Kepala SDN 61 Payakumbuh Aslina Roza, M.Pd. Sekolah penggerak angkatan 3, disekolah ini sudah 9 tahun. Karena itu saya faham karakter guru dan walimurid, jumlah peserta didik 220 orang, Pendidik dan tenaga kependidikan 17 orang. Ekonomi walimurid menengah ke bawah, sebagian besar buruh dan pedagang kecil, sehingga hampir separoh yang dapat PIP dan PKH. kesibukan orang tua, anak diberikan hp, berefek pada prilaku dan karakter peserta didik yang kurang peduli dengan diri dan lingkungannya, cuek kurang fokus dan malas belajar.
Potensi sekolah selain letaknya strategis, memiliki guru-guru masih muda, energik dan kreatif, Implementasi kurikulum merdeka menuntut mereka harus belajar mengasah dan meningkatkan potensinya, mengaktifkan komunitas belajar. Bahkan guru saya ada yang menjadi nara sumber di sekolah lain untuk Gasing ( gampang, asik dan menyenangkan) dalam matematika, selain itu narsum penggunaan media IT seperti Quiziz, Work wool, vidio dari Canva dll, kami memiliki 3 kelas digital dengan 45 jumlah crome book dan lebtop.
Pada hari Kamis 03 Oktober 2024 di Aula Ngalau Indah Lt. III Kantor Wali Kota Payakumbuh, Kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Bersama Balai Guru Penggerak Sumatera Barat Sukseskan Acara Talkshow “Peran & Karya Guru dalam Transformasi Pendidikan” dan Pengukuhan Guru Penggerak Angkatan 8 dan 9.
Hadir dalam acara ini Pj. Walikota Payakumbuh Ir. Suprayitno, MA, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran Pitria Gusliati. M.Pd, Kepala Cabdin Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Asricun,M.Pd beserta jajarannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd beserta jajarannya, Narasumber kegiatan Talkshow “Peran dan Karya Guru Dalam Transformasi Pendidikan Kepala SD Negeri 51 Sonya Anggraini,S.Pd (Program Sekolah Penggerak), Waka Kurikulum SMA RJ Awinda,M.Pd (Program Guru Penggerak), Guru SD Negeri 07 Hasanatul Fitri, S.Pd (Komunitas Belajar), Guru SD Negeri 20 Mardiah,M. Pd (Pelaksanaan Transisi PAUD SD Menyenangkan), Pengawas SD Syarfionarita,S.Pd (Literasi dan Numerasi), Pengawas sekolah, Kepala sekolah dan majelis guru serta pengajar praktik dan guru peserta Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 8 dan 9 jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB Kota Payakumbuh tahun 2024.
“Pj.Walikota Payakumbuh Ir. Suprayitno, MA, dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan akbar yang luar biasa ini. Kita sangat bersyukur dengan adanya Program Merdeka Belajar dari Kemdikbudristek RI melalui UPT Kementerian Balai Guru Penggerak Provinsi Sumatera Barat, Kota Payakumbuh dapat mengimplementasikan program unggulan yang sebentar lagi akan disajikan dalam bentuk talkshow, khususnya dalam konsteks Program Sekolah Penggerak (PSP), Program Guru Penggerak (PGP), Komunitas Belajar di Sekolah, Transisi PAUD-SD, dan Literasi Numerasi.”
“Terima kasih kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Sumatera barat atas segala bantuan yang diberikan, baik itu advokasi, fasilitasi, luncuran kegiatan dan dukungan atas terselenggaranya program guru penggerak di kota Payakumbuh sehingga transformasi pendidikan telah bergerak dan berjalan dengan terjadinya berbagai perubahan baik dari guru itu sendiri, siswa dan pola pendidikan di Kota Payakumbuh.”
“Ia mengakatan kepada para Guru Penggerak untuk dapat menggerakkan komunitas belajar bagi rekan guru di sekolah. Dapat menjadi agen perubahan bagi rekan guru yang lain dalam proses pembelajaran di sekolah. Dan yang terpenting, mendorong kepemimpinan siswanya dengan menjadi menjadi teladan serta agen transformasi ekosistem pendidikan profil pelajar pancasila.” Ujar Pj. Wali kota
“Kepala Dinas Pendidikan Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa Talkshow hari ini mengusung tema yang sangat penting, yaitu “Peran dan Karya Guru dalam Transformasi Pendidikan.” Dalam kesempatan yang berharga ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait dengan transformasi pendidikan di Payakumbuh, tantangan yang kita hadapi, kesuksesan yang telah kita raih, serta harapan ke depan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
“Kota Payakumbuh telah bergabung dengan Program Guru Penggerak (PGP) sejak Angkatan ke-6 pada tahun 2022, dan hingga kini sudah di angkatan ke-11 yang masih dalam proses pendidikan. Sejak bergabungnya Kota Payakumbuh dalam Program Guru Penggerak, kita telah melihat partisipasi yang luar biasa dari para guru di berbagai angkatan. Berikut ini adalah jumlah guru yang telah mengikuti Program Guru Penggerak di Kota Payakumbuh PGP Angkatan 6: 51 orang (37 dari TK/SD/SMP, dan 14 dari SLB/SMA/SMK). PGP Angkatan 8: 46 orang (34 dari TK/SD/SMP, dan 12 dari SLB/SMA/SMK). PGP Angkatan 9: 58 orang (45 dari TK/SD/SMP, dan 13 dari SMA/SMK). PGP Angkatan 11: 115 Orang (semua Jenjang) Jumlah Total Guru Penggerak: 155 orang (116 dari TK/SD/SMP, dan 39 dari SMA/SMK/SLB).”
Tidak hanya itu, kita juga memiliki Pengajar Praktik yang turut berkontribusi dalam mendukung program ini PP Angkatan 6: 8 orang (3 dari TK/SD/SMP, dan 5 dari SMA/SMK), PP Angkatan 8: 9 orang (7 dari TK/SD/SMP, dan 2 dari SMA/SMK), PP Angkatan 9: 11 orang (7 dari TK/SD/SMP, dan 4 dari SMA/SMK) Jumlah Total Pengajar Praktik: 28 orang (17 dari TK/SD/SMP, dan 11 dari SMA/SMK/SLB)
“Kadisdik juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada 14 guru penggerak yang telah diangkat menjadi kepala sekolah, dengan rincian 12 orang dari SD, 1 orang dari SMK, dan 1 orang dari SLB. Prestasi ini menunjukkan bahwa Program Guru Penggerak tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga membuka peluang karir yang lebih luas bagi mereka.”
“Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Di era yang serba cepat dan dinamis ini, peran pendidikan tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk karakter, kepribadian, dan keterampilan yang dibutuhkan oleh peserta didik agar dapat beradaptasi dengan tantangan zaman. Di sinilah peran penting transformasi pendidikan, yang mencakup berbagai inisiatif seperti Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, literasi numerasi, Komunitas Belajar, dan transisi PAUD, menjadi sangat relevan.”
“Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, kita patut bersyukur karena Payakumbuh telah mencatat sejumlah kesuksesan dalam upaya transformasi pendidikan. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kualitas guru dan kepala sekolah melalui pelatihan dan pendampingan intensif. Program Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak telah berhasil mencetak guru-guru yang memiliki dedikasi tinggi dan terus berinovasi dalam proses pembelajaran.”
“Kadisdik berharap agar inovasi-inovasi pendidikan terus kita kembangkan. Pemanfaatan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, serta peningkatan kapasitas guru harus menjadi fokus utama kita ke depan. Pendidikan harus relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi tetap menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat pada peserta didik. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus semakin diperkuat. Semua elemen ini harus bersatu padu dalam mewujudkan visi pendidikan yang berdaya saing dan bermartabat. Kita juga harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan masyarakat digital yang semakin kompleks.”
Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya transformasi pendidikan di Payakumbuh. Semoga acara talkshow ini dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi kita semua untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menciptakan pendidikan yang lebih baik.
Mari kita terus bersemangat dan bekerja sama untuk mewujudkan Payakumbuh sebagai kota yang unggul dalam bidang pendidikan, di mana guru-guru kita menjadi motor penggerak perubahan, dan peserta didik kita siap menghadapi masa depan dengan percaya diri. Ujar Kadisdik
Jakarta - Tiga Sekolah di Payakumbuh Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2024, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelestarian lingkungan. Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam acara yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Rabu, (2/10/2024).
