alasan untuk menimba ilmu.

Kepala Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi dan mendorong untuk terus semangat mengikuti pendidikan kesetaraan. Sebab, pendidikan kesetaraan merupakan wujud kepedulian negara memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi warganegara untuk mendapatkan akses pendidikan.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan berharap agar PKBM Tahfizul Quran semakin meningkatkan kualitasnya dalam memberikan layanan pendidikan non formal dan Dinas Pendidikan akan selalu memberikan dukungan agar pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM TAhfizul Quran semakin berkembang.

Hendra Prawira S.Pd selaku Kepala PKBM Tahfizul Quran dalam kesempatan tersebut memohon pendampingan dan pembinaan dari Pemko Payakumbuh dalam hal ini DInas Pendidikan Kota Payakumbuh. Sebab bagaimanapun usaha yang dilakukan tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dari Pemerintah Kota. “Kami berharap  pendidikan non formal akan berdiri sama tinggi dengan pendidikan formal sehingga pendidikan di Kota Payakumbuh ini akan semakin baik”, demikian ditambahkan oleh Kepala PKBM yang juga pernah mendapat penghargaan dari Kemdikbud sebagai guru terbaik bahasa Mandarin ini.

Kegiatan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Program Paket B Yang Diselenggarakan PKMB Tahfizul Quran 29-31 Maret 2022

Penulis : Hendra Prawira S.Pd (Kepala PKBM Tahfizul Quran)