“Langkah Kecil, Mimpi Besar: Anak Payakumbuh Bertarung di Arena Catur”

Payakumbuh – Berbagi pengalaman mendampingi anak-anak luar biasa dari Kota Payakumbuh yang bertarung di arena catur yang diselenggarakan Kodam XIX Tuanku Tambusai menjadi sebuah kenangan yang tak bisa dilupakan, tentang kegigihan, kesabaran, tangis dan senyum kemenangan .

Jumat subuh , pagi yang menggigit terasa di kulit, rombongan anak-anak hebat Payakumbuh bertolak ke Pekanbaru, mengikuti ajang Open Tournament Catur memperebutkan Piala Pangkima TNI yang berlangsung dari tanggal 26 s.d 28 September di Gedung Kaharudin Nasution Korem 031/Wira Bima Jalan Mayor Ali Rasyid No.1 Pekanbaru.

Payakumbuh dengan kekuatan Tim terdiri dari  Muhammad Dafa Adlan (SMPN 9), Arviara Prima Nanda (SDN 17), Akma Abyan Mahardika (SDIT Mutiara Hati), Barig Azizan Adha (SDN 21 )  Lionel Satria Situmeang (SD PIUS), dengan Pelatih catur Pak Erwin dari Sekolah Catur Kota Payakumbuh, berangkat dengan penuh semangat, Vini Vidi Vici (SAYA DATANG,SAYA LIHAT,SAYA MENANG)., disertai doa dan suport keluarga, termasuk saya juga mendampingi keponakan yang sudah bersama saya sejak dia kecil.

Menikmati suasana perjalanan yang menyajikan keindahan alam ciptaan Tuhan,  semangat berjuang anak-anak terpatri kuat untuk membawa pulang kemenangan, meski harus bertarung dengan lawan yang belum dikenal kekuatannya. Jumlah peserta sekitar 521 orang dengan 12 katagori penilaian, tidak  membuat gentar, namun menjadi tantangan untuk ditaklukkan.

Melewati tol Bangkinang yang memperpendek jarak tempuh, akhirnya kami tiba lokasi pertandingan sekitar pukul 10.30 sudah termasuk istirahat dan sarapan.

Hari pertama kegiatan adalah melakukan registrasi ulang dan mengenal lingkungan pertandingan. Untuk kelas Senior, pertandingan sudah dimulai sebanyak 2 babak.

Pagi Sabtu, pertempuran memindahkan bidak catur untuk kemenangan dimulai. Rona semua peserta penuh optimis, dengan satu tujuan : SKAK MAT!!!! untuk lawan.

Kami sebagai pendamping tidak boleh masuk dalam “gedung pertempuran”. Pintu ditutup dan dijaga oleh petugas. Kami hanya diperkenankan menunggu di luar, ditempat yang telah disediakan panitia. Tugas kami hanya berdoa untuk kemenangan anak-anak, mempersiapkan nutrisinya dan sekali-sekali “mancigap” di jendela mengintip anak bertanding berharap dapat mengurai galau .

Kurang lebih 10 menit akhirnya pintu ruangan terbuka….keluarlah wajah anak-anak dengan berbagai versi. Yang menang tersenyum lebar dan diberi ucapan selamat oleh keluarga yang menunggu. Yang kalah dengan  wajah bak langit mengandung hujan, disambut pelukan ayah dan ibu, disertai ucapan : “semangat nak, masih ada 6 kali  pertandingan lagi. Seterusnya lebih hati-hati lagi, fokus, konsentrasi, jangan terpancing,” dst.dst.dst.

Inilah pemandangan yang terjadi setiap babak-demi babak pertandingan selesai. Senyum dan tangis beriringan, saat jabat tangan terulur menandakan usainya satu babak pertandingan. Senyum untuk kemenangan dan tangis untuk kekalahan. Disinilah pendamping (keluarga dan atau sekolah) sangat berperan. Memberi dukungan, penyemangat dengan pelukan atau ucapan motivasi. Sebab sejatinya untuk anak-anak dukungan tersebut penting untuk perkembangan otak, kesehatan mental, pembentukan hubungan yang sehat, motivasi, dan rasa aman secara keseluruhan.

Saat babak terakhir telah tiba, babak penentu apakah berhak menjadi The winner atau kah masih menjadi pejuang , atmosfir terasa semakin tegang. Doa dilantunkan, dan harapan semakin menebal. Mak-Mak pendamping semakin rempong. Dan genderang semakin ditabuh lebih keras.

Akhirnya….Payakumbuh berdiri sejajar dengan kota/kabupaten lain.Tim Payakumbuh berhasil meraih kemenangan: Lionel Satria Situmeang dari SD Pius meraih Juara 2, Arviara Prima Nanda dari SDN 17 Payakumbuh meraih rangking 4 dan Akma Abyan Mahardika dari SDIT Mutiara Hati  meraih rangking 7. Selamat kepada pemenang yang mendapatkan hadiah dari Panglima TNI dan Danrem 0301 Pekanbaru.  Buat ananda Muhammad Dafa dan Bariq yang belum berhasil di kesempatan ini, terus berlatih ya Nak….peluang masih terbuka luas, kalian masih muda. Energik dan pejuang tangguh. Kalian telah melewati proses yang tidak semua anak  memperolehnya. Itu yang penting.

Dalam perjalanan pulang kembali ke Payakumbuh saya bermimpi, Payakumbuh punya banyak anak-anak hebat di bidang Catur…sebagaimana peserta dari daerah-daerah lain….mengangkat nama Kota Payakumbuh bukan hanya di kancah propinsi, nasional…namun internasional, lewat catur. Catur  adalah olahraga yang bersifat inklusif dan universal, dapat dimainkan oleh siapa saja, di mana saja, tanpa bergantung pada kondisi fisik, usia, atau kebutuhan peralatan yang mahal. Apalagi jika sekolah memberi dukungan dengan menyediakan sarana dan prasarana….wah luar biasa sekali….hitung-hitung kasar saja, satu sekolah punya 1 (satu) orang siswa yang berprestasi catur, dengan 84 SD dan 19 SMP, kita akan punya atlit  catur 93 orang, wow…fantastis,….apalagi jika lebih dari 1 (satu) orang setiap sekolah…Payakumbuh jadi gudang atlet catur…..ruarr biasa…..

Tiba-tiba mobil berguncang ketika melewati tanggul. membuat saya terbangun. Ternyata hanya ada 3 orang atlit catur yang berada di mobil yang sama. Di mobil lain ada 2 orang. Mana yang ratusan tadi ya ? ah catur….catur….Gens Una Sumus.

“Harumkan Nama Payakumbuh & Sumbar, Jojo Siap Berlaga di Tingkat Nasional”

Dipenghujung masa tugasnya, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril, S.Pd., M.Pd., memberikan arahan dan motivasi kepada Joviant Dwi Octo, yang akrab disapa Jojo, untuk keberangkatannya ke tingkat Nasional sebagai Finalis 10 Besar FLS2N Cabang Menyanyi Solo.

Dalam kesempatan tersebut, beliau turut didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Drs. Danil Defo, M.Si, Kasi Kurikulum SMP Femiria Sari, SE., Kepala SMP Islam RJ Ersis Warman, S.Hi, serta guru pendamping.

Jojo akan mewakili Provinsi Sumatera Barat, setelah sebelumnya berhasil meraih Juara 1 Tingkat Kota Payakumbuh dan Juara 1 Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Dalam arahannya, Kepala Dinas menyampaikan motivasi: “Kesuksesan hidup tidak hanya diukur dari seberapa banyak juara yang diraih, tetapi dari bagaimana kita mendalami dan menjalaninya. Untuk Jojo, ini adalah awal yang baik. Jalan Jojo sebenarnya sudah jauh, dan ke depan peluang akan semakin terbuka, bahkan hingga ke mancanegara. Usia bertambah, pengalaman bertambah, namun yang paling penting adalah menjaga sikap dan kepribadian tetap rendah hati.”

Semoga Jojo sukses dan mampu mengharumkan nama Kota Payakumbuh serta Provinsi Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional!

“Pelatihan Kompetensi Guru Payakumbuh: Kembalikan Marwah guru, Menanamkan Karakter Mulia”

Di tengah meningkatnya tantangan dunia pendidikan, khususnya fenomena kenakalan remaja, degradasi moral, dan lunturnya nilai sopan santun di kalangan pelajar, sebanyak 55 guru SMP dan 172 guru SD Negeri se-Kota Payakumbuh mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru yang diselenggarakan di aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh pada Kamis (11/9) dan 25/11 dan jumat 26/11.
Kegiatan strategis ini menghadirkan narasumber utama, Dr. H. Arman Husni, Lc, MA, pakar pendidikan Islam sekaligus motivator pendidikan yang sudah banyak melalang buana dalam berbagai iven akademik dan kemasyarakatan. Kehadiran beliau diharapkan mampu memberikan wawasan, motivasi, serta strategi praktis bagi guru agar semakin mantap dalam membina generasi muda.
Tema pelatihan “Mengembalikan Marwah Guru, Menanamkan Karakter Mulia” disusun dengan materi yang dirancang secara sistematis, mencakup rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan dan orientasi, pendalaman landasan konseptual, pembahasan strategi implementasi pendidikan karakter di sekolah, penguatan tentang peran guru dalam pembentukan karakter, penekanan pada adab guru terhadap murid dan ilmu, hingga diakhiri dengan penutup dan komitmen sebagai bentuk keseriusan bersama dalam mengemban amanah pendidikan.
Dalam pemaparannya, Dr. Arman Husni menegaskan bahwa pendidikan karakter bagi murid tidak akan pernah berhasil tanpa keteladanan dari guru. Guru dituntut tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga beretika, beradab, dan menjaga kehormatan diri di hadapan murid.
“Karakter siswa sangat bergantung pada teladan gurunya. Bila guru mampu menunjukkan adab dalam berbicara, etika dalam bersikap, serta integritas dalam menjalankan profesi, maka murid akan belajar dengan hati, bukan hanya dengan pikiran,” tegas beliau.
Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Dasril, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa guru harus menjadi figur yang bisa “digugu dan ditiru”. Menurutnya, prestasi akademik yang telah banyak diraih tidak cukup tanpa diiringi pembentukan karakter. “Guru harus terlebih dahulu berkarakter baik agar cita-cita mencetak generasi emas 2045 benar-benar terwujud, bukan sekadar jargon,” tegasnya.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Fiqih Rahmat, Sy., S.Kom., MM., Chrs, menambahkan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penguatan kompetensi kepribadian dan sosial guru. Ia menegaskan, meskipun kompetensi profesional dan pedagogik guru di Kota Payakumbuh sudah sangat baik, namun keteladanan guru dalam pembelajaran tetap menjadi hal yang utama. Karena itu, kegiatan ini dipandang penting terutama bagi guru SMP serta guru kelas 2 dan 3 yang berperan dalam membangun fondasi karakter peserta didik.
Pelatihan berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi kelompok, menyusun komitmen etika-profesional, hingga mempresentasikan strategi penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Atmosfer kegiatan benar-benar menggugah kesadaran para guru bahwa keberhasilan pendidikan karakter di sekolah tidak bisa dilepaskan dari keteladanan guru sendiri. Seorang guru berwibawa bukan karena jabatan, tetapi karena adab, akhlak, dan integritasnya.

Melalui pelatihan ini, guru SMPN se-Kota Payakumbuh diharapkan semakin siap menjadi figur teladan bagi murid, sekaligus benteng yang melindungi mereka dari arus negatif kenakalan remaja.
Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menaruh harapan besar agar kegiatan ini menjadi tonggak kebangkitan kembali marwah guru, sehingga pendidikan di Payakumbuh tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, beretika, dan beradab.