Sekolah yang menerima penghargaan ini diantaranya SMP Negeri 1 Payakumbuh, SD Negeri 03 Payakumbuh, dan SD Negeri 58 Payakumbuh. Ketiga sekolah tersebut berhasil memenuhi kriteria program Adiwiyata, yang mengharuskan sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar serta melibatkan siswa dan warga sekolah dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Hadir dalam acara yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs.Rida Ananda,M.Si didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Payakumbuh Hj. Syafrida. M.M, Kepala Sekolah SD Negeri 3 Payakumbuh Syamsul Alam,S.Pd, serta Kepala Sekolah SD Negeri 58 Payakumbuh Susi Afrita,S.Pd.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs. Rida Ananda,M.Si, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Payakumbuh, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia menyebut penghargaan ini sebagai bukti nyata komitmen sekolah-sekolah di Payakumbuh terhadap pendidikan berbasis lingkungan.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah kita mampu menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan. Kami berharap ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk mengikuti jejak mereka,” ujar Rida.
“Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta usaha keras dari setiap sekolah. Salah satu bentuk dukungan Pemko Payakumbuh adalah melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah yang mengedukasi sekolah-sekolah untuk mengelola sampah secara mandiri.”
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd, menyampaikan selamat dan terima kasih kepada tim persiapan Adiwiyata di sekolah-sekolah Kota Payakumbuh. Ketiga sekolah ini sudah dengan sungguh sungguh mempersiapkan memenuhi kriteria-kriteria di dalam Adiwiyata.
“Sekolah melakukan program Adiwiyata karena sekolah berwawasan lingkungan pasti sekolah itu bersih sekolah itu berfungsi pelayanan dengan baik dan juga karakter peserta didik dengan pembiasan hidup bersih sehat lingukungan yang lestari tentu ini adalah sebuah gaya hidup berkelanjutan yang perlu dikembangkan disekolah.
Kedepannya semoga semua sekolah di kota payakumbuh bisa menerapkan kegiatan-kegiatan di dalam Adiwiyata mungkin nantik ada yang bisa maksimal tentu ikut dinilai lomba dan minimal tentu bisa menerapkan prinsip-prinsip hidup bersih sehat kemudian air besih kemudian juga kebiasaan dari warga sekolah membiasakan pemeliharaan lingkungan dengan baik. ujar Dasril
Payakumbuh – Jumat (27/09/2024) Pejabat Pengelola Pendidikan Kuala Selangor Malaysia langsung disambut oleh Kepala Dinas pendidikan Dr. Dasril,S.Pd .M.Pd., Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan Rina Susanti,S.Kom., Kasi Kurikulum SD Nikmat Elva,M.Pd., Pengawas SD Marizon Neldi,S.Pd., Kepala Sekolah SD N 02 Payakumbuh Irnawati,S.Pd beserta jajaran, Pejabat Pengelola Pendidikan Daerah Kuala Selangor Guru Besar Yang Hadir diketuai oleh Ahmad Daud Bin Ab Hamid beserta rombongannya 27 orang Ahmad Badrul Amin Bin Mohd Saibani, Shahidan Bin Hj Said, Mohd Zakir Bin Masdar, Hj Mohd Hatta Bin Kamarudin, Abdul Hadi Bin Turmidi, Hjh Azizah Bt Ajis, Hj Zulkapli Bin Ismail, Mat Desa Bin Idris, Abdul Rahman Bin Marhaban, Muzi Hariani Bt Jumari, Hjh Suhana Bt Misro, Nur Farehan Bt Ahmad Fuad, Norhanida Bt Saaidin, Musa B Mohd Walid, Nizamuddin B Zakaria, Nizamuddin B Abd Majid, Norliza Bt Ngawam, Arbaahazura Bt Hj Supa’at, Hj Zaimi B Idris, Rodzita Bt Mohd Aris, Norhamidi B Mohd Anso, Kamarul Hisham B Hashim, Hjh Mislinda Bt Shafie, Norliza Bt Mohd Yusoff, Shahrom B Abdul Sani, Haji Bakar B Mat Jidi dan Nor Azimah Bt A Shakor. Hadir juga dalam acara ini Kepala Sekolah Gugus 1 Kecamatan Payakumbuh Barat.
