
Kemiskinan ekstrem adalah dimana kondisi ketidakmampuan seseorang/keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar yakni kebutuhan makan, air minum bersih, sanitasi layak, pemukiman, pendidikan, kesehatan sementara stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Dalam mengentaskan masalah kemiskinan ekstrem dan stunting, Pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan berbagai langkah dalam mengentaskan permalahan tersebut, termasuk Pemerintah Kota Payakumbuh salah satunya dengan menggerakkan “Donasi Rp.1000 sehari” yang dicanangkan oleh Pj.Walikota Payakumbuh Drs.Rida Ananda,M.Si melibatkan pejabat daerah, ASN, beserta para donatur lainnya termasuk melakukan kerjasama dengan BAZNAS dalam pencegahanan stunting dan kemiskinan yang ekstrem di Kota Payakumbuh.
Untuk mendukung dari Gerakan Donasi Rp.1000,- sehari yang dicanangkan oleh PJ. Walikota Payakumbuh Desember 2022 lalu melibatkan pejabat daerah, ASN, beserta para donatur lainnya termasuk melakukan kerjasama dengan BAZNAS dalam pencegahanan stunting dan kemiskinan yang ekstrem di Kota Payakumbuh. Pada hari Selasa tanggal 7 Februari 2023, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dipimpin Dr.Dasril,S.Pd,M.Pd turun langsung dalam penyerahan infak Donasi Rp.1000,- sehari berasal dari ASN Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dan infak dari beberapa pejabat Dinas Pendidikan bulan Januari tahun 2023 kepada 3 keluarga yang membutuhkan, 2 Keluarga beralamat di Kelurahan Balai Tongah Koto dan 1 Keluarga dari Kelurahan Bulakan Balai Kandi dalam bentuk sembako berupa beras, minyak goreng, bawang, gula dan perbaikan becak motor sebagai sarana berusaha bagi kepala keluarga.

Dr.Dasril,S.Pd.M.Pd selaku Kadis Pendidikan menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan menyerahkan donasi kepada keluarga yang terdata mengalami kemiskinan ekstrem berdasarkan data Dinas Sosial yaitu keluarga Endang yang memiliki 5 orang anak dan Keluarga Oni Putra yang memiliki 3 orang anak berasal dari Kelurahan Balai Tongah Koto dan keluarga Osmaini memiliki 5 orang anak disalukan berupa beras, gula, minyak goreng dan bawang serta perbaikan becak motor dari keluarga Osmaini.
“Dalam penyerahan ini juga ditemui kondisi becak motor keluarga Osmaini rusak, 2 minggu tidak bisa mencari nafkah dikarenakan rusak dibagian roda. Melihat kondisi tersebut, kami perbaiki langsung ke bengkel dengan biaya perbaikan infak dari Kepala Dinas Pendidikan dan beberapa Pejabat Disdik”
“Kami berharap dengan diperbaikinya becak motor keluarga Osmaini sebagai sarana berusaha bagi keluarga, hendaknya kembali berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, anak – anak tetap sekolah, kepada keluarga Endang diharapkan anak yang masih usia sekolah tetap bersekolah dengan rajin. Bagi anak yang masih bersekolah, kita akan mengupayakan biaya bantuan pendidikan sekolah seperti uang sekolah, buku , dll”, Ulas Kadisdik.
“Dinas Pendidikan akan melanjutkan penyaluran donasi bulan depan bagi biaya bagi anak-anak masih bersekolah. Dana tersebut bersumber dari donasi Rp.1.000,-dari ASN Dinas Pendidikan ditambah guru ASN melalui koordinir kepala sekolah SD dan SMP. Dana yang terkumpul berasal dari guru-guru SD akan disalurkan ke siswa SD yang masuk dalam keluarga miskin ekstrem dan stunting begitupun dana yang terkumpul berasal dari guru SMP akan disalurkan ke siswa SMP termasuk dalam kondisi dimaksud”
“Semua warga pendidikan yang masuk dalam daftar keluarga miskin dan stunting (data sumber dari Dinas Sosial) akan kita lacak, verifikasi dan kita akan salurkan bantuan sesuai dengan kemampuan Dinas Pendidikan dan dana yang terkumpul. Dana donasi yang terkumpul dari sekolah akan dikoordinir oleh Dinas Pendidikan kemudian disalurkan ke siswa dari 39 Keluarga yang terdaftar dalam data kemiskinan ekstrem dan stunting. Semua yang menjalani pendidikan di sekolah baik TK, SD, SMP, SMA ataupun kuliah akan disalurkan dana yang berasal dari donasi ASN di lingkungan Dinas Pendidikan, secara transparan disampaikan”. tambahnya. (sary)
