Disdik Adakan Coaching Clinic Program Sekolah Penggerak (PSP) Bagi Kepala Sekolah di Kota Payakumbuh

Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Membuka Coaching Clinik

Untuk membimbing Kepala Sekolah dalam melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP), Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang bekerjasama dengan LPMP Propinsi Sumatera Barat melaksanakan Coaching Clinic Program Sekolah Penggerak. Kegiatan Coaching Clinic Program Sekolah Penggerak (PSP) ini dilaksanakan di Aula SMPN 2 Payakumbuh pada hari selasa tanggal 23 Februari 2022, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didamping Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat,Sy,S.Kom, Kabid PTK,Drs.Danil Defo,M.Si, Kasi Kurikulum SD,Nelwita,SE, Kasi Kurikulum SMP,Femiria Sari,SE, Kasi Paud,Dila Fatma,S.Pd,MM.

Coaching dilaksanakan 1 hari dengan menghadirkan 3 narasumber Widyaprada LPMP Propinsi Sumatera Barat yakni Dr.Yenita Irawati,M.Pd, Supriyanto,MT, Feri Fren,M.Pd dan 6 orang Panitia dari LPMP yang dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha LPMP Propinsi Sumatera Barat,Drs.Irsad Sakti,SE. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Drs. Asricun, M.Pd dan PMO (Project Manajemen Officer) dari Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Adapun peserta coaching clinic berjumlah 120 orang orang terdiri dari kepala TK s.d SLTA dan SLB.  

Coaching Clinic adalah tahap ketiga dari proses pendaftaraan yang bertujuan untuk membantu para kandidat bisa submit dan menyelesaikan proses pendaftaran sebelum batas akhir tanggal 28 februari. Peserta seleksi  adalah kepala sekolah yang menjabat baik dari tingkat TK,SD,SMP,SMA,SMK,SLB di Kota Payakumbuh. Kota Payakumbuh yang mana lulus menjadi salah satu daerah yang masuk kedalam proses seleksi PSP tahap ke 3.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses untuk memasuki program sekolah penggerak untuk Kota Payakumbuh melalui proses yang sangat panjang dan perjuangan yang sangat berat,oleh karena itu berharap agar peserta kandidat yang merupakan kepala sekolah agar dapat mengikuti seleksi dengan sunggunh-sungguh sesuai dengan jadwal yang tersedia serta dapat memanfaatkan coaching yang telah difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang bekerja sama dengan Widyaprada dari LPMP Propinsi Sumatera Barat sehingga Kota Payakumbuh bisa meloloskan banyak sekolah untuk menjadi pelaksana program sekolah penggerak (PSP) baik dari jenjang TK s.d SLTA serta SLB.

Beberapa keuntungan ataupun manfaat bagi kepala sekolah yang lulus seleksi salah satunya masa kerja kepala sekolah bisa/boleh sampai 16 tahun. Keuntungan lainnya bagi sekolah yang ditetapkan menjadi pelaksana program sekolah penggerak (PSP) oleh Kemdikbudristek RI yakni mendapatkan beberapa fasilitas seperti mendapatkan dana BOS Kinerja, bantuan  IT, bantuan pelatihan dan pendampingan serta menjadi pelaksana kurikulum merdeka, tambah Kepala DInas Pendidikan.

Drs.Irsad Sakti,SE, Kepala Bagian Tata Usaha LPMP Propinsi Sumatera Barat.

Kepala Bagian Tata Usaha LPMP Propinsi Sumatera Barat. Drs. Irsad Sakti, SE mewakili Kepala LPMP Propinsi Sumatera Barat menyampaikan Coaching Clinic merupakan rangkaian ketiga dari Program Sekolah Penggerak. Lebih lanjut disampaikan, Kota Payakumbuh termasuk salah satu kota yang komit terhadap peningkatan mutu pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan cepatnya penyerahkan nota kesepakatan kepada LPMP Propinsi Sumatera Barat.

