
Untuk mengembalikan nilai-nilai budaya minangkabau yang akhir-akhir ini sangat kurang diimplementasikan generasi muda terkhususnya pelajar/ siswa Kota Payakumbuh dalam kehidupan sehari-hari baik berprilaku, perkataan, dsb seperti sumbang duobaleh, kato nan ampek dan hal-hal wajib lainnya sebagai bentuk nilai budaya minangkabau yang perlu dilestarikan generasi mendatang. Serta dilihat semakin jauh tergesernya nilai-nilai budaya minangkabau pada generasi muda termasuk siswa, baik pendidikan formal maupun nonformal oleh kemajuan teknologi, sosial media. Melihat hal tersebut, Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh gelar pelatihan dan keterampilan “Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah” bagi anak-anak peserta didik non formal (kesetaraan) Kota payakumbuh (PKBM Kembang Delimo, PKBM Tahfizul Quran, PKBM Yatim Duafa, PKBM Al Fati dan SKB Kota Payakumbuh),
Kedepannya, untuk jalur pendidikan formal (SD dan SMP) di Kota Payakumbuh, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh akan mulai memasukkan kembali mata pelajaran BAM (Budaya Alam Minangkabau) kedalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada “Kurikulum Merdeka” di tahun pelajaran 2022/2023 terhitung mulai tanggal 11 Juli 2022 mendatang. Mata pelajaran BAM akan masuk kedalam pelajaran Muatan Lokal. Dalam menyusun KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan) tp.2022/2023 sekolah-sekolah harus mencantukan rancangan materi adat dan budaya minangkabau.
“Kembalinya mata pelajaran BAM, bukan berarti kembali pada sistem lama tetapi adanya penambahan materi nilai-nilai essensial budaya dan adat minangkabau yang akan membentuk karakter siswa kedepan serta penguatan nilai-nilai adat budaya minangkabau yang akhir-akhir ini sudah tercabut karakter minang pada generasi muda diantara penyebabnya adalah globalisasi dan modernisasi” Ulas Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Tujuan dari kegiatan Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) adalah untuk menambah ataupun meningkatnya pengetahuan siswa tentang Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), agar generasi muda terutama peserta didik kesetaraan memahami nilai-nilai adat dan budaya minangkabau demi terbentuknya generasi muda yang berbudaya serta untuk memperjelas kembali jati diri minangkabau kepada generasi muda sehingga dapat menerapkan ABS-SBK ini dalam kehidupan sehari hari sehingga dapat mengantisipasi penyakit masyarakat yang terjadi belakangan ini.
Kegiatan dilaksanakan selama 9 hari, terdiri dari 3 gelombang, masing- masing gelombang terdiri dari 30 orang peserta didik, dimulai tanggal 31 Mei 2022 dan berakhir pada 16 Juni 2022 mendatang. Gelombang I dilaksanakan pada tanggal 31 Mei s.d 2 Juni 2022, Gelombang II dilaksanakan pada tanggal 7 s.d 9 Juni 2022, Gelombang ke III/ 14 s.d 16 Juni 2022.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber/pemateri dari pengurus LLKAAM Sumbar dan Tim Literasi Adat Minangkabau, penulis buku minang), Muhammad Jamil, S.Ag dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang peserta didik kesetaraan (dari 3 gelombang).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd, M.Pd didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan, Roza Aulia,S.Stp, M.Si, Kabid Paudni, Syafni Hasni, S.Pd, Kasi Pendidikan Non Formal, Soni, S.Sos dan Drs. Asmar Effendi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd dalam membuka kegiatan ABS-SBK menyampaikan bahwa kegiatan ABS-SBK ini sebagai bentuk memaksimalkan fungsi satuan pendidikan dalam menghidupkan dan melestarian budaya minangkabau bagi siswa di Kota Payakumbuh karena satuan pendidikan adalah tempat menempuh pendidikan bagi siswa baik formal maupun formal.
Harapan Kepala Dinas Pendidikan yakni lmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan siswa pada kehidupan sehari-hari baik dilingkungan rumah/keluarga maupun bermasyarakat serta menguatkan karakter minangkabau, budaya dan adat pada siswa Kota Payakumbuh yang akan menjadi generasi mendatang.
