Kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Bersama Balai Guru Penggerak Sumatera Barat Sukseskan Acara Talkshow “Peran & Karya Guru dalam Transformasi Pendidikan” dan Pengukuhan Guru Penggerak Angkatan 8 dan 9.

Pada hari Kamis 03 Oktober 2024 di Aula Ngalau Indah Lt. III Kantor Wali Kota Payakumbuh, Kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Bersama Balai Guru Penggerak Sumatera Barat Sukseskan Acara Talkshow “Peran & Karya Guru dalam Transformasi Pendidikan” dan Pengukuhan Guru Penggerak Angkatan 8 dan 9.

Hadir dalam acara ini Pj. Walikota Payakumbuh Ir. Suprayitno, MA,  Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran Pitria Gusliati. M.Pd, Kepala Cabdin Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Asricun,M.Pd beserta jajarannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd beserta jajarannya,  Narasumber kegiatan Talkshow “Peran dan Karya Guru Dalam Transformasi Pendidikan Kepala SD Negeri 51 Sonya Anggraini,S.Pd (Program Sekolah Penggerak), Waka Kurikulum SMA RJ Awinda,M.Pd (Program Guru Penggerak), Guru SD Negeri 07 Hasanatul Fitri, S.Pd (Komunitas Belajar), Guru SD Negeri 20 Mardiah,M. Pd (Pelaksanaan Transisi PAUD SD Menyenangkan), Pengawas SD Syarfionarita,S.Pd (Literasi dan Numerasi), Pengawas sekolah, Kepala sekolah dan majelis guru serta pengajar praktik dan guru peserta Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 8 dan 9 jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB Kota Payakumbuh tahun 2024.

“Pj.Walikota Payakumbuh Ir. Suprayitno, MA,  dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan akbar yang luar biasa ini. Kita sangat bersyukur dengan adanya Program Merdeka Belajar dari Kemdikbudristek RI melalui UPT Kementerian Balai Guru Penggerak Provinsi Sumatera Barat, Kota Payakumbuh dapat mengimplementasikan program unggulan yang sebentar lagi akan disajikan dalam bentuk talkshow, khususnya dalam konsteks Program Sekolah Penggerak (PSP), Program Guru Penggerak (PGP), Komunitas Belajar di Sekolah, Transisi PAUD-SD, dan Literasi Numerasi.”

“Terima kasih kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Sumatera barat atas segala bantuan yang diberikan, baik itu advokasi, fasilitasi, luncuran kegiatan dan dukungan atas terselenggaranya program guru penggerak di kota Payakumbuh sehingga transformasi pendidikan telah bergerak dan berjalan dengan terjadinya berbagai perubahan baik dari guru itu sendiri, siswa dan pola pendidikan di Kota Payakumbuh.”

“Ia mengakatan kepada para Guru Penggerak untuk dapat menggerakkan komunitas belajar bagi rekan guru di sekolah. Dapat menjadi agen perubahan bagi rekan guru yang lain dalam proses pembelajaran di sekolah. Dan yang terpenting, mendorong kepemimpinan siswanya dengan menjadi menjadi teladan serta agen transformasi ekosistem pendidikan profil pelajar pancasila.” Ujar Pj. Wali kota

“Kepala Dinas Pendidikan Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa Talkshow hari ini mengusung tema yang sangat penting, yaitu “Peran dan Karya Guru dalam Transformasi Pendidikan.” Dalam kesempatan yang berharga ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait dengan transformasi pendidikan di Payakumbuh, tantangan yang kita hadapi, kesuksesan yang telah kita raih, serta harapan ke depan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik.

“Kota Payakumbuh telah bergabung dengan Program Guru Penggerak (PGP) sejak Angkatan ke-6 pada tahun 2022, dan hingga kini sudah di angkatan ke-11 yang masih dalam proses pendidikan. Sejak bergabungnya Kota Payakumbuh dalam Program Guru Penggerak, kita telah melihat partisipasi yang luar biasa dari para guru di berbagai angkatan. Berikut ini adalah jumlah guru yang telah mengikuti Program Guru Penggerak di Kota Payakumbuh PGP Angkatan 6: 51 orang (37 dari TK/SD/SMP, dan 14 dari SLB/SMA/SMK). PGP Angkatan 8: 46 orang (34 dari TK/SD/SMP, dan 12 dari SLB/SMA/SMK). PGP Angkatan 9: 58 orang (45 dari TK/SD/SMP, dan 13 dari SMA/SMK). PGP Angkatan 11: 115 Orang (semua Jenjang) Jumlah Total Guru Penggerak: 155 orang (116 dari TK/SD/SMP, dan 39 dari SMA/SMK/SLB).”

Tidak hanya itu, kita juga memiliki Pengajar Praktik yang turut berkontribusi dalam mendukung program ini PP Angkatan 6: 8 orang (3 dari TK/SD/SMP, dan 5 dari SMA/SMK), PP Angkatan 8: 9 orang (7 dari TK/SD/SMP, dan 2 dari SMA/SMK), PP Angkatan 9: 11 orang (7 dari TK/SD/SMP, dan 4 dari SMA/SMK) Jumlah Total Pengajar Praktik: 28 orang (17 dari TK/SD/SMP, dan 11 dari SMA/SMK/SLB)

“Kadisdik juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada 14 guru penggerak yang telah diangkat menjadi kepala sekolah, dengan rincian 12 orang dari SD, 1 orang dari SMK, dan 1 orang dari SLB. Prestasi ini menunjukkan bahwa Program Guru Penggerak tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga membuka peluang karir yang lebih luas bagi mereka.”

“Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Di era yang serba cepat dan dinamis ini, peran pendidikan tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk karakter, kepribadian, dan keterampilan yang dibutuhkan oleh peserta didik agar dapat beradaptasi dengan tantangan zaman. Di sinilah peran penting transformasi pendidikan, yang mencakup berbagai inisiatif seperti Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, literasi numerasi, Komunitas Belajar, dan transisi PAUD, menjadi sangat relevan.”

“Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, kita patut bersyukur karena Payakumbuh telah mencatat sejumlah kesuksesan dalam upaya transformasi pendidikan. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kualitas guru dan kepala sekolah melalui pelatihan dan pendampingan intensif. Program Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak telah berhasil mencetak guru-guru yang memiliki dedikasi tinggi dan terus berinovasi dalam proses pembelajaran.”

“Kadisdik berharap agar inovasi-inovasi pendidikan terus kita kembangkan. Pemanfaatan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, serta peningkatan kapasitas guru harus menjadi fokus utama kita ke depan. Pendidikan harus relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi tetap menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat pada peserta didik. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus semakin diperkuat. Semua elemen ini harus bersatu padu dalam mewujudkan visi pendidikan yang berdaya saing dan bermartabat. Kita juga harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan masyarakat digital yang semakin kompleks.”

Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya transformasi pendidikan di Payakumbuh. Semoga acara talkshow ini dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi kita semua untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menciptakan pendidikan yang lebih baik.

Mari kita terus bersemangat dan bekerja sama untuk mewujudkan Payakumbuh sebagai kota yang unggul dalam bidang pendidikan, di mana guru-guru kita menjadi motor penggerak perubahan, dan peserta didik kita siap menghadapi masa depan dengan percaya diri. Ujar Kadisdik

Tiga Sekolah di Kota Payakumbuh Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2024

Jakarta ­- Tiga Sekolah di Payakumbuh Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2024, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelestarian lingkungan. Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam acara yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Rabu, (2/10/2024).

Sekolah yang menerima penghargaan ini diantaranya SMP Negeri 1 Payakumbuh, SD Negeri 03 Payakumbuh, dan SD Negeri 58 Payakumbuh. Ketiga sekolah tersebut berhasil memenuhi kriteria program Adiwiyata, yang mengharuskan sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar serta melibatkan siswa dan warga sekolah dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.

Hadir dalam acara yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs.Rida Ananda,M.Si didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Payakumbuh Hj. Syafrida. M.M, Kepala Sekolah SD Negeri 3 Payakumbuh Syamsul Alam,S.Pd, serta Kepala Sekolah SD Negeri 58 Payakumbuh Susi Afrita,S.Pd.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs. Rida Ananda,M.Si, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Payakumbuh, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia menyebut penghargaan ini sebagai bukti nyata komitmen sekolah-sekolah di Payakumbuh terhadap pendidikan berbasis lingkungan.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah kita mampu menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan. Kami berharap ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk mengikuti jejak mereka,” ujar Rida.

“Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta usaha keras dari setiap sekolah. Salah satu bentuk dukungan Pemko Payakumbuh adalah melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah yang mengedukasi sekolah-sekolah untuk mengelola sampah secara mandiri.”

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd, menyampaikan selamat dan terima kasih kepada tim persiapan Adiwiyata di sekolah-sekolah Kota Payakumbuh. Ketiga sekolah ini sudah dengan sungguh sungguh mempersiapkan memenuhi kriteria-kriteria di dalam Adiwiyata.

“Sekolah melakukan program Adiwiyata karena sekolah berwawasan lingkungan pasti sekolah itu bersih sekolah itu berfungsi pelayanan dengan baik dan juga karakter peserta didik dengan pembiasan hidup bersih sehat lingukungan yang lestari tentu ini adalah sebuah gaya hidup berkelanjutan yang perlu dikembangkan disekolah.

Kedepannya semoga semua sekolah di kota payakumbuh bisa menerapkan kegiatan-kegiatan di dalam Adiwiyata mungkin nantik ada yang bisa maksimal tentu ikut dinilai lomba dan minimal tentu bisa menerapkan prinsip-prinsip hidup bersih sehat kemudian air besih kemudian juga kebiasaan dari warga sekolah membiasakan pemeliharaan lingkungan dengan baik. ujar Dasril