Kegiatan Coaching disambut baik oleh peserta, Kepala SMPN 3 Payakumbuh, Drs. Isral,S.Pd menyampaikan terima kasih kepada LPMP Propinsi Sumatera Barat dan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang telah memfasilitasi kegiatan ini. “Melalui coaching clinic ini kami mendapatkan trik dan kompetensi yang harus nampak dalam penulisan essay yang menceritakan pengalaman yang diminta pada seleksi tahap 1 PSP. Nara sumber juga memberikan pencerahan dalam teknik wawancara dan simulasi mengajar yang akan dilaksanakan bagi yang lolos tahap 1 di bulan April 2022 nantinya. Coaching clinic ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan seleksi tahap 1 PSP dan bekal untuk seleksi simulasi mengajar dan wawancara” Ulas Kepala SMPN 3 Payakumbuh.

Peserta coaching, Nikmat Elva,M.Pd yang menjabat Kepala SDN 47 Payakumbuh dalam kegiatan ini sebagai peserta coaching sangat berterima kasih kepada Dinas Pendidikan dan LPMP karena dengan coaching ini sangat membantu para kandidat PSP dalam mengikuti proses seleksi.

“Tidak terlepas kegigihan dari Kepala Dinas Kota Payakumbuh beserta jajaran, yang senantiasa memotivasi dan menfasilitasi agar kegiatan ini terselenggara dan seluruh Kepala Sekolah se- kota Payakumbuh dimotivasi untuk mengikuti kgiatan seleksi ini”.”Dengan terselenggaranya kegiatan ini, sangat membantu saya dan juga kepala sekolah lainnya dalam pengisian esai, pendampingan dalam hal teknis termasuk penggunaan aplikasi speak to teks yang membantu secara efektif dalam pengisian essai sehingga dapat lebih cepat”, ulas Kepala SDN 47 Payakumbuh.

Ada berapa kelebihan serta tampilan yang berbeda yg saya rasakan dalam mngikuti coaching kali ini, yakni dapat diikuti secara langsung mauoun via online. Coaching tampil secara live streaming melalui akun youtube resmi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh selanjutnya juga dapat diakses via zoom bagi yg tidak berkesempatan hadir mengikuti kegiatan, tambah Nikmat Elva.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)

Dinas Pendidikan Gelar Forum Perangkat Daerah Terkait Renstra 2023-2026 dan Renja 2023

Dalam penyusunan Renstra tahun 2023-2026 dan Renja tahun 2023, penyusunan program kerja di Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menggelar Forum Perangkat Daerah yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 21 Februari 2022 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Forum perangkat daerah ini merupakan tahapan dalam penyusunan renstra dan renja di Dinas Pendidikan.

Forum Perangkat Daerah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dihadiri perwakilan masing-masing dari OPD se-Kota Payakumbuh, MKKS, IGTK, K3S,APSI, dan Instansi Terkait bidang pendidikan serta pejabat struktral dan fungsional dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yakni Kabid, Kasubag dan Kasi.

Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd dalam menyampaikan program kerja terkait isu strategis di Dinas Pendidikan

Adapun tujuan dari pelaksanaan forum perangkat daerah ini adalah untuk menyampaikan Arah dan kebijakan Dinas Pendidikan tahun 2023-2026 yang dituangkan dalam renstra Dinas Pendidikan tahun 2023-2026 dan renja tahun 2023 kepada mitra dan stakeholder terkait pendidikan, serta memperoleh masukan ataupun saran terkait rancangan/rencana kerja ini.

Kegiatan forum perangkat daerah dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd yang didampingi Fungsional Perencana (Efriyanti Harefa,S.Pd) merupakan koordinator program dan Keuangan Dinas Pendidikan, Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat Sy,S.Kom, Kabid Paudni,Syafni Hasni,S.Pd. Dan Anggota DPRD Kota Payakumbuh (Komisi C), Ismet Harius,SH, Unsur Bappeda yang diwakili Bidang Sosbud, Reni Dewita,SH, serta Fungsional dari Bappeda, Riska,M.Si.

Dalam membuka kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd menyampaikan dalam penyampaian arah kebijakan 2023 itu tidak terlepas dari isu strategis di Dinas Pendidikan diantaranya masih tingginya minat ke sekolah swasta, kekurangan guru ASN, masih belum memadainya ketersedian baik secara kualitas dan kuantitas, sarana prasarana pendidikan dan masih rendahnya muatan pendidikan karakter terutama di sekolah negri sementara di sekolah swasta cukup tinggi kemudian isu tentang rencana, penetapan kurikulum muatan lokal 2023.

Isu strategis akan menjadi tantangan dari Dinas Pendidikan untuk mewujudkan program kerja yang disusun Dinas Pendidikan dengan tetap mengacu pada 8 standar nasional pendidikan. Program yang disusun tahun 2023 mengacu ke Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 yang terdiri dari 4 program yakni Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah, Program Pengelolaan Pendidikan, Program Pengembangan Kurikulum, Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah terdiri dari kegiatan rutin /operasional dinas seperti gaji/tunjangan,perencanaan dan evaluasi dan rutin/operasional lainnya. Kedua Program Pengelolaan Pendidikan terdiri dari Pengeloaan dari SD,SMP,Kesetaraan serta Paud. Ketiga Program Pengelolaan Pendidikan yang terdiri dari penyediaan dan kualitas sarana prasarana, pemberian insentif bagi guru non pns, penyediaan dana BOS/BOP, peningkatan hasil belajar siswa, kualitas PPDB, peningkatan pengelolaan lainnya seperti sekolah penggerak. Ketiga Program Pengembangan Kurikulum dengan kegiatan penetapan kurikulum Mulok dan kurikulum unggulan lainnya di Kota Payakumbuh dan pelatihan kurikulum bagi pendidik. Terakhir Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang terdiri dari kegiatan pemberian diklat bagi guru penggerak, KKG/MGMP dan pengelolaan tunjangan profesi guru.

“Program yang terkait isu strategis seperti sarana prasarana, pemenuhan mobiler sekolah, rehab gedung, kemudian sub Kegiatan peningkatan pendidikan ini melalui sub kegiatan evaluasi penyediaan tenaga pendidik yaitu pemenuhan kekurangan guru ASN melalui pembayaran insentif bagi guru non ASN itu dimulai dari tingkat Paud, SD, SMP termasuk pendidikan non formal seperti guru di TPQ” Ulas Kepala Dinas Pendidikan.

Selanjutnya, program pengembangan kurikulum menjawab isu strategis tentang belum adanya kurikulum muatan lokal, maka di 2023 direncanakan penetapan kurikulum muatan lokal. Dinas Pendidikan sudah bekerja sama dengan UNP untuk tahun ini rencana penjaringan apa yang dibutuhkan kurikulum tersebut, kemudian di 2023 adanya proses penyusunan naskah hasil kurikulum, serta pelatihan kurikulum termasuk pelatihan guru pada implementasi kurikulum merdeka yang sejalan dengan kegiatan program guru penggerak dan sekolah penggerak dari Kemendikbud,tambah Kepala Dinas Pendidikan

Adapun harapan dari peserta forum pada umumnya tentang meningkatkan kualitas pendidik dan peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan dari tingkat TK sampai dengan SLTA. Supaya Dinas Pendidikan dapat meningkatkan program tahfizh bagi peserta didik serta adanya kolaborasi dari DInas Pendidikan dengan DInas Kesehatan terkait peningkatan kesehatan peserta didik dengan adanya program dari DInas Kesehatan tentang Buku Kesehatan Peserta Didik.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)

Coaching Clinic Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 6 Tahun 2022

Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd Memberikan Arahan Pada Kegiatan Coaching Clinic PGP dan PP Angkatan 6 Tahun 2022.

Program Guru Penggerak (PGP) merupakan salah satu program unggulan pemerintah dari Kemdikbudristek (Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi) untuk mendorong meningkatkan kompetensi guru. . Program Guru Penggerak (PGP) dirancang untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 6 (enam) bulan. Adapun model kegiatan PGP yaitu dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping (pengajar praktik). Sasarannya yakni Guru jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Guru Penggerak harus lulus seleksi dan mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak. Untuk mengikuti program ini, setiap calon peserta pendidikan guru penggerak wajib mendaftarkan diri melalui Portal Layanan Program GTK Kemendikbud yang kemudian akan diseleksi.

Sehubungan telah dibukanya Pendaftaran guru penggerak Angkatan 6 yang dibuka hingga 18 Februari 2022, yang mana Program dibuka untuk guru TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB dengan kuota 8.000 guru se-Indonesia. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang bekerjasama dengan P4TK Matematika mengadakan kegiatan “Coaching Clinic PGP Angkatan 6 Tahun 2022” dengan peserta guru TK, SD, SMP dan SMA se-Kota Payakumbuh yang telah mendaftar pada PGP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2022 bertempat di Aula SMKN 1 Payakumbuh dengan narasumber / pendamping,Rahmat Siswanto,SE,M.Si dari P4TK Matematika. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd,Kacabdin Wilayah IV Propinsi Sumatera Barat, Asricun, M.Pd, Kasi PTK Dikdas,Nelfia Anendri,S.IP, Kasi PTK PAUD,Rahmawati,S.Pd.

Rahmat Siswanto,SE,M.Si Sebagai Pendamping dan Membekali Guru Dalam Pendaftaran PGP dan PP Angkatan 6 Tahun 2022

Kepala Dinas Pendidikan,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd dalam membuka kegiatan ini berharap agar guru memanfaatkan peluang untuk dapat ikut dan lulus dalam seleksi PGP dan PP (pengajar praktek),submint sebelum batas akhir pendaftaran tanggal 18 Februari 2022. Guru yang lulus PGP dan PP akan memperoleh banyak peluang dan fasilitas dalam pengembangan jenjang karir antara lain bisa ikut dalam seleksi calon kepala sekolah pada periode selanjutnya dan bisa menjadi instruktur PGP ataupun PP selanjutnya serta diikutkan dalam pelatihan tingkat nasional.

Selanjutnya Kepala Dinas berharap agar guru dapat bersungguh-sungguh dalam pembekalan dan pendampingan seleksi ini karena Dinas Pendidikan telah menghadirkan narasumber pusat dari P4TK Matematika, Jogyakarta dan narasumber lokal dari PGP dan PP yang lulus tahap sebelumnya. Terkait kendala dalam menyelesaikan pendaftaran, guru dapat menuntaskan langsung dengan narasumber.

Asricun, M.Pd yang selaku Kacabdin wilayah IV Propinsi Sumbar sangat berterima kasih kepada Pemko Payakumbuh khususnya Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang telah memberikan support dan memfasilitasi guru pada PGP dan PP untuk guru-guru di Kota Payakumbuh termasuk SMA/SMK.

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)

.

Ombusdman ‘Mengganjar’ Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sebagai OPD dengan nilai kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tinggi

Penyerahan Penghargaan dari Walikota Payakumbuh kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd sebagai OPD dengan Nilai Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tinggi dari Ombusdman RI.

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menerima penghargaan sebagai OPD dengan Nilai Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tinggi dari Ombusdman RI . Penghargaan ini secara resmi diterima pada Selasa, tanggal 15 Februari 2022 bertempat di ruang pertemuan Ngalau Indah Balaikota Payakumbuh. Walikota Payakumbuh Riza Fahlevi menyerahkan penghargaan kepada 3 (tiga ) OPD di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh sebagai OPD dengan Nilai Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tinggi. Disdukcapil berada di peringkat 1 (pertama) dengan nilai 93,59, disusul peringkat II (kedua) Dinas Pendidikan dengan nilai 87, 13 dan peringkat III (tiga) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan nilai 86,02.

Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dilaksanakan oleh Ombusdman RI sejak tahun 2015 sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Penilaian dilakukan dengan tujuan untuk perbaikan dan penyempurnaan kebijakan pelayanan publik dalam rangka mencegah maladministrasi. Penilaian tentang kepatuhan Standar Pelayanan Publik dilaksanakan oleh Ombusdman RI Perwakilan Sumatera Barat pada periode observasi 1 Maret 2021 sampai dengan 5 Februari 2022, mengacu kepada Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik khususnya dalam menyusun, menetapkan dan menerapkan standar pelayanan publik. 9 (sembilan) aspek yang menjadi indikator penilaian oleh Ombusdman yakni : Standar Pelayanan, Maklumat Pelayanan, Website dan SIPPN, Sarana dan Prasarana, Pelayanan Disabilitas, pengelolaan pengaduan dan SP4NLapor, Penilaian Kinerja, visi, misi dan motto pelayanan serta atribut pelayanan. Untuk jenis produk pelayanan Dinas Pendidikan yang dinilai ada 10 jenis produk diantaranya : Surat Keterangan Pengganti STTB/Ijazah/NEM, SKHU/SK ybs, magang PKL/KKN/Penelitian. NPSN, Rekomendasi mutasi, Rekomendasi Teknis Izin Pendidirian Satuan Pendidikan dan yang lainnya.

3(tiga) OPD dengan Nilai Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tinggi

Kepala Dinas Pendidikan, Dr.Dasril S.Pd M.Pd, terkait penghargaan ini menyebutkan bahwa hasil penilaian ini sangat berdampak positif khususnya memotivasi Dinas Pendidikan beserta jajaran untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagaimana menurut Peraturan Presiden nomor 18 tahun 2020 tentang rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020-2022. Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dan yang dibangun adalah sebuah kepatuhan terhadap peraturan. Kepala Dinas Pendidikan juga berterima kasih kepada tim kerja Dinas Pendidikan mulai dari unsur pimpinan, pejabat, pelaksana,staf dan kepala sekolah serta majelis guru yang telah berinovasi.

Untuk kedepannya, Kepala Dinas Pendidikan menegaskan kepada seluruh pejabat di Dinas Pendidikan untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik diantaranya dengan mempublikasikan secara lengkap informasi jenis pelayanan, standar pelayanan, dan maklumat pelayanan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan, pada media non elektronik dan media elektronik. Serta Mempublikasikan visi, misi, dan motto pelayanan melalui media non elektronik dan media elektronik, memperjelas informasi setiap komponen standar pelayanan terutama terkait dengan persyaratan, mekanisme dan prosedur, dan biaya/tarif pelayanan.

Serta Kepala Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap standar pelayanan secara berkala ,menggunakan atribut tanda pengenal pegawai khususnya bagi petugas pelayanan publik dan melakukan koordinasi dalam pengelolaan pengaduan pelayanan dan menyediakan sarana pengukuran kepuasan pelanggan/pengguna layanan secara non elektronik dan elektronik, tambah Kepala Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan berharap kepada seluruh personil Dinas Pendidikan, dalam memberikan pelayanan sehari-hari, semua personil diharapkan agar dapat memberikan pelayanan dengan menerapkan 5 (lima) S adalah Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun dalam suasana kekeluargaan serta

Oleh : admin (Sari Oktavia,S.Sos)


Kepala Dinas Pendidikan Optimalkan Capaian Target Vaksin 6-11 Tahun Untuk Mendukung PBM 100 %.

Dari jumlah siswa SD Negeri dan Swasta se Kota Payakumbuh yang berusia 6-11 tahun sebanyak 14.796 orang. Siswa yang sudah divaksin baru sebanyak 4.238 orang atau 28,64 % dan masih belum mendapatkan vaksin sebanyak 71.38 % atau 10.558 orang. Melihat masih banyaknya siswa yang belum menerima vaksin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasil,S.Pd,M.Pd melakukan kegiatan Monev dan Pendampingan Percepatan Vaksinasi usia 6-11 tahun dengan melibatkan seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional berserta staf dilingkungan Dinas Pendidikan mulai dari Kepala Dinas,Kabid,Kasi,Kasubag,Pengawas Satuan,Pejabat Fungsional serta staf untuk berkunjung langsung ke 81 SD Negeri dan Swasta yang ada di Kota Payakumbuh, dimulai pada hari kamis tanggal 10 Februari 2022.

