
Kamis, 8 Agustus 2024 Pemerintah kota Payakumbuh melalui Dinas pendidikan bekerjasama dengan Ruang Guru menggelar Coding Conference dan Expo di Aula Balai Kota Payakumbuh.
Hadir dalam kesempatan tersebut Pj. Walikota Payakumbuh Ir. Suprayitno, MA, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Barat (BPMP) Muslihudin mewakili Kemendikbud Ristek, Kadisdik Sumbar Barlius, Kepala Dinas Kota/ Kabupaten Sumatera Barat, Kakan Kemenag Payakumbuh Joben, Asisten I Pemko Payakumbuh Dafrul Pasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd, Kepala OPD se Kota Payakumbuh, Pimpinan PT Ruang Guru beserta tim, Kepala Sekolah SD dan SMP se Kota Payakumbuh, Para siswa dan guru pendamping dan tamu undangan lainnya.
Coding Conference & Expo ini merupakan bagian dari upaya dalam memajukan pendidikan di Kota Payakumbuh, khususnya dalam bidang teknologi dan digital. Kami percaya bahwa kemampuan coding dan pemahaman teknologi merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh generasi muda kita untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pada acara ini kita menyaksikan Seremoni Peluncuran Gerakan Digital Transformation in Education Coding Conference 2024, yang merupakan langkah besar kita dalam mendukung Payakumbuh Smart City. Selain itu akan ada talk show yang sangat menarik mengenai Transformasi Digital untuk mendukung Payakumbuh Smart City. Talk show ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru insiparsi bagi kita semua dalam mengimplementasikan teknologi digital di berbagai sector. Kita juga akan mengumumkan peserta dan pendamping program coding dengan proyek terbaik.
Selain itu juga menikmati pameran top 30 proyek siswa. pameran ini menampilkan karya-karya terbaik dari siswa yang telah berpartisipasi dalam program coding. kita semua akan terkesan dengan inovasi dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para siswa melalui proyek-proyek meraka.
Booth terfavorit dari hasil voting lebih dari 500 tamu undangan tersebut dimenangkan oleh Neyza Lovely Naldi dari SMPN 1 Payakumbuh. Lalu, pemenang project terbaik kategori SD adalah Robbil Al Ghofari dari SD Negeri 06 Payakumbuh serta di kategori SMP ialah Rafael Ayudha dari SMP Negeri 1 Payakumbuh.
Pj. Walikota Payakumbuh Ir. Suprayitno, MA, dalam sambutannya menyampaikan harapan saya setelah acara ini adalah agar semangat dan antusiasme dalam belajar dan berinovasi terus berkembang dikalangan siswa. saya berharap program ini tidak hanya berenti disini, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pendidikan di Kota Payakumbuh. Mari kita bersama-sama mendukung dan mendorong genarasi muda kita untuk terus belajar, berkreasi, dan berinovasi.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara ini. “ujar Pj. Walikota.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril, S.Pd.,M.Pd dalam laporannya menyampaikan kegiatan ekstrakurikuler coding yang telah kita laksanakan di sekolah-sekolah Kota Payakumbuh melibatkan 65 sekolah SD dan SMP di Kota Payakumbuh dengan partisipasi lebih dari 1000 siswa Program ini menggunakan platform Scratch yang kemungkinan siswa untuk membuat proyek digital berupa animasi dan game sederhana. Selain itu siswa juga ditantang untuk membuat proyek inovasi yang merupakan puncak dari kegiatan ini.
Ia mengakatan “saya dengan bangga menginformasikan bahwa 30 siswa dengan proyek inovasi terbaik hadir dalam kegiatan pameran ini. Kerjasama untuk program ini telah disepakati sejak bulan januari 2024 dan gelombang pertama pembalajaran dimulai pada bulan Maret 2024. Dalam program ini siswa telah menerima total 14 jam pembelajaran coding, yang diselenggarakan secara hybrid.
Selain itu kami juga menyelenggarakan pelatihan bagi guru penggerak sebanyak 4 pertemuan, untuk memastikan mereka siap mendampingi siswa dalam proses belajar coding pada tanggal 6 s/d 7 Agustus 2024 kemarin, siswa juga mengikuti sesi workshop offline dengan durasi 2 jam, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang telah dipelajari, “katanya kadisdik.
Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga lebih banyak lagi siswa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar coding dan mempersiapkan diri mereka untuk masa depan yang penuh dengan tantangan dan peluang, “ujar kadisdik.
