Gebyar Pendidikan Non Formal Kota Payakumbuh Tahun 2022

Pemerintah kota Payakumbuh memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dalam pelaksanaan ivent acara Gebyar Pendidikan Non Formal Payakumbuh Tahun 2022. Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melalui Bidang PAUDNI Dinas Pendidikan menyelenggarakan kegiatan pawai gebyar pendidikan non formal.

Sebagaimana diamanatkan undang-undang nomor 20 th 2003 tentang Sisdiknas bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informal.

Pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja pendidikan kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

Satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat/PKBM dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis ( SPS ).

Kegiatan gebyar pendidikan non formal yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dibawah pimpinan Dr. Dasril S.Pd.M.Pd dan koordinator kegiatan Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal ( PAUDNI ) Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Syafni Hasni S.Pd didampingi Kasi PNFI Nelwita SE. Menyelenggarakan acara Gebyar ini bersamaan dengan acara Jalan Sehat HUT PGRI ke 77 dengan pentas utama di Ngalau Indah Payakumbuh.
Jenis Kegiatan Gebyar Pendidikan Non Formal adalah suatu kegiatan dari Dinas Pendidikan untuk lebih memperkenalkan Pendidikan Non Formal kepada masyarakat luas. Menurut Kabid PAUDNI Syafni Hasni S.Pd Kegiatan ini kita bagi menjadi 2 bagian yaitu Acara Pawai atau Arak-arakan dari lembaga Pendidikan Non Formal yang dimulai star dari Lapangan Kubu Gadang Payakumbuh melalui Jl.Rasuna Said, Labuh Basilang, Jl.A.Yani, pusat Kota Payakumbuh, Jl. Soekarno Hatta dan finish di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah yang dilepas oleh Pj.Walikota Payakumbuh Drs. Rida Ananda M.Si didampingi Kadis Pendidikan Dr. Dasril S.Pd., M.Pd.bersama Sekdisdik Drs. Danil Defo M.Si. Kabid PAUDNI Syafni Hasni S.Pd bersama Panitia Pelaksana lainnya. Pawai ini diikuti oleh 15 mobil hias dari SPNF SKB, PKBM dan LKP serta 15 bendi hias bermuatan para warga belajar paket A, B & C serta peserta kursus. 2. Selanjutnya setelah sampai di finish di area Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah Payakumbuh diisi dengan berbagai Penampilan bakat dan kreatifitas peserta didik Non Formal berupa tari, nyanyi, puisi, atraksi silat Fashion Show dll dipanggung utama Ngalau Indah selang seling dengan pembagian doorprize hadiah jalan sehat PGRI yang terdiri Sepeda, Kulkas, mesin cuci dan bingkisan lainnya. Adapun peserta dari Gebyar Pendidikan Non Formal ini
adalah Satuan Pendidikan Non Formal Pendidikan Kesetaraan, Lembaga Kursus dan Pelatihan dan Pendidikan Keaksaraan Fungsional. Dengan jumlah lebih kurang 500 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Dr. Dasril S.Pd. M.Pd berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan dan motivasi belajar peserta didik pendidikan non formal, memberikan kontribusi bagi pendidikan non formal dalam upaya meningkatkan dan memajukan pendidikan di kota payakumbuh, serta memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat bahwa pendidikan non formal sangat penting dalam menunjang kemajuan pendidikan di kota Payakumbuh. Sementara itu Pj.Walikota Payakumbuh Drs. Rida Ananda M.Si. sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan gebyar ini dalam rangka mempromosikan kegiatan layanan Pendidikan Non Formal di Kota Payakumbuh sebagai solusi bagi anak-anak Payakumbuh yang tidak bisa menyelesaikan pendidikan formal disekolah dapat mengikuti pendidikan non formal paket A, B dan C di PKBM, SPNF SKB Kota Payakumbuh.Jelas Rida Ananda. ( Kevin Tri Putra ).

“Perkuat Toleransi” Rida Ananda Sambangi Tiga Sekolah Swasta

Pada hari Senin, tanggal 28 November 2022. Pj Walikota Payakumbuh, Drs. Rida Ananda, M.Si menyambangi tiga sekolah swasta yakni SMP Fidelis, SD Pius dan TK Pius yang berada dipusat kota Payakumbuh berdekatan dengan Balaikota Payakumbuh.

Pj Walikota Payakumbuh Drs.Rida Ananda, M.Si bersama Kepala Dinas Pendidikan Dr.Dasril ,S.Pd,M.Pd,Kakan Kesbangpol Dipa Persada, S.Stp,MM, Kabag Protokol Nalfira, S.Pd, M.SE, Kabid Humas Rudi Arnel,S.Pd hadir di SMP Fidelis selanjutnya ke SD Pius dan TK Pius.

PJ. Walikota memberikan motivasi agar siswa bekerja keras,disiplin serta konsisten dalam belajar. Belajar lah sedini mungkin supaya dapat meraih kesuksesan. Terus berbuat baik dan menjadi orang hebat. Orang hebat adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. PJ Walikota juga memotivasi sekolah dalam meningkatkan program-program sekolah untuk meningkatkan peminat belajar siswa baru di sekolah ini dengan menonjolkan atau membuat strategi tertentu. Kepada SMP Fidelis, Pj Wako berpesan agar siswa fokus dan asah kemampuan masing, “setiap orang mempunyai keahlian atau potensi yang berbeda”. Siswa diharapkan jangan terpengaruh terjebak dalam merokok,miras dsb. PJ Walikota berharap agar selalulah jalin toleransi antar umat beragama.

Selanjutnya Pj Walikota beserta rombongan bergerak menuju SD Pius. Pj Walikota memberikan motivasi bagi siswa dalam menjaga toleransi bagi umat beragama dan memberikan motivasi siswa dalam belajar.”Hilangkan rasa malas, bekerja keras ,disiplin dan konsisten dalam belajar supaya siswa dapat mencapai kesuksesan. Tanpa bekerja keras,mustahil untuk berhasil. Pj Walikota berpesan agar Pintar dan bijaklah dalam melaksanakan kehidupan.

Kadis Pendidikan, Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Pj.Walikota yang telah meluangkan waktu dalam kesibukan nya untuk mendatangi dan memotivasi ketiga sekolah swasta ini. Kadis berharap dengan adanya motivasi dapat sekiranya meningkatkan kualitas layanan pendidikan kedepan. Kadis juga berharap kepada sekolah ini tetaplah menjadi contoh dalam penerapan toleransi antar umat beragama dan antar suku bangsa yang beragam.

Penulis : Sari Oktavia, S.Sos (SR)

Disdik Adakan Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Mulok

Setelah di sempurnakannya kurikulum muatan lokal (mulok) oleh tim pengembang kurikulum (TPK) di Kota Payakumbuh lahirlah element, CP, ATP, tujuan pembelajaran perjenjang satuan pendidikan. maka Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mengadakan Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Mulok bagi guru kelas 1 dan kelas 4 SD se-kota Payakumbuh pada tanggal 22 s.d 23 November 2022 bertempat di Aula SMAN 2 Payakumbuh. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, dimana hari pertama dihadiri sebanyak sebanyak 124 org guru kelas 1, hari kedua dihadiri sebanyak 120 orang guru kelas 4 SD. Pemateri oleh Dr.Khairil Anwar, M.Si (akademisi) dosen Unand..

Kegiatan bertujuan bagaimana menerapkan konsep dari ATP tersebut dalam proses pembelajaran sehingga butuh perangkat seperti modul ajar (RPP) dilanjutkan dengan assesmen dan penilaian serta materi/bahan ajar yang relevan dengan kegiatan. Product yang dihasilkan pada kegiatan ini adanya silabus yang telah dirancang oleh tim sehingga lahirlah perangkat pembelajaran berupa modul ajar, bahan ajar dan penilaian pembelajaran kurikulum mulok sampai tahun pelajaran berakhir. Lahirnya perangkat tersebut dapat diimplementasikan guru-guru kelas 1 dan kelas 4 dapat memberikan pembelajaran bagi siswa.

Hari pertama dihadiri sebanyak 124 orang guru kelas 1 SD se-kota Payakumbuh. Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd, M.Pd didamping Kabid Dikdas Tavril Samry, S.Pd, Kasi Kurikulum SD Nikmat Elva,M.Pd, Kasi Kurikulum SMP Femiria Sari, SE, Kasi PTK Dikdas Nelfia Andendri,S.Ip. Hari kedua dihadiri sebanyak 120 orang guru kelas 4 SD se-kota Payakumbuh dibuka langsung PJ.Walikota Payakumbuh Drs. Rida Ananda, M.Si.

Dalam kesempatannya, Drs. Rida Ananda, M.Si memberikan arahan dan memotivasi peserta pada kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Pj.Walikota memotivasi guru-guru agar dapat mengikuti kegiatan tersebut bersungguh-sungguh. “Kunci utama penyiapan generasi muda berada ditangan guru di sekolah, supaya arah kebijakan dan kemajuan pendidikan dalam mewujudkan mencerdaskan anak bangsa dapat diraih. Penguatan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada sekolah dengan menyiapkan materi mata pelajaran mulok berupa potensi daerah/kearifan lokal”, sambungnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd dalam membuka kegiatan tersebut memberikan arahan yakni bagaimana guru kelas 1 dan 4 dapat menyiapkan materi agar dikembangkan sesuai dengan kearifan lokal di Kota Payakumbuh secara umum.