“Kepala Sekolah SD N 02 Irnawati,S.Pd dalam laporannya menyampaikan semoga pertemuan kita hari ini menambah sanak saudara dengan Kuala Selangor Malaysia. Mudah mudahan kedatangan Bapak Ibu disekolah kami dapat membawa berkah untuk kita semua. Bahwasanya SD N 02 ini termasuk SD N yang tertua di Kota Payakumbuh. SD N 02 Payakumbuh ini berjumlah 575 yg terdiri 278 siswa laki-laki dan 297 siswa perempuan. Jumlah rombel 3 rombel setiap kelas dengan jumlah 18 rombel. Pada saat ini satuan pendidikan kota payakumbuh di bawah Pimpinan bapak Dr. Dasril Seluruh sekolah sudah menggunakan kurikulum merdeka. Dimana kurikulum merdeka ini pendidikan berpusat kepada siswa atau kepada peserta didiknya mereka bisa mengembangkan bakat minatnya serta dititik beratkan juga kepada pembentukan karakter siswa kemudian juga pada kurikulum merdeka ini adanya projek penguatan pelajar pancasila. Berbicara tentang prestasi sekolah SD N 02 ada ke tingkat nasional tiap tahunnya dengan adanya prestasi-prestasi kami mendapatkan dana bos berprestasi.” Ujar Kepsek SD N 02
“Kepala Dinas Pendidikan Dr.Dasril,S.Pd.M.Pd dalam sambutannya menyampaikan begitu bahagia kita bertemu di hari ini mari kita jalin silaturahmi dengan Kuala Selangor Malaysia Berbagi bagaimana meningkatkan mutu dan layanan pendidikan khususnya untuk sekolah dasar atau sekolah kebangsaan yang setingkat antara Malaysia dengan Indonesia.”
“Di payakumbuh sekarang sedang mengembangkan kelas digital dan sudah ada kelas-kelas tertentu yang belajar secara digital termasuk SD N 02 ada 2 kelas digital. Kota Payakumbuh sekarang juga memperkuat kurikulum muatan lokal yang namanya Budaya Alam Minangkabau jadi belajar satu hari di setiap hari kamis berbahasa minang serta kuliner minang. Selamat datang selamat bersilaturahmi Pejabat Pengelola Pendidikan Kuala Selangor Malaysia di SD N 02 Kota Payakumbuh.” Ujar Kadisdik
“Pejabat Pengelola Pendidikan Kuala Selangor Malaysia Ahmad Daud Bin Ab Hamid dalam sambutannya menyampaikan mengucapakan terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Dr. Dasril,S.Pd.,M.Pd beserta jajaran dan SD N 02 yang sudah menyambut kami dengan sangat meriah di kota payakumbuh. Terimakasih tak terhingga kedatangan kami kesini untuk bersahabat dan berbincang bincang untuk kemajuan pendidikan lebih baik.” Ujar Daud
Jakarta – Selasa (24/09/2024) Focuss Grup Discussion (FGD) IKM dan Refleksi Program Sekolah Penggerak (PSP) PAUD Angkatan 3 Kota Payakumbuh di Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP Kemendikbudristek.
Kegiatan diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd., Bunda PAUD Kota Payakumbuh Ny.Elfriza Rida Ananda,M.Si., Kabid PAUD dan PNFI Syafni Hasni,S.Pd., Kasi PAUD Dilafatma,S.Pd.MM., dan Kepala TK IT Adzkia Dian Agustina,S.Si., TK Raudhatul Jannah Anidar,S.Pd.AUD., TK Dharma Bakti Ninta Arika,S.Pd.AUD., TK Tuah Sakato Erni Marlinda,S.Pd., Guru TK Al Huffazh Dinarti Laila Sari, dan staf Dinas Pendidikan Jumnizulfikar,S.A.P.
“Gambaran tentang pelaksanaan IKM pada Satuan PAUD PSP dipresentasikan oleh Kepala TK IT Adzkia Payakumbuh, Dian Agustina, S.Si. Gambaran Implementasi Kurikulum Merdeka pada Satuan PAUD Semua satuan PAUD dikota Payakumbuh sudah memakai Kurikulum Merdeka yang tertuang dalam KSP sejak tahun ajaran 2023/2024.”
“Pemanfaatan Komunitas Belajar Semua Sekolah Penggerak Angkatan 3 di Payakumbuh sudah memiliki Komunitas Belajar, Struktur dan terdaftar di PMM. Namun kegiatan masih focus pada permasalahan di sekolah masing-masing. TK Islam Raudatul Jannah (Radja Berbagi), TK Al Huffazh (PIJAR), TK IT Adzkia (Mager Login), TK Dharma Bakti (Gutedaba) dan TK Tuah Sakato (BelMeBe). Pemanfaatan Belajar Mandiri di PMM Semua guru PSP sudah melakukan pemanfaatan belajar mandiri di PMM. Namun masih perlu motivasi untuk konsistensi belajar dan menyelesaikan aksi nyata.
“Implementasi Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik Perencanaan pembelajaran sudah dibuat dalam bentuk modul dengan metode pembelajaran ada yang menggunakan sentra, area dan kelompok. Pembelajaran Berdiferensiasi sudah dilaksanakan yang tertuang dalam modul ajar, tinggal optimalisasi dan peningkatan kompetensi guru terkait ini. Serta Semua sekolah penggerak sudah melaksanakan P5 di sekolah masing-masing”.
Payakumbuh – Jum’at (20/09/2024) Peserta 1200 anak dengan kepala sekolah dan pendidik PAUD sebanyak 160 orang.
Kegiatan dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd, Kepala Bidang PAUD & PNFI Syafni Hasni,S.Pd beserta jajaran. Bapak Camat Kecamatan Payakumbuh Utara Jhonny Parlin, SSTP.M.Si., Bunda PAUD Kecamatan Payakumbuh Utara, Bunda PAUD Kelurahan sebanyak 8 kelurahan. Pengawas TK dan Penilik PAUD Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Beserta Pengurus PKG Kecamatan Payakumbuh Utara.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril, S.Pd.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan “Simpan dalam memori anak-anak kita insyaallah nanti diwaktunya ini akan diingat dan muncul niat berhaji dan berumrah kalau sudah punya nilai berhaji dan berumrah insya allah anak kita itu akan menjadi giat berusaha dan mencari cara untuk bisa berangkat haji dan berangkatkan ayah serta bundanya”.
“Hari ini kita berdoa supaya semua anak-anak yang hadir 1200 laki-laki dan perempuan dari 38 kloter 38 satuan pendidikan kita doakan semuanya di waktunya nanti di terima menjadi tamu allah di baitullah mekah. Jadi kegiatan manasik haji ini sangat bermanfaat, mudah mudahan apa yang kita lakukan hari ini benar-benar dilakukan di mekah di madinah melihat makam rasulullah melihat ka’bah mudah mudahan diwaktunya dikabulkan.”Ujar Kadisdik
Selasa, 17 September 2024 di SD Negeri 47 Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Indonesia
Rombongan sekolah Kebangsaan Cyberjaya Selangor Malaysia langsung disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril,S.Pd.,M.Pd, Kasi Kurikulum SD Nikmat Elva,M.Pd, Pengawas SD Wandri,S.Pd, Kepala Sekolah SD N 47 Zuharnelhas,S.Pd.SD Beserta guru dan seluruh murid terhadap lawatan penanda Sekolah Kebangsaan Cyberjaya Selangor Malaysia di SD N 47 Payakumbuh. Arasan dalam Perkongsian Amalan baik dan Perkongsian Budaya yang dipimpin oleh Guru Besar Norma Binti Edros, GPK Pentadbiran Herman Bin Mahad Gapar, Guru Penolong Kanan Kokurikulum Noor Adliah Binti Amirudin Pancaran kebahagian terpancar dari wajah 40 rombongan.
“Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril, S.Pd.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan “Di sini ada Sekolah Penggerak ada Guru Penggerak. Guru-Guru kita latih kemudian Guru-gurunya mengembangkan pemanfaatan teknologi dan memperkuat pelaksanaan kurikulum. Barang kali itu yang ada pada kami di Sekolah Kecil Pinggiran ini tetapi kebersamaan dan kekeluargaannya ciri khas payakumbuhnya insyaallah ketemu disini. Selamat datang selamat bersilaturahmi Sekolah Kebangsaan Cyberjaya Selangor Malaysia Dalam Lawatan Perkongsian Amalan Baik dan Perkongsian Budaya di SD N 47 Kota Payakumbuh. “Ujar Kadisdik.
Dalam Kegiatan ini ada Penampilan tari galombang dari murid, Khasidah rebana dari orang tua wali murid, Salawat Jibril dari Bundo kandung Ompang Tanah sirah. Ada pengamatan proses pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital di kelas 5 pembelajaran berdiferensiasi berbasis sain di kelas 6, pembelajaran dengan penanaman konsep karakter P5 di Kelas 1 Kelas 2 3 dan 4. serta dilanjutkan berkolaborasi dengan murid bermain engkrang dan menikmati demonstrasi pembuatan kue sapik, kue loyang, Bareh randang dang tumbang ubi di halaman SD N 47 Payakumbuh. Semoga berbagi praktek baik. Kearifan lokal berbudaya Minangkabau ini bermanfaat.
Menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0759/C/HK.04.01/2023 tentang Penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar Awal, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 421.1/313/Disdik/Pyk-2023 tanggal 16 Februari 2023 tentang Penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar kelas Awal.
Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril, S.Pd.,M.Pd, diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Danil Defo, M.Si, Bunda PAUD Kota Payakumbuh Ny. Elfriza Rida Ananda, Kepala Bidang PAUD & PNFI Syafni Hasni, S.Pd, Kasi PAUD Dilafatma,S.Pd.MM, Bunda PAUD Kecamatan, Ketua Pokja Bunda PAUD Kecamatan, Bunda PAUD Kelurahan dan Ketua Pokja Bunda PAUD Kelurahan beserta Guru PAUD dan Guru SD Kelas Awal.
Sekretaris Dinas Pendidikan Danil Defo, M.Si dalam sambutannya menyampaikan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mendukung Gerakan Transisi PAUD Ke SD Menyenanakan. Hal ini dibuktikan dengan telah dilaksanakan Sosialisasi Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nomor 421.1/313/ Disdik/Pyk-2023 tanggal 16 Februari 2023 bagi Pengawas SD, Pengawas TK, Pengurus Forum Komunikasi PAUD-SD, Kepala SD dan Kepala TK. Terbentuknya Forum Komunikasi PAUD-SD berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 421.1/135/Disdik-Pyk/2021 dan SK Perubahan Nomor 421.1/058/DISDIK-PYK/2023 tanggal 12 Mei 2023 tentang Pembentukan Pengurus Forum Komunikasi Pendidikan Anak Usia Dini – Sekolah Dasar (Forkom PAUD – SD) Kota Payakumbuh Periode 2021- 2024. Melaksanakan Rapat Koordinasi Bunda PAUD se Kota Payakumbuh dalam rangka mendukung Gerakan PAUD-SD yang menyenangkan serta menginformasikan tentang Gerakan Transisi PAUD SD Kepada Orang Tua Peserta Didik PAUD pada Peringatan Hari Anak Nasional ke – 40 di PKG PAUD se Kota Payakumbuh yang disampaikan oleh Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD Kota Payakumbuh. PKG Payakumbuh Selatan tanggal 29 Juli 2024 sebanyak 315 Orang, PKG Payakumbuh Timur tanggal 30 Juli 2024 sebanyak 754 Orang, PKG Payakumbuh Barat tanggal 31 Juli 2024 sebanyak 1.043 Orang, PKG Payakumbuh Utara dan Latina tanggal 1 Agustus 2024 sebanyak 1.310 Orang. Terima kasih atas kepada Bunda PAUD Kota Payakumbuh, Forum Komunikasi PAUD SD Kota dan BBPMP dalam mendukung Gerakan Transisi PAUD-SD yang menyenangkan di Kota Payakumbuh.
Kepala Bidang PAUD dan PNFI Syafni Hasni, S.Pd dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Gerakan Transisi PAUD Ke SD yang menyenangkan untuk meningkatkan kompetensi Guru PAUD dan SD kelas awal dalam mewujudkan Gerakan Transisi PAUD-SD serta meningkatkan kemitraan dengan Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD se Kota Payakumbuh dalam mendukung suksesnya Gerakan Transisi PAUD SD di Kota Payakumbuh. Peserta kegiatan Bimtek sejumlah 207 orang yang terdiri dari Guru PAUD 51 orang, Guru SD kelas awal 52 orang, Bunda PAUD Kecamatan 5 orang, Bunda PAUD Kelurahan 47 orang, Pokja Bunda PAUD Kecamatan 5 orang, Pokja Bunda PAUD Kelurahan 47 orang. Pendamping pelaksanaan kegiatan pengurus Forkom PAUD SD dan Pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Payakumbuh. Sumber Dana Kegiatan Bimtek DPA Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Sub Kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD Tahun Anggaran 2024.
Bunda PAUD Kota Payakumbuh Ny. Elfriza Rida Ananda, dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Gerakan Transisi PAUD Ke SD yang menyenangkan. Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan merupakan upaya bersama untuk memastikan pemenuhan hak kemampuan fondasi anak usia dini, dari mana pun titik berangkat mereka. Gerakan ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak agar dapat terwujud. Mari kita bersama-sama mendukung Gerakan Transisi PAUD Ke SD yang Menyenangkan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi penerus kita.
Pendidikan pada dasarnya adalah upaya meningkatkan sumber daya manusia agar menjadi manusia yang memiliki karakter dan dapat hidup mandiri. Membangun karakter dan kepribadian melalui pendidikan mutlak diperlukan. Salah satu upaya mewujudkan pendidikan karakter melalui akhlak Mulia, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sejak tahun 2020 membuat terobosan dengan mengusung Program Tