Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Segera Punya Master Plan Pendidikan

Pelayanan pendidikan adalah urusan wajib pelayanan dasar bagi warga Payakumbuh. Guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Payakumbuh, dibutuhkan grand design sebagai rencana induk yang komprehensif berdasarkan karakteristik dan kompetensi daerah. Master Plan ( Grand Design ) sangat diperlukan sebagai pedoman sehingga dapat menentukan arah bagi pengambil kebijakan kedepannya.

Untuk membuat Grand Design yang komprehensif dan mengakomodasi berbagai kebutuhan peningkatan mutu layanan pendidikan digelar Forum Grup Discussion (FGD) Master Plan Pendidikan Kota Payakumbuh 2023-2027 di Aula lantai III Kantor Balaikota pada Selasa tanggal 13 September 2022.

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menggandeng pihak ketiga sebagai mitra dari perguruan tinggi yakni Pusat Kajian Sosial Budaya Fakultas Ilmu Sosial ( PKSBE FIS ) Universitas Negeri Padang ( UNP ). Kegiatan itu dibuka langsung Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten I Dafrul Pasi M, S.IP, MM, Kepala Dinas Pendidikan Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd Ketua Komisi B DPRD, YB. Dt. Parmato Alam dan Wakil Ketua Komisi C, Mesrawati,S.Pd, Kepala Perangkat Daerah yang terkait, Ketua LKAM Pemerhati dan Tokoh Pendidikan, Ketua dan Pengurus AKSI, PGRI, IGI, PWI, Mitra Kerja Dinas Pendidikan dan Pejabat Eselon yang ada dilingkungan DInas Pendidikan Kota Payakumbuh yang berjumlah 136 orang.

Master Plan Pendidikan merupakan suatu rencana induk pendidikan yang komprehensif dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi dalam menentukan arah bagi pengambil kebijakan kedepannya. Tujuan dari masterplan pendidikan ini dapat memberikan arah bagi pengambil kebijakan dan rencana implementasi bidang pendidikan lima tahun kedepan (2022 – 2027) . Penyusunan Master Plan pendidikan diawali dengan merumuskan gagasan awal, yang selanjutnya dibahas dalam FGD. FGD (Focus Group Disscussion) dilaksanakan untuk menampung dan menyerap aspirasi serta masukan dari berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan, tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan dan seluruh pihak yang berkepentingan untuk kemajuan Pendidikan di Kota Payakumbuh lima tahun yang akan datang. Penyusunan Master Plan pendidikan merupakan upaya peningkatan pelayanan pendidikan harus berorientasi pada peningkatan akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd menyampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dasril menyampaikan Master Plan Pendidikan adalah pedoman dalam mengola pendidikan menuju layanan pendidikan berkualitas. Masukan dan saran dari semua pihak diperlukan sebelum Master Plan Pendidikan di tetapkan.

“Sumbangan fikiran dan ide serta kritik untuk perbaikan layanan pendidikan diperlukan. Dinas Pendidikan Payakumbuh membuka kesempatan para pemerhati pendidikan berpartisipasi untuk bersaran sampai batas waktu pertengahan bulan Oktober 2022 kepada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh,” Ulas Kadisdik.

kegiatan FGD ini disambut dengan antusias oleh peserta , hal ini diibuktikan dengan banyaknya masukan dan saran terkait penyusunan master plan pendidikan ini. Berbagai masukan dan saran tersebut telah dicatat dan diolah oleh tim penyusun master plan pendidikan dari Pusat Kajian Sosial Budaya Ekonomi (PKSBE) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Tim penyusun sangat berterima kasih atas banyak nya masukan dan saran sehingga nanti diharapkan master plan yang akan disusun ini akan lahir sesuai dengan keinginan masyarakat Kota Payakumbuh guna mewujudkan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat.

Kadis Pendidikan Payakumbuh Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd Motivasi Mahasiswa STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh Dalam Kuliah Umum

Selasa tanggal 13 September 2022 bertempat di aula lantai 2 STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr.Dasril, S.Pd, M.Pd menghadiri dan memberikan materi secara langsung dalan Kuliah Umum kepada mahasiswa calon pendidik di STKIP YAP dengan tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Yang Unggul Dan Berkarakter Untuk Indonesia Maju”

Kuliah umum dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan PKKMB 2022 dengan mengangkat tema tersebut diatas dihadiri oleh 364 orang mahasiswa dari lima prodi angkatan 2022,2021 dan 2022 yang ada di STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh yang terdiri dari Prodi Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Sejarah, dan PKn. Kuliah umum juga dihadiri oleh Ketua STKIP Drs Yuhasnil, M.Pd, wakil ketua 1,2,3 pejabat struktural dan dosen-dosen di lingkungan ST-KIP.

Dr.Dasril,S.Pd, M.Pd yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh selaku pemateri dalam kuliah umum menyampaikan bahwa kemampuan yang harus dikuasai mahasiswa diera digital ini yakni kemampuan literasi, kemampuan numerasi, profil pelajar pancasila dan digitalisasi. Kemampuan literasi mahasiswa di definisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, mengatur dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber ini merupakan salah satu pembentukan karakter bangsa.

Selanjutnya Kadisdik yang juga alumni STKP YAP Bukitinggi tahun 1989 ini menyampaikan Kemampuan  Numerasi  yakni berfokus kemampuan mahasiswa dalam menganalisa, memberikan   alasan,   dan   menyampaikan ide   secara   efektif,   merumuskan,   memecahkan,   dan menginterpretasi   masalah-masalah   matematika, sedangkan profil pelajar pancasila dalam kampus berarti mahasiswa yang mandiri, mahasiswa yang punya sifat gotong royong, kebhinekaan global, yang berpikir kritis, Digitalisasi perguruan tinggi perlu terus dikembangkan sehingga memudahkan civitas kampus dalam berbagai hal untuk meningkatkan kualitas mahasiswa.

“Salah satu tujuan Pendidikan dan karakter Bangsa yakni menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Peran mahasiswa dalam pembentukan karakter bangsa yakni harus mampu memahami dan mengaplikasikan pendidikan karakter dengan baik dalam kehidupan kesehariannya”. Ungkap Dasril.

Dalam forum ilmiah yang diiuti dengan antusias oleh mahasiswa yang hadir memenuhi semua ruang aula yang tersedia Dasril memotivasi mahasiswa agar mengikuti kebijakan kampus merdeka dengan meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, digitalisasi serta bersosialisasi dengan dunia nyata untuk memperkuat kompetensi sebagai calon pendidik dimasa depannya.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari mahasiswa kepada pemateri. Salah satu pertanyaan mahasiswa yang menarik adalah Bagaimana mengadapi godaan yang sering mengganggu ketika kita ingin fokus menyelesaikan kuliah, misalnya melemahnya semangat, lingkungan yang tidak mendukung dan keterbatasan fasilitas ? Tanya Annisa Ulfa, mahasiswa BP 2020. Dijelaskan oleh Dasril bahwa ” Seorang mahasiswa harus memperkuat kepribadian, kecakapan hidup dan membekali diri dengan berbagai kemampuan teknis yang dibutuh di lingkungan seperti kamampuan menulis, kemampuan digital serta tetap fokus pada cita-cita”. Jawab Dasril.