Mulok penting dalam implementasikan ABS SBK disekolah, dimana sekolah sebagai pusat pelestarian budaya. Sehingga pembelajaran adat budaya minang dapat terlaksana dengan baik di sekolah sebagai bekal generasi muda minang dalam memahami adat istiadat dan budaya nya melalui sekolah sesuai dengan falsafah ‘adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS SBK)” Ulas Kadisdik.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dan pengembangan dari kegiatan yang telah dirintis oleh tim TPK”, sambungnya..

Kadisdik berharap agar guru menerapkan kurikulum merdeka melalui mata pelajaran mulok dapat menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai potensi daerah dan dapat mengembangkan target lahirnya perangkat yang dapat diperguanakan guru dalam proses pembelajaran kurikulum mulok. (sary)

Jalin Sinergitas, MGMP PJOK Kota Padang Kunjungi Payakumbuh

Dalam rangka menjalin silaturrahmi dan membangun sharing bagi guru-guru mata pelajaran PJOK di tingkat SMP antar musyawarah guru mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (MGMP PJOK) Kota Padang dengan MGMP PJOK Kota Payakumbuh, MGMP PJOK Kota Payakumbuh menerima kunjungan dari MGMP PJOK Kota Padang beserta rombongan sebanyak 57 orang guru pada tanggal 13 November 2022 di Payakumbuh Bugar, Padang Kaduduak.

Kunjungan tersebut bertujuan membangun sharing antar guru-guru mata pelajaran PJOK tingkat SMP antar Kota Payakumbuh dengan Kota Padang dalam mengimplementasikan materi mata pelajaran PJOK pada kurikulum merdeka yang baru-baru ini telah dilaksanakan berbagai daerah baik di Kota Payakumbuh maupun Kota Padang, bagaimana memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi non akademik bidang olahraga serta melakukan berbagai pertandingan persahabatan cabang olahraga seperti badminton, bola basket, futsal.

Kunjungan yang dilakukan oleh MGMP PJOK Padang diketuai Edward,M.Pd disambut langsung Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Tavril Samry,S.Pd , Kabid PTK Dinas Pendidikan Fiqih Rahmat Sy,S.Kom, Ketua MGMP PJOK Kota Payakumbuh Ivan Dermawan,S.Pd, Amir,S.Pd (kepala SMPN 7 Payakumbuh).

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan pertandingan persahaban yakni badminton dimenangkan oleh Kota Padang dengan 3-2, ,untuk futsal dimenangkan Kota Payakumbuh dengan skor 5-4, bola basket dimenangkan kota Padang dengan skor 60-40.

Ketua MGMP PJOK Padang Edward,M.Pd sangat mengapresiasi pemerintah kota Payakumbuh dalam menyediakan sarana prasaran penunjang olahraga seperti lapangan olahraga bagi marsyarakat. Edward menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh beserta jajaran yang telah menyambut dengan hangat serta melakukan olahraga bersama dengan rombongan MGMP PJOK Padang.

Kabid PTK Dinas Pendidikan Fiqih Rahmat, Sy,S.Kom menyampaikan terima kasih kota Payakumbuh telah dikunjungi oleh MGMP PJOK olahraga. dengan adanya pertandingan persahabatan dapat menjalin silaturahmi bagi kedua daerah

kabid Dikdas berterima kasih telah mengunjungi Kota Payakumbuh dan memotivasi guru-guru olahraga agar berinovasi melalui pmbelajaran pada kurikulum merdeka. dengan adanya sharing dan pertukaran bagi guru-guru PJOK berharap agar kedepannya pembelajaran olahraga meningkatkan minat belajar siswa yang tinggi sehingga prestasi olahraga dapat ditingkatkan (SR)

4 Sekolah di Kota Payakumbuh Meraih Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Sumatera Barat

Membanggakan, itu kata yang pantas di terima bagi pemerintah kota Payakumbuh. Bagaimana tidak, dari 12 sekolah yang terpilih Peraih Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Sumatera Barat, 4 sekolah diantaranya diraih oleh sekolah di Kota Payakumbuh yakni SDN 58 Payakumbuh, SDN 03 Payakumbuh, SMPN 1 Payakumbuh dan SMPN 8 Payakumbuh. Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Sumatera Barat diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy pada hari Selasa tanggal 15 November 2022 di Hotel Santika Padang. Penilaian program sekolah adiwiyata telah dilaksanakan bulan Maret s.d Agustus tahun 2022 oleh Tim penilai independen yang ditunjuk oleh Gubernur Sumatera Barat.

Program sekolah adiwiyata merupakan salah satu program nasional Kementrian Lingkungan Hidup bagi sekolah dalam rangka mendorong dan terciptanya pengetahuan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup terutama mendidik generasi muda agar peduli terhadap lingkungan hidup. Secara internasional disebut juga dengan Green School.

Sekolah sebagai sarana/lembaga yang tidak semata-mata bertujuan dalam menyampaikan pengetahuan berbagai mata pelajaran akan tetapi adalah lembaga yang memberikan pengajaran baik pengetahuan maupun nilai-nilai dan norma-norma di masyarakat yang lebih luas untuk juga diterapkan pada lingkungan bermasyarakat serta membangun karakter positif bagi anak didik. Memberikan pengajaran, penyadaran segenap warga sekolah diantaranya murid, guru, orang tua/wali murid dan lingkungan masyarakat demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan hidup dalam aspek kelangsungan lingkungan hidup tentunya memberikan manfaat bagi lingkungan dimana dapat diimpelementasikan oleh peserta didik dalam berkehidupan bermasyarakat sehingga terciptanya masyarakat sekolah yang peduli dan juga berbudaya dalam lingkungan.

Selanjutnya, memberikan contoh bagi keluarga khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk menerapkan perilaku dan pembiasaan peduli terhadap lingkungan bagaimana mengelola dan memanfaatkan SDA yang ada supaya dapat meningkatkan dan memperbaiki kelangsungan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup

Program Adiwiyata memang terbukti menciptakan sekolah yang nyaman, aman dan harmonis untuk kebutuhan belajar peserta didik. Secara otodidak peserta didik perlahan menjadi generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya disekitar sekolah melek terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari program sekolah adiwiyata ini diantaranya mendorong sekolah untuk turut serta dalam melaksanakan upaya pemerintah demi kelestarian lingkungan hidup dalam membangun berkelanjutan yang berwawasan lingkungan demi hadirnya kepentingan generasi masa yang akan datang serta terutama meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.

Dalam melaksanakan penilaian program adiwiyata, sekolah harus memperhatikan 4 indikator pokok wajib yakni pertama kebijakan Berwawasan Lingkungan antara lain visi sekolah peduli lingkungan, pola hidup bersih dan sehat, penghematan SDA dan berbagai kebijakan sekolah dalam mengembangan pengelolaan lingkungan hidup, Kedua Pelaksanaan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan digambarkan dengan pengembangan model pembelajaran peduli lingkungan bagi siswa dan warga sekolah pengetahuan dan kesadaran warga sekolah terhadap lingkungan, Ketiga Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif diantaranya membangun kemitraan dengan berbagai pihak dalam pengelolaan lingkungan dan menciptakan kegiatan ektrakurikuler di sekolah bidang lingkungan hidup , keempat Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan dalam berbagai pengembangan sarana pendukung bidang pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan sistem pengelolaan sampah, penghematan SDA, peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.

Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs. Danil Defo,M.Si menyampaikan rasa syukur yang luar biasa serta menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Propinsi Sumatera Barat terkhususnya Dinas Lingkungan Hidup Propinsi yang telah memberikan penilaian secara objektif bagi sekolah. Pemerintah Kota Payakumbuh sangat mengapresasi yang tinggi atas prestasi diraih oleh sekolah. Harapan kedepannya dapat semakin menambah semangat seluruh warga sekolah untuk lebih meningkatkan pengelolaan dalam pengelolaan sampah. Kota Payakumbuh akan selalu berkomitmen bagaimana pengelolaan sampah ini dikelola dengan baik sesuai arahan Wakil Gubernur Sumatera Barat bahwa satuan pendidikan diharapkan memiliki bank sampah yang berfungsi mengelola sampah yang dihasilkan sekolah untuk dijadikan sumber pendapatan bagi warga belajar.

Tavril Samry, S.Pd selaku Kabid Dikdas berterima kasih kepada sekolah-sekolah penerima penghargaan yang telah berbenah diri dalam melakukan pengelolaan terhadap lingkungan. Kabid Dikdas berharap kepada sekolah penerima agar lebih meningkatkan serta mengembangan aspek-aspek dalam pengelolaan lingkungan menjadi contoh terhadap lingkungan contohnya dalam pengelolaan,pemilahan sampah, kedepan dapat meningkatkan prestasi ke tingkat nasional.

Kepala SMPN 1 Payakumbuh Drs. Defi Marlitra, M.Pd

SMPN 1 Payakumbuh sebagai salah satu penerima sekolah adiwiyata propinsi Sumbar yang diKepalai, Drs.Defi Marlitra, M.Pd merasa bersyukur menerima karena sudah lama merindukan penghargaan ini tercapai, berbagai kekurangan sarana penunjang dalam lingkungan seperti kurangnya WC bila dibanding dengan jumlah siswa ditakutkan menjadi kendala kondisi yang dialami oleh warga SMPN 1 akan mengurangi dalam penilaian tetapi pada akhirnya tidak menghalangi untuk SMPN 1 terpilih sebagai penerima sekolah adiwiyata karena penilaian aspek lainnya tinggi. SMPN 1 Payakumbuh akan lebih meningkatkan dalam pengelolaan lingkungan ini sehingga prestasi sebagai sekolah adiwiyata ke tingkat nasional dapat diraih.

Susi Afrita, S. Pd Kepala SDN 58 Payakumbuh juga sekolah terpilih menyampaikan terima kasih kepada pihak – pihak terkait di Kota Payakumbuh yang telah mendukung program pengelolaan bidang lingkungan dari SDN 58 Payakumbuh dan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh membina sekolah.

Kepala SDN 58 Payakumbuh Susi Afrita, S.Pd

“Dilihat dari kondisi sekolah yang berada disekitar batang agam tentunya program SDN 58 berdampak besar bagi kota. Program yang harus dijalankan untuk mengantisipasi sampah di sekolah. Kami warga sekolah telah melakukan pemilahan sampah organik, plastik dan berbahaya dengan pengontrolan. Hasil pemilahan juga ternyata dapat menghasilkan nilai ekonomi yang kami jadikan untuk kelanjutan program ini seperti keperluan pupuk, bibit dsb”. Berbagai program diharuskan melakukan ini sebagai kebiasaan bagi siswa dan warga sekolah lain contohnya membuang sampah pada botol-botol bekas yang kemudian menjadi hiasan bagi taman sekolah. Sampah plastik yang dibuang pada botol bekas juga dapat dimanfaatkan di rakit menjadi keterampilan ekobrik, sampah ternyata juga dapat menambah nilai ekonomi sekolah untuk pengembangan dan peningkatan program ini menuju tingkat nasional nantinya”, tambah Susi Afrita.

Kepala SDN 58 berharap, semoga kedepannya program sekolah akan selalu disupport pihak-pihak terkait melalui pembiasaan, sekolah akan mengajak stake holder untuk menjalin kerjasama memanfaatkan sampah. (sary)

Sosialisasi Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Paud

Kabid Paud, Syafni Hasni Membuka Kegiatan

Pada hari Rabu s.d Kamis tanggal 16 s.d 17 November 2022, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Paud yang diikuti sebanyak 143 orang kepala satuan paud bertempat di aula SKB Kota Payakumbuh .

Kegiatan dibuka langsung Kabid Paud Dinas Pendidikan Syafni Hasni, S.Pd didampingi Kasi Paud Dila Fatma, S.Pd, MM. dengan nara sumber Dr. Yenita Irawati, M.Pd dan Syahrul, M.Pd.

Materi dari Narasumber

Kegiatan berlangsung selama 2 hari dengan materi penyampaian kebijakan kemdikbud terkait IKM, elemen capaian pembelajaran kurikulum merdeka pada satuan paud, dimensi P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) pada kurikulum merdeka, materi assemen dan penerapan IKM, pengembangan pembelajaran diferensiasi, merancang pembelajaran. Kegiatan bertujuan untuk memberi penguatan pemahaman kepala sekolah tentang implementasi kurikulum merdeka serta untuk mengevaluasi KOSP yang sudah disusun diawal tp.2022/2023 .

Kabid Paud Syafni Hasni, S.Pd dalam membuka kegiatan menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mendukung satuan paud di Kota Payakumbuh akan berupaya maksimal dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar dengan pola mandiri berubah.

“Dalam kegiatan ini diharapkan kepala satuan paud mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh , materi yang disampaikan narasumber dipahami kemudian diimplementasikan”, tambah Kabid Paud.

Terakhir Kabid Paud berharap bahwa kepala satuan paud dapat menyampaikan materi dan informasi kepada masing – masing guru di satuan/ sekolah hingga implementasi kurikulum merdeka dalam melayani anak didik dapat terwujud menjadi layanan paud yang berkualitas.

Ditemui terpisah, Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs.Danil Defo, M.Si menyampaikan bahwa sesuai kebijakan Kota Payakumbuh penerapan IKM (impementasi kurikulum merdeka) bagi satuan Paud, SD, SMP sudah berjalan 3 bulan dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya, penerapan kurikulum ini belum maksimal. Ada beberapa hal-hal yang perlu disikapi dalam penyempurnaanya. Untuk itu, diadakan evaluasi ini.

Kadis berharap kepada seluruh satuan paud yang mengikuti kegiatan ini, agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya karena semua butuh proses dalam pelaksanaan kurikulum baru, ini perlu masukan dan saran dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan sehingga dilahirkan KOSP Kurikulum Merdeka lebih baik lagi. Ini merupakan proses awal, kedepannya evaluasi akan terus dilaksanakan sekali 3 bulan untuk lebih baiknya implementasi kurikulum merdeka dan KOSP yang menjadi bahan/ dasar dalam pelaksanaan IKM.

“Semoga dengan evaluasi ini menjadi bekal untuk pendidikan yang lebih baik bagi satuan paud di Kota Payakumbuh”, tambahnya.

Selanjutnya kegiatan diisi dengan kerja kelompok dan sesi tanya jawab.

Penulis (Sr)

Sesi Kerja Kelompok Dari Peserta Sosialisasi

Sempurnakan Kurikulum Mulok di Payakumbuh, Disdik Lakukan Lokakarya

Membangkitkan dan mengembalikan kembali budaya Minangkabau yang dilihat sudah hilang pada generasi muda kini baik perilaku maupun ucapan dalam kehidupan sehari-hari seperti kato nan ampek, raso jo pareso, sumbang duo baleh dsb. Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh akan memasukkan Kurikulum Mulok/Potensi daerah pada kurikulum baru yakni Kurikulum merdeka yang mana Kurikulum Merdeka telah mulai dilaksanakan pada Juli 2022 lalu pada satuan pendidikan TK, SD,SMP dan Kesetaraan di Kota Payakumbuh.

Proses awal penyusunan kurikulum mulok berdasarkan potensi dan kearifan lokal (wilayah) satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah masing-masing dengan istilah “mambasuik dari bumi” artinya kearifan lokal yang diangkat berasal dari ciri khas/keunikan wilayah yang berbeda-beda dengan wilayah/daerah lainnya. Secara umum, model rancangan kurikulum mulok berisi tentang agama dan budaya minangkabau sesuai dengan falsafah minang “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” (ABS-SBK) dalam cakupan memuat baca tulis Al-qur’an dan budaya minangkabau yang terdiri atas bahasa minangkabau, permainan tradisional, pakaian, makanan, kesenian, budi pekerti dan adat sopan santun di minangkabau.

Berbagai persiapan dalam mengimplementasikan kurikulum mulok/potensi daerah diawali diantaranya penetapan Tim Pengembang Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan no.421/97/Dikdas/2022 terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, Pengawas Sekolah, Penilik, Pamong, Tutor, Kepala Sekolah dan Guru dilanjutkan dengan Konsultasi diskusi ke Puskur dan Pembelajaran Kemdikbudristek RI, dan kesepakatan Kepala Dinas dan perwakilan dari dinas pendidikan tentang IKM dan kurikulum muatan lokal dengan Kepala Pusat Inovasi Kurikulum bagian Inovasi Kurikulum, pembelajaran dan penilaian BSKAP Kemdikbud RI, Menyusun surat edaran terkait Implementasi Kurikulum Merdeka salah satunya tentang kurikulum muatan Lokal, studi Tiru ke Dinas Pendidikan Kota Solok terkait kegiatan launching Kurikulum Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau, selanjutnya TPK (tim pengembang kurikulum) membuat dan menyusun kurikulum berupa element, CP, ATP perjenjang satuan pendidikan selanjutnya di inventarisir dan dianalisis.

Untuk menyempurnakan kurikulum Mulok yang telah dirancang oleh TPK Payakumbuh setelah lahirnya produk kurikulum yang diterbitkan satuan pendidikan, maka Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mengadakan Lokakarya Penyusunan Kurikulum Mulok/Potensi Daerah Kota Payakumbuh pada tanggal 3 November 2022 bertempat di Aula SMA 2 Payakumbuh dengan peserta sebanyak 87 orang terdiri dari unsur pengawas satuan pendidikan, kepsek, dan guru tiap jenjang (perwakilan guru penggerak dan guru senior yang berkompeten) sebanyak 71 orang, 16 orang dari unsur Dinas Pendidikan.

Kegiatan dibuka oleh Pj. Walikota Payakumbuh diwaliki Staf Ahli Elfi Jaya,ST, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr.Dasril, S.Pd,M.Pd didampingi Kabid Dikdas Tavril Samry, S.Pd, Kasi Kurikulum Nikmat Elva,M.Pd (Ketua Tim TPK), Kasi Kurikulum SMP Femiria Sari, SE, Kasi PNFI Nelwita,SE, Kasi PTK Dikdas Nelfia Anendri, S.IP, Kasi PTK Paud Rahmawati, S.Pd, dan seluruh pengawas satuan pendidikan.dengan narasumber terdiri dari unsur praktisi budaya Yulfian Asrizal, dan akademisi peneliti dan dosen sastra minangkabau dari Unand Dr.Khairul Anwar, M.Si.

Arahan dari Kadis Pendidikan, Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd

Kepala Dinas Pendidikan Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan mendukung implementasi kurikulum mulok di Payakumbuh. Dalam mengimplementasi pada pembelajaran harus didukung oleh kesiapan SDM (pendidik), kesiapan sarana penunjang, kesiapan prasarana.

“Dalam kurikulum ini, siswa akan mendapatkan paket dasar komplit dari sekolah sebagai sarana pendidikan dan pelestarian kebudayaan minangkabau yang berasas ” adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”, memasukkan materi wajib belajar “baca tulis Al-qur’an” pada setiap jenjang pendidikan di Kota Payakumbuh dikurikulum mulok. Sehingga pelesetarian budaya di sekolah dapat diangkat di Kota Payakumbuh” sambung Kadisdik.

Kadis Pendidikan berharap agar generasi yang akan datang di Kota Payakumbuh diwarnai dengan adat dan berbudaya minang baik berperilaku, perkataan mencerminkan budaya minangkabau.

Kabid Dikdas Tavril Samry, S.Pd berharap agar masukan dari narsum mudah-mudahan menyempurnakan produk mulok sehingga menambah dan mempertajam kurikulum tersebut bagi guru yang akan mengimplementasi kan bagi siswa di Kota Payakumbuh.

Kasi Kurikulum SD Nikmat Elva, M.Pd sekaligus Ketua TPK Kota Payakumbuh dalam menyampaikan laporan kegiatan berkata “Sesuai dengan kesepakatan TPK Payakumbuh, kurikulum mulok untuk tahun pelajaran 2022/2023 di satuan pendidikan tingkat SD dimasukkan sebagai mata pelajaran berdiri sendiri yakni mata pelajaran muatan lokal potensi daerah sedangkan untuk tingkat PAUD, kesetaraan dan SMP sudah dilaksanakan pembelajaran mulok dengan mengintegrasikan kedalam mapel lain dan kedalam projek penguatan profil pelajar pancasila”.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi berbagi masukan dan saran baik dari narsum maupun dari peserta, masukan dari peserta salah satu nya “sebaiknya juga ditambahkan sejarah di Payakumbuh atau di kabupaten 50 kota”, Khairanis, S.Pd

Masukan dari narsum yakni mulok harus benar yang ada di lingkungan siswa sehingga menjadi perilaku
dan karakter dari siswa, siswa jangan hanya disuruh menghafal “seluruh aspek yang ada di minangkabau harap diintegrasikan, semua elemen diintegrasikan budi pekertinya”.

penulis: Sari Oktavia,S.Sos (Sr)

Penyampaian laporan kegiatan dari Ketua TPK Kota Payakumbuh, Nikmat Elva, M.Pd

Guru Honorer Terima Bantuan Rehab Rumah Melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Bantuan diserahkan langsung Pj. Walikota Payakumbuh, Drs.Rida Ananda,M.Si didampingi Kadisdik,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd

Osi Elita, seorang guru honorer di TK Islam Tarbiyah Talang Kota Payakumbuh yang telah mengabdi selama 20 tahun ditemui dengan senyum merekahnya. Buk Osi dikenal sebagai guru yang paling rajin disekolahnya. Beliau adalah salah satu penerima bantuan rehab rumah dari Baznas Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Beliau mengungkapkan rasa syukurnya yang tak terhingga karena telah terpilih menjadi penerima bantuan dalam seleksi melalui rapat Unit Pengelola Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh pada hari kamis tanggal 29 September 2022 karena beliaulah yang paling memenuhi syarat sesuai ketentuan  Baznas Kota Payakumbuh.

Buk Osi panggilan akrabnya, lahir tahun 1972 tinggal di Kelurahan Talang, Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh ini sudah lama sekali bercita-cita untuk bisa mempunyai tempat berteduh sendiri bersama suami dan ketiga anaknya yang masih menempuh pendidikan usia sekolah. Suaminya, Pak Muliadir merupakan seorang petani penggarap. Anak pertamanya bernama Muhammad Syauqi Rabbani merupakan murid di SMKN 4 Payakumbuh, anak keduanya bernama Muhammad Habbil Dwi Putra juga bersekolah di tempat yang sama dan anak ketiganya bernama Muhammad Rangga Tri Arga yang masih menempuh pendidikan di SDN 45 Payakumbuh. Selama ini mereka menumpang tinggal di rumah dari kakak suami buk osi.

Senin, 10 Oktober 2022 merupakan hari penyerahan bantuan dari Baznas Kota Payakumbuh yang bertempat di aula ngalau indah lantai III Balaikota Payakumbuh dimana pada hari itu Baznas Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menyerahkan bantuan dengan 3 kategori yaitu bantuan untuk rehab rumah sebesar Rp. 25.000.000,- untuk 1 orang, bantuan untuk mahasiswa binaan Rp.4.000.000,- masing-masing untuk 2 orang dan bantuan untuk usaha binaan Rp.4.000.000,- masing-masing untuk 5 orang dan pada hari Senin, 31 Oktober 2022 telah dilaksanakan proses pemancangan yang merupakan pertanda dimulainya pekerjaan rehab rumah disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr.Dasril, S.Pd.M.Pd bersama TIM UPZ Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril, S.Pd.M.Pd memberikan arahan kepada para penerima untuk dapat menggunakan bantuan tersebut dengan tepat, dimana nantinya tim UPZ Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh akan terus memantau penggunaan dana bantuan tersebut oleh para penerima lengkap dengan bukti-bukti kwitansi untuk apa saja dana bantuan tersebut digunakan. Beliau berharap bantuan seperti ini akan terus berkelanjutan dan dana bantuan yang digelontorkan akan semakin besar dan tentunya tepat guna dan tepat sasaran. Beliau juga menyampaikan harapannya agar rehab rumah Buk Osi dapat dibantu oleh keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar Kelurahan Talang yang mempunyai kemampuan untuk dapat berpartisipasi misalnya dengan menyumbang 1 sak semen atau 1 helai atap sehingga rumah ini bisa layak untuk ditempati oleh keluarga Buk Osi bersama suami dan anak-anaknya untuk memperbaiki kualitas hidup dan masa depan anak-anak Buk Osi.

Penulis (Ramayani,S.Pd)

Aura Koleksi 44 Medali Tahun 2022

Pelajar Payakumbuh harumkan nama Kota Payakumbuh di tingkat Nasional dan Se-Sumatera berasal dari siswa kelas 8 di SMPN 1 Payakumbuh yakni Aura Latifa Marfin menorehkan prestasi non akademiknya di cabang olahraga renang, dibawah asuhan pelatih Jumedi, S.Pd dari club NSC (Ngalau Swimming Club) Payakumbuh. Putri pertama dari pasangan Marzuki dan Sri Delfinfa berhasil meraih 8 medali terdiri dari 3 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu pada ajang kejuaraan se sumatera tanggal 28-30 oktober 2022 di Lampung. Total perolehan medali yang diperoleh Aura pada tahun 2022 dari berbagai event sebanyak 44 medali (emas, perak dan perunggu) terdiri dari 10 medali pada Kejurda Sumbar tanggal 7-8 Maret 2022, 6 medali pada Kejuaraan se-Sumatera pada tanggal 12 s.d 13 Maret 2022, Kejuaraan Gubsu Cup sebanyak 6 medali pada tanggal 19 s.d Maret 2022, 7 medali pada Kejuaraan se-Sumatera tanggal 24 s.d 26 Juni 2022, 7 medali pada Kejuaraan se-Sumatera di Curup.

Aura mulai berlatih pada usia 5 tahun, siswa yang sehari-harinya pelajar ini berprestasi bukan hanya prestasi bidang non akademik saja tetapi siswa yang menyukai pelajaran Matematika dan IPA juga berpretasi bidang akademik ditandai dengan selalu mendapatkan juara kelas saat sekolah. Adanya keseimbangan prestasi akademik dan non akademik tentunya didukung dan disuport orangtua dan pihak sekolah.

Aura mendapatkan dukungan dari Sekolah dan Dinas Pendidikan. Bersama dengan Kadisdik,Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd ( kiri) dan Kepsek SMPN 1 Payakumbuh, Drs.Defi Marlitra,M.Pd (kanan)

Kepala SMPN 1 Payakumbuh, Drs.Defi Marlitra,M.Pd menyampaikan bahwa atas nama sekolah merasa sangat bangga bahagia dengan prestasi Aura ini yang telah membawa harum bukan hanya nama kota kita bahkan nama sumatera barat di tingkat nasional juga.

“Semoga ini juga menjadi motivasi bagi siswa2 kita yang lain untuk dapat mengukir prestasi di bidang mereka masing-masing, kami juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua Aura serta pelatih yang telah memberi dukungan penuh terhadap prestasi latifa yang begitu besar ini, begitu juga untuk untuk pemko kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang selalu mengarahkan dan mendorong kami untuk selalu berprestasi”.

Kepsek berharap Kepada Aura Latifa Marfin untuk lebih semangat lagi bejuang dan berdoa dalam mencapai prestasi yang lebih membanggakan lagi kedepannya. “Semoga kelak akan selalu mengharumkan sumatera barat terkhususnya SMPN 1 Payakumbuh dikancah nasional dan internasional. Selalu low profile serta selalu menjaga ibadah”, tambahnya.

Dijumpai terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.Dasril, S.Pd,M.Pd menyampaikan harapan kepada Aura, semoga Aura yang telah berhasil pengembangkan bakat nya melalui latihan menjadi prestasi harus pandai-pandai menjaga waktu antara olahraga dan belajar, supaya secara akademik tetap memiliki kualifikasi dan secara keterampilan lifeskill/kecakapan hidup juga tetap memiliki talenta prestasi olahraga serta tetap berprilaku hidup sehat.

PENULIS (SR)