Kepala Dinas Pendidikan, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd Melaksanakan Monev dan Pendampingan

Kepala Dinas memilih mengunjungi sekolah yang murid yang belum divaksin terbanyak dari masing-masing kecamatan yakni SDN 04 Payakumbuh sebanyak 362 siswa belum divaksin dari jumlah siswa 492 orang terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Utara, SD IT Mutiara Hati sebanyak 641 siswa yang belum divaksin dari 718 siswa terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Barat, SDN 24 Payakumbuh sebanyak 258 siswa yang belum divaksin dari 298 siswa terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Timur, SDN 46 Payakumbuh sebanyak 241 siswa yang belum divaksin dari 244 orang terbanyak dari Kecamatan Payakumbuh Selatan, SDN 23 Payakumbuh sebanyak 103 siswa yang belum divaksin dari 134 orang terbanyak dari Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

Masing-masing Kepala Bidang ditugaskan mengunjungi dan mendampingi masing-masing 3 SD yang angka capaian vaksinnya termasuk paling rendah, dibawah persentase yang dikunjungi Kepala Dinas. Kasi/Kasubag serta Pengawas Satuan, ditugasi mendampingi 2 SD sampai mencapai target 70 %. Staf ditugasi mendamping sebanyak 1 sekolah.

Pelaksanaan monev ini adalah sebagai bentuk dari evaluasi capaian target vaksinasi berusia 6-11 tahun dan pendampingan percepatan vaksinasi 6-11 tahun di Kota Payakumbuh. Adapun tujuan dari pelaksanaan monev ini adalah supaya proses belajar mengajar (PBM) 100 persen di Kota Payakumbuh tetap bisa dipertahankan, mutu pendidikan dapat terus ditingkatkan serta dengan divaksinasinya siswa dapat mendukung keamanan dan keselamatan anak-anak agar bisa melaksanakan pembelajaran dengan baik secara langsung di sekolah.

Kapamalaya TK Dharma Bakti Tanjung Pauh

Kepala Dinas Pendidikan, Dr.Dasil,S.Pd,M.Pd

TK Dharma Bhakti Kota Payakumbuh yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Tanjung Pauh Kec. Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh meluncukan suatu invonasi yang berjudul Kapamalaya (Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembiayaan Pendidikan. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bentuk bantuan pembiayaan pendidikan di TK Dharma Bakti. Kapamalaya adalah sebuah inovasi berupa kegiatan membuat celengan bersama untuk pengumpulan dana dan pemanfaatan lahan kosong dibelakang sekolah untuk ditanami buah-buahan dan sayuran.

Kepala TK Dharma Bakti Rapat Dengan Stakeholder Terkait

Celengan bersama diisi oleh masyarakat dan dikumpulkan oleh pengurus mesjid setiap hari Jum’at setelah sebelumnya pihak sekolah berkomitmen dengan pengurus masjid untuk memfasilitasi pengumpulan dana sumbangan untuk membantu pembiayaan operasional TK. Dana yang terkumpul diberikan kepada bendahara sekolah melalui Kepala TK Dharma Bhakti, selanjutkan pihak sekolah memanfaatkan untuk biaya operasional sekolah dan biaya pendidikan lainnya. Menurut pengurus masjid Al Mutaqin bapak Ak.Dt.Asa Dirajo, Bahwa pengurus masjid dan kepala sekolah telah bekerja sama dan sepakat untuk pengumpulan dana infaq untuk membantu operasional sekolah sejak bulan Februari 2021 dan dana terkumpul rata-rata Rp.100.00,- tiap minggu, tuturnya sesudah sholat Ashar saat ditemui penulis di mesjid Al Mutaqin.

Melalui dana yang didapatkan dari celengan tersebut, jumlah SPP yang harus dibayarkan orang tua pun menjadi lebih ringan. Selanjutnya pemanfaatan lahan kosong yang hasilnya diberikan kepada anak didik seperti sayuran kangkung, buah pepaya, terung, dll. Inovasi ini sangat memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik. Pelaksanaan inovasi ini direspon positif masyarakat, masyarakat pun merasa sangat dihargai dan disadarkan akan pentingya membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi generasi mendatang.

Celengan Dalam Bentuk Kotak Infak Sedekah di Masjid

Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh memberikan dukungan penuh dan berharap agar inovasi ini tidak hanya berhenti sampai disitu saja, selalu munculkan dan kembangkan inovasi-inovasi baru selanjutnya. Sekolah TK, SD dan SMP diharapkan juga memunculkan inovasi-inovasi bagi kemajuan pendidikan di kota Payakumbuh khususnya.

Kepala TK Dharma Bhakti, Ninta Arika,S.Pd Aud. berharap inovasi ini dapat berkembang dan pendekatannya yang selama ini kepada masyarakat sekitar TK Dharma Bakti dapat terus didukung stake holder terkait. Sehingga pembiayan pendidikan di TK Dharma Bhakti dapat terbantu untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan. Ini salah satu upaya dalam meningkatkan citra baik sekolah dan kepercayaan masyarakat pada dunia pendidikan pada umumnya

Proses Pemanfaatan Lahan Kosong Dibelakang Sekolah Ditanami Buahan dan Sayuran

Sosialisasi Program Sekolah Penggerak (PSP) dan Program Guru Penggerak (PGP) Tahun 2022 di Kota Payakumbuh

Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan ke 3 secara Nasional dan Program Guru Penggerak (PGP) angkatan ke 6 merupakan paket Program Merdeka Belajar Kemdikbudristek RI yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh. PSP dan PGP berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul kepala sekolah untuk PSP dan guru dengan PGP . Adapun beberapa manfaat PSP dan PGP bagi daerah maupun untuk sekolah diantaranya mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah (dalam kurun waktu 3 tahun pelajaran bagi sekolah), meningkatkan kompetensi SDM di sekolah (kepala sekolah dan guru) serta percepatan digitalisasi sekolah guru dan siswa.

Kota Payakumbuh merupakan 1 dari beberapa daerah di Indonesia yang lulus PSP angkatan 3 dan PGP angkatan ke 6 di tahun 2022. Untuk mempersiapkan PSP dan PGP ini, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menyiapkan langkah dalam pelaksanaan program dimaksud yakni melaksanakan Sosialisasi PSP dan PGP Tahun 2022, Sosialisasi PSP dan PGP ini dilaksanakan pada tanggal sejak 4 Februari 2022 bertempat di Aula Ngalau Indah Lantai III Balaikota Payakumbuh dengan sasaran Kepala TK, SD, SMP Negeri/Swasta se-Kota Payakumbuh, Ketua MGMP se-Kota Payakumbuh, Ketua KKG se-Kota Payakumbuh, Ketua IGTK Kota Payakumbuh selanjutkan dilakukan coaching clinic bagi individual Kepsek dan Guru yang sudah mendaftar tapi terkendala proses penyelesaian seperti menjawab pertanyaan essay dan submit.

Kegiatan ini dibuka langsung Asisten III Pemerintah Kota Payakumbuh Amriul Dt. Karayiang serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr. Dasril, S.Pd,M.Pd. Adapun Narasumber kegiatan ini berasal dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumbar yang awalnya bernama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ( LPMP ) Sumbar dan BP PAUD DIKMAS Prop.Sumbar, terdiri dari Delfiati, M.Pd (Widyaprada Ahli Madya merupakan Anggota Satgas Sekolah Penggerak), Alfitriati, M.Pd (Widyaprada Ahli Madya), Dr. Yenita Irawati, M.Pd (Widyaprada Ahli Madya merupakan Fasilitator Guru Penggerak Jangkar Kota Payakumbuh) dan narasumber dari Kota Payakumbuh yaitu Shahrul, M.Pd yang merupakan Asesor Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak.

Amriul Dt.Karayiang selaku Asisten III Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membuka kegiatan ini berharap agar guru di Kota Payakumbuh dapat terus meningkatkan kompetensi serta selalu mengikuti perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi untuk mendukung program digitalisasi sekolah termasuk program -program terbaru dari Kemdikbudristek RI. Kepala Sekolah dapat bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk pengembangan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd berharap agar Kepala Sekolah yang telah mendaftar pada Program Sekolah Penggerak agar mengikuti perkembangan dari tahap-tahap pelaksanaan seleksi sampai lulus dengan lebih matang, sungguh-sungguh dan tepat jadwal dan bagi kepala sekolah yang terkendala serta belum menyelesaikan pendaftaran online PSP, diminta untuk diskusikan dengan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan para fasilitator lokal seperti para pengawas satuan pendidikan masing-masing.

“Budaya kan praktek baik untuk mencegah perudungan karena selagi ada perundungan maka program merdeka belajar sulit untuk diterapkan. Program Sekolah Penggerak dengan menggunakan kurikulum Prototype dengan konsep merdeka belajar. Salah satu karakteristik Kurikulum Prototipe adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Sedangkan konsep Merdeka Belajar merupakan suatu konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing”, tambah Kepala Dinas Pendidikan.

Sosialisasi Percepatan Vaksinasi 6-11 Tahun, Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak dan Persiapan Ujian Akhir Sekolah Kelas 6 SD

Kepala Dinas Pendidikan, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd

Dalam rangka percepatan vaksinasi siswa usia 6-11 tahun, Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak (PSP) serta Program Guru Penggerak (PGP) di Kota Payakumbuh dan Persiapan Ujian Akhir Kelas 6 SD. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan Sosialisasi Percepatan Vaksinasi 6-11 Tahun, Persiapan Ujian Akhir Kelas 6 SD dan Program Sekolah Pengerak yang dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2022 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd didampingi Kabid PTK,Drs.Danil Defo,M.Si, Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat,Sy.S.Kom, Kasi Kurikulum SD,Nelwita,SE, Kasi PTK Dikdas,Nelfia Anendri,S.Ip, Pengawas SD, Syahrul,S.Pd (Assesor Sekolah Penggerak dan Assesor Guru Penggerak) dihadiri Kepala SD Negeri dan Swasta se-Kota Payakumbuh .

Dalam membuka kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan,Dr,Dasril,S.Pd,M.Pd menghimbau sekaligus memotivasi Kepala Sekolah agar dapat memotivasi siswanya dan walimurid untuk melaksanakan vaksinasi 6-11 tahun dan juga pihak sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi atau pengetahuan kepada walimurid tentang pentingnya vaksinasi ini.

Selanjutnya, Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd menyampaikan Program Sekolah Pengerak (PSP) dan Program Guru Penggerak (PGP) adalah suatu program upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Di Tingkat Nasional, Kota Payakumbuh terpillih dan termasuk kedalam 10 daerah yang lulus untuk mengikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan ke 3 . Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan menghimbau Kepala Sekolah yang telah memenuhi syarat agar melakukan pendaftaran online sebagai Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak (PSP). Salah satu keuntungan kepala sekolah yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak yakni Kepala Sekolah secara otomatis diperpanjang masa jabatannya 1 periode dengan artian memperoleh peluang melanjutkan periode berikutnya tanpa adanya uji kompetensi, tambah Kepala Dinas Pendidikan.

Terkait Pelaksanaan Ujian Akhir Kelas 6 SD, Kepala Dinas Pendidikan menghimbau agar sekolah dapat menyiapkan materi soal untuk pelaksanaan ujian akhir yang telah ditentukan sesuai dengan kalender pendidikan serta bagaimana persiapan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan ujian akhir kelas 6 SD, ulas Kepala Dinas Pendidikan.

Drs.Danil Defo,M.Si selaku Kabid PTK menambahkan bahwa dalam rangka percepatan vaksinasi usia 6-11 tahun, diharapkan sekolah dapat segera mengikutkan siswanya p untuk melaksanakan vaksinasi. Kerjasama Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dalam pelaksanaan vaksin siswa sudah berjalan baik. Dinas Kesehatan telah menyediakan tim vaksinator permasing-masing puskesmas se-Kota Payakumbuh dan membantu sosialisasi.

Kabid Dikdas,Fiqih Rahmat,Sy.S.Kom menyampaikam beberapa point penting dalam tahapan ANBK (Assessmen Nasional Berbasis Kompetensi) dan juga mengingatkan peran sekolah dalam mengantisipasi siswa korban perundungan/bullying.