Kota Payakumbuh Launching Kurikulum Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau (BAM) Dengan Meriah

Pada hari Kamis tanggal 30 November 2023 di Balaikota Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melaunching Kurikulum Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau (BAM). Hadir dalam acara ini Pj Wako Jasman, didampingi oleh Pengembang Kurikulum Kemdikbudristek RI Sapto Aji Wiranto, Staf Ahli Gubernur Provinsi Sumbar Erinaldi, Forkopimda Payakumbuh dan Bupati/Walikota se-Sumbar, Sekda Payakumbuh Rida Ananda beserta jajaran, pimpinan instansi vertikal Kota Payakumbuh, beserta tamu undangan lainnya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd sebagai penanggung jawab dan Jajarannya serta Tim Pengembang Kurikulum Kota Payakumbuh. Juga hadir pada acara tersebut guru-guru dijajaran Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Muatan Lokal BAM resmi di launching dengan ditandai dengan membahananya tabuhan Gong dan Tambua Gandang dari Pj.Walikota Payakumbuh Jasman didampingi Sekda Payakumbuh Rida Ananda ,Pengembang Kurikulum Kemdikbudristek RI Sapto Aji Wiranto, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Erinaldi Forkopimda Payakumbuh dan Bupati/Walikota se-Sumbar, pimpinan instansi vertikal Kota Payakumbuh, beserta tamu undangan lainnya.

Acara ini berlangsung meriah dengan penampilan tari massal dari 300 siswa Paud (TK) se-Kota Payakumbuh, Penampilan randai dari peserta didik paket kesetaraan SPNF-SKB di lapas kelas 2 B Kota Payakumbuh, penampilan 8 permainan tradisional dari 124 orang pelajar SD se-Kota Payakumbuh, penampilan ‘bermain sambil bernyanyi’ guru TK Payakumbuh, dan arak-arakan prosesi adat minangkabau oleh 253 orang pelajar SMP/MTs se-Kota Payakumbuh.

Dalam acara ini juga pemberian piagam penghargaan dari Padang Ekspress kepada Pj.Walikota Jasman sebagai tokoh penggerak literasi Kota Payakumbuh, serta Sekretaris Daerah Rida Ananda dan Kadis Pendidikan Dasril dan sebagai motivator penulis laman guru di koran Padang Ekspres.

Pj.Walikota Payakumbuh Jasman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas pencapaian Kota Payakumbuh dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau.

“Selaku Pemerintah Kota Payakumbuh, kami mengucapkan selamat atas Launching Kurikulum Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau di Lingkup Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Mari kita jaga nyala budaya Minangkabau di Payakumbuh. Saat ini, Payakumbuh dikenal dengan adanya City of Randang. Maka di dunia pendidikan kita pahami dan pelajari serta dikembangkan materi SOR (School Of Randang). Hal ini merupakan upaya kita dalam melestarikan makanan tradisional minangkabau, yakni rendang,” katanya.

“Kami berharap dengan adanya launching Mulok BAM perdana di Sumatera Barat ini, Pemko Payakumbuh dapat senantiasa mengembangkan kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan potensi daerah kota Payakumbuh. Semoga perangkat kurikulum Mulok ini dapat menjadi bahan ajar bagi Bapak/Ibu guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Kurikulum Merdeka serta menggambarkan kearifan lokal Kota Payakumbuh dalam upaya pewarisan budaya Minangkabau agar tidak hilang tergerus oleh perubahan zaman,” ujarnya.

Apa itu Kurikulum Muatan Lokal BAM??

Ditemui diruangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril, S.Pd,M.Pd menyampaikan bahwa sejak diberlakukan kurikukum 2013 mulai tahun 2013 sampai tahun 2022 pelajaran adat dan budaya  Minangkabau sebagai muatan lokal tidak bisa dilaksanakan di sekolah karena sulit masuk strutur kurikulum.

“Dengan diberlakukannya Kurikulum Merdeka mulai tahun 2022 peluang memasukkan kurikulum muatan lokal terbuka lebar karena sudah disediakan alokasi waktunya 2 jam perminggu disemua satuan pendidikan Dasar dan menengah.Nama kurikulum muatan Lokal di Kota Payakumbuh adalah Budaya Alam Minangkabau ( BAM ) dirintis dan disiapkan oleh Tim Pengembang Kurikulum ( TPK ) Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mulai Tahun 2022. Dan tahun 2023 ini di Launching secara resmi Kamis, 30 November 2023 dan Pemko Payakumbuh melalui  Dinas Pendidikan segera menyiapkan Mata Pelajaran BAM sebagai muatan lokal di PAUD, SD, SMP dan Kesetaraan sesuai kewenangannya”.

“Tujuan diterapkannya  Kurikulum Muatan Lokal di Kota Payakumbuh yakni sebagai upaya melestarikan adat dan budaya nilai-nilai luhur yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Minangkabau yang termuat dalam ABS-SBK ( Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah. Adapun proses penyusunan kurikulum Muatan Lokal dilaksanakan dengan membentuk Tim Pengembang Kurikulum yang terdiri dari : Unsur Dinas Pendidikan, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru. Komponen/elemen yang dikembangkan dalam Kurikulum Muatan Lokal yaitu Pendidikan Al Quran, Sejarah Minangkabau, Kesenian tradisional Minangkabau, Makanan tradisional Minangkabau, Permainan tradisional Minangkabau, Keterampilan dan kerajinan setempat”.

Dasril menambahkan bahwa, Pelaksanaan kurikulum Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau di sekolah yaitu Tingkat PAUD diajarkan elemen-elemen yang sesuai dengan materi yang dipilih okeh guru kelas, Untuk tingkat SD, keenam elemen diajarkan di setiap tingkat kelas ( 3 elemen 1 semester), Untuk tingkat SMP, diajarkan 2 elemen disetiap tingkat kelas, Elemen 1 dan 2 kelas VII   -elemen 3 dan 4 kelas VIII, Elemen 5 dan 6 kelas IX, Untuk Jenjang Kesetaraan Paket A, B dan C disesuaikan dengan jenjang materi  SD dan SMP  setingkat dengan penyesuaian tertentu. Yang mengajarkan mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau ini di satuan pendidikan PAUD dan SD diajarkan oleh guru kelas PAUD sedangkan Jenjang SMP diajarkan oleh guru mapel, Jenjang kesetaraan diajarkan oleh tutor dan pamong belajar kesetaraan.(sary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *