Kepala Dinas Pendidikan Larang Siswa SMP Bereouforia Rayakan Kelulusan

Pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2021 sedangkan untuk Sekolah Dasar pada tanggal 15 Juni 2021. Pemerintah Kota Payakumbuh tidak ingin ada aksi huru-hara yang dilakukan oleh pelajar di kota Payakumbuh. Karena sehari sebelumnya puluhan siswa SMK telah ditertibkan Satpol PP dan kepolisian karena melakukan aksi coret-coret seragam di tempat umum.

Kebijakaan ini dilakukan pemko berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Bentuk, dan Tata Cara Pengisian Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2020/2021.

“Kami mengeluarkan himbauan kepada sekolah yang ada di Kota Payakumbuh dengan melarang siswa melakukan euforia merayakan kelulusan, lagi pula pengumuman kelulusan dilakukan secara daring/online oleh sekolah masing- masing,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh AH Agustion melalui Sekretaris Disdik Joni.

Adapun jadwal pengumuman kelulusan dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB, diatur dengan cara dibuatkan jadwal per rombel dan waktunya diberi jarak minimal 1 (satu) jam. Informasi ini telah kami lanjutkan ke grup kepala sekolah, ini kita lakukan sebagai langkah antisipasi,” ungkapnya.

Evaluasi Pelaksanaan Tahfizh Percontohan

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Tahfizh Percontohan Tingkat SD dan SMP se-Kota Payakumbuh yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2021 bertempat di Aula Bersama Gedung Perkantoran Padang Kaduduk Jln.Gelatik (Puti Elok) Tigo Koto Diate Kecamatan Payakumbuh Utara. Acara ini dibuka oleh Kabid PTK Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Drs Danil Defo, M. Si, Kepala Cabang Yayasan Indonesia Khatam, Marnita Indra Dauly, SS dan guru-guru tahfizh percontohan dari 10 (sepuluh) SD Negeri dan 10 (sepuluh) SMP Negeri.

Dalam rapat ini membahas tentang evaluasi pelaksanaan tahfizh pada masing-masing sekolah percontohan, mengingat pembelajaran masih daring. Bahan evaluasi 1. Mengevaluasi kegiatan tahfizh dari Bulan Januari sampai Mei. 2. Dinas Pendidikan sangat berharap para uztazah dapat menyampaikan laporan real pelaksanaan kegiatan,apa dilanjutkan dan tercapainya target kegiatan. 3. Pelaksanaan selama daring tidak berjalan sesuai target dikarenakan partisipasi siswa rendah, kendala pada jaringan, kurang nya motivasi orang tua dalam pendampingan.

Saran dari guru-guru tahfizh : dikarenakan jumlah siswa hanya 15 siswa, diharapkan dapat dilaksanakan secara tatap muka.

Adapun tanggapan dari Dinas Pendidikan yakni secara prinsip sangat mendukung, tapi untuk pengambilan kebijakan mempedomani dari satgas covid Kota Payakumbuh.