Dalam rangka menjalin silaturrahmi dan membangun sharing bagi guru-guru mata pelajaran PJOK di tingkat SMP antar musyawarah guru mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (MGMP PJOK) Kota Padang dengan MGMP PJOK Kota Payakumbuh, MGMP PJOK Kota Payakumbuh menerima kunjungan dari MGMP PJOK Kota Padang beserta rombongan sebanyak 57 orang guru pada tanggal 13 November 2022 di Payakumbuh Bugar, Padang Kaduduak.
Kunjungan tersebut bertujuan membangun sharing antar guru-guru mata pelajaran PJOK tingkat SMP antar Kota Payakumbuh dengan Kota Padang dalam mengimplementasikan materi mata pelajaran PJOK pada kurikulum merdeka yang baru-baru ini telah dilaksanakan berbagai daerah baik di Kota Payakumbuh maupun Kota Padang, bagaimana memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi non akademik bidang olahraga serta melakukan berbagai pertandingan persahabatan cabang olahraga seperti badminton, bola basket, futsal.
Kunjungan yang dilakukan oleh MGMP PJOK Padang diketuai Edward,M.Pd disambut langsung Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Tavril Samry,S.Pd , Kabid PTK Dinas Pendidikan Fiqih Rahmat Sy,S.Kom, Ketua MGMP PJOK Kota Payakumbuh Ivan Dermawan,S.Pd, Amir,S.Pd (kepala SMPN 7 Payakumbuh).
Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan pertandingan persahaban yakni badminton dimenangkan oleh Kota Padang dengan 3-2, ,untuk futsal dimenangkan Kota Payakumbuh dengan skor 5-4, bola basket dimenangkan kota Padang dengan skor 60-40.
Ketua MGMP PJOK Padang Edward,M.Pd sangat mengapresiasi pemerintah kota Payakumbuh dalam menyediakan sarana prasaran penunjang olahraga seperti lapangan olahraga bagi marsyarakat. Edward menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh beserta jajaran yang telah menyambut dengan hangat serta melakukan olahraga bersama dengan rombongan MGMP PJOK Padang.
Kabid PTK Dinas Pendidikan Fiqih Rahmat, Sy,S.Kom menyampaikan terima kasih kota Payakumbuh telah dikunjungi oleh MGMP PJOK olahraga. dengan adanya pertandingan persahabatan dapat menjalin silaturahmi bagi kedua daerah
kabid Dikdas berterima kasih telah mengunjungi Kota Payakumbuh dan memotivasi guru-guru olahraga agar berinovasi melalui pmbelajaran pada kurikulum merdeka. dengan adanya sharing dan pertukaran bagi guru-guru PJOK berharap agar kedepannya pembelajaran olahraga meningkatkan minat belajar siswa yang tinggi sehingga prestasi olahraga dapat ditingkatkan (SR)
Membanggakan, itu kata yang pantas di terima bagi pemerintah kota Payakumbuh. Bagaimana tidak, dari 12 sekolah yang terpilih Peraih Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Sumatera Barat, 4 sekolah diantaranya diraih oleh sekolah di Kota Payakumbuh yakni SDN 58 Payakumbuh, SDN 03 Payakumbuh, SMPN 1 Payakumbuh dan SMPN 8 Payakumbuh. Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Sumatera Barat diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy pada hari Selasa tanggal 15 November 2022 di Hotel Santika Padang. Penilaian program sekolah adiwiyata telah dilaksanakan bulan Maret s.d Agustus tahun 2022 oleh Tim penilai independen yang ditunjuk oleh Gubernur Sumatera Barat.
Program sekolah adiwiyata merupakan salah satu program nasional Kementrian Lingkungan Hidup bagi sekolah dalam rangka mendorong dan terciptanya pengetahuan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup terutama mendidik generasi muda agar peduli terhadap lingkungan hidup. Secara internasional disebut juga dengan Green School.
Sekolah sebagai sarana/lembaga yang tidak semata-mata bertujuan dalam menyampaikan pengetahuan berbagai mata pelajaran akan tetapi adalah lembaga yang memberikan pengajaran baik pengetahuan maupun nilai-nilai dan norma-norma di masyarakat yang lebih luas untuk juga diterapkan pada lingkungan bermasyarakat serta membangun karakter positif bagi anak didik. Memberikan pengajaran, penyadaran segenap warga sekolah diantaranya murid, guru, orang tua/wali murid dan lingkungan masyarakat demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan hidup dalam aspek kelangsungan lingkungan hidup tentunya memberikan manfaat bagi lingkungan dimana dapat diimpelementasikan oleh peserta didik dalam berkehidupan bermasyarakat sehingga terciptanya masyarakat sekolah yang peduli dan juga berbudaya dalam lingkungan.
Selanjutnya, memberikan contoh bagi keluarga khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk menerapkan perilaku dan pembiasaan peduli terhadap lingkungan bagaimana mengelola dan memanfaatkan SDA yang ada supaya dapat meningkatkan dan memperbaiki kelangsungan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup
Program Adiwiyata memang terbukti menciptakan sekolah yang nyaman, aman dan harmonis untuk kebutuhan belajar peserta didik. Secara otodidak peserta didik perlahan menjadi generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya disekitar sekolah melek terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari program sekolah adiwiyata ini diantaranya mendorong sekolah untuk turut serta dalam melaksanakan upaya pemerintah demi kelestarian lingkungan hidup dalam membangun berkelanjutan yang berwawasan lingkungan demi hadirnya kepentingan generasi masa yang akan datang serta terutama meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.
Dalam melaksanakan penilaian program adiwiyata, sekolah harus memperhatikan 4 indikator pokok wajib yakni pertama kebijakan Berwawasan Lingkungan antara lain visi sekolah peduli lingkungan, pola hidup bersih dan sehat, penghematan SDA dan berbagai kebijakan sekolah dalam mengembangan pengelolaan lingkungan hidup, Kedua Pelaksanaan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan digambarkan dengan pengembangan model pembelajaran peduli lingkungan bagi siswa dan warga sekolah pengetahuan dan kesadaran warga sekolah terhadap lingkungan, Ketiga Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif diantaranya membangun kemitraan dengan berbagai pihak dalam pengelolaan lingkungan dan menciptakan kegiatan ektrakurikuler di sekolah bidang lingkungan hidup , keempat Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan dalam berbagai pengembangan sarana pendukung bidang pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan sistem pengelolaan sampah, penghematan SDA, peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs. Danil Defo,M.Si menyampaikan rasa syukur yang luar biasa serta menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Propinsi Sumatera Barat terkhususnya Dinas Lingkungan Hidup Propinsi yang telah memberikan penilaian secara objektif bagi sekolah. Pemerintah Kota Payakumbuh sangat mengapresasi yang tinggi atas prestasi diraih oleh sekolah. Harapan kedepannya dapat semakin menambah semangat seluruh warga sekolah untuk lebih meningkatkan pengelolaan dalam pengelolaan sampah. Kota Payakumbuh akan selalu berkomitmen bagaimana pengelolaan sampah ini dikelola dengan baik sesuai arahan Wakil Gubernur Sumatera Barat bahwa satuan pendidikan diharapkan memiliki bank sampah yang berfungsi mengelola sampah yang dihasilkan sekolah untuk dijadikan sumber pendapatan bagi warga belajar.
Tavril Samry, S.Pd selaku Kabid Dikdas berterima kasih kepada sekolah-sekolah penerima penghargaan yang telah berbenah diri dalam melakukan pengelolaan terhadap lingkungan. Kabid Dikdas berharap kepada sekolah penerima agar lebih meningkatkan serta mengembangan aspek-aspek dalam pengelolaan lingkungan menjadi contoh terhadap lingkungan contohnya dalam pengelolaan,pemilahan sampah, kedepan dapat meningkatkan prestasi ke tingkat nasional.
Kepala SMPN 1 Payakumbuh Drs. Defi Marlitra, M.Pd
SMPN 1 Payakumbuh sebagai salah satu penerima sekolah adiwiyata propinsi Sumbar yang diKepalai, Drs.Defi Marlitra, M.Pd merasa bersyukur menerima karena sudah lama merindukan penghargaan ini tercapai, berbagai kekurangan sarana penunjang dalam lingkungan seperti kurangnya WC bila dibanding dengan jumlah siswa ditakutkan menjadi kendala kondisi yang dialami oleh warga SMPN 1 akan mengurangi dalam penilaian tetapi pada akhirnya tidak menghalangi untuk SMPN 1 terpilih sebagai penerima sekolah adiwiyata karena penilaian aspek lainnya tinggi. SMPN 1 Payakumbuh akan lebih meningkatkan dalam pengelolaan lingkungan ini sehingga prestasi sebagai sekolah adiwiyata ke tingkat nasional dapat diraih.
Susi Afrita, S. Pd Kepala SDN 58 Payakumbuh juga sekolah terpilih menyampaikan terima kasih kepada pihak – pihak terkait di Kota Payakumbuh yang telah mendukung program pengelolaan bidang lingkungan dari SDN 58 Payakumbuh dan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh membina sekolah.
Kepala SDN 58 Payakumbuh Susi Afrita, S.Pd
“Dilihat dari kondisi sekolah yang berada disekitar batang agam tentunya program SDN 58 berdampak besar bagi kota. Program yang harus dijalankan untuk mengantisipasi sampah di sekolah. Kami warga sekolah telah melakukan pemilahan sampah organik, plastik dan berbahaya dengan pengontrolan. Hasil pemilahan juga ternyata dapat menghasilkan nilai ekonomi yang kami jadikan untuk kelanjutan program ini seperti keperluan pupuk, bibit dsb”. Berbagai program diharuskan melakukan ini sebagai kebiasaan bagi siswa dan warga sekolah lain contohnya membuang sampah pada botol-botol bekas yang kemudian menjadi hiasan bagi taman sekolah. Sampah plastik yang dibuang pada botol bekas juga dapat dimanfaatkan di rakit menjadi keterampilan ekobrik, sampah ternyata juga dapat menambah nilai ekonomi sekolah untuk pengembangan dan peningkatan program ini menuju tingkat nasional nantinya”, tambah Susi Afrita.
Kepala SDN 58 berharap, semoga kedepannya program sekolah akan selalu disupport pihak-pihak terkait melalui pembiasaan, sekolah akan mengajak stake holder untuk menjalin kerjasama memanfaatkan sampah. (sary)
Pada hari Rabu s.d Kamis tanggal 16 s.d 17 November 2022, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Paud yang diikuti sebanyak 143 orang kepala satuan paud bertempat di aula SKB Kota Payakumbuh .
Kegiatan dibuka langsung Kabid Paud Dinas Pendidikan Syafni Hasni, S.Pd didampingi Kasi Paud Dila Fatma, S.Pd, MM. dengan nara sumber Dr. Yenita Irawati, M.Pd dan Syahrul, M.Pd.
Materi dari Narasumber
Kegiatan berlangsung selama 2 hari dengan materi penyampaian kebijakan kemdikbud terkait IKM, elemen capaian pembelajaran kurikulum merdeka pada satuan paud, dimensi P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) pada kurikulum merdeka, materi assemen dan penerapan IKM, pengembangan pembelajaran diferensiasi, merancang pembelajaran. Kegiatan bertujuan untuk memberi penguatan pemahaman kepala sekolah tentang implementasi kurikulum merdeka serta untuk mengevaluasi KOSP yang sudah disusun diawal tp.2022/2023 .
Kabid Paud Syafni Hasni, S.Pd dalam membuka kegiatan menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mendukung satuan paud di Kota Payakumbuh akan berupaya maksimal dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar dengan pola mandiri berubah.
“Dalam kegiatan ini diharapkan kepala satuan paud mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh , materi yang disampaikan narasumber dipahami kemudian diimplementasikan”, tambah Kabid Paud.
Terakhir Kabid Paud berharap bahwa kepala satuan paud dapat menyampaikan materi dan informasi kepada masing – masing guru di satuan/ sekolah hingga implementasi kurikulum merdeka dalam melayani anak didik dapat terwujud menjadi layanan paud yang berkualitas.
Ditemui terpisah, Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs.Danil Defo, M.Si menyampaikan bahwa sesuai kebijakan Kota Payakumbuh penerapan IKM (impementasi kurikulum merdeka) bagi satuan Paud, SD, SMP sudah berjalan 3 bulan dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya, penerapan kurikulum ini belum maksimal. Ada beberapa hal-hal yang perlu disikapi dalam penyempurnaanya. Untuk itu, diadakan evaluasi ini.
Kadis berharap kepada seluruh satuan paud yang mengikuti kegiatan ini, agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya karena semua butuh proses dalam pelaksanaan kurikulum baru, ini perlu masukan dan saran dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan sehingga dilahirkan KOSP Kurikulum Merdeka lebih baik lagi. Ini merupakan proses awal, kedepannya evaluasi akan terus dilaksanakan sekali 3 bulan untuk lebih baiknya implementasi kurikulum merdeka dan KOSP yang menjadi bahan/ dasar dalam pelaksanaan IKM.
“Semoga dengan evaluasi ini menjadi bekal untuk pendidikan yang lebih baik bagi satuan paud di Kota Payakumbuh”, tambahnya.
Selanjutnya kegiatan diisi dengan kerja kelompok dan sesi tanya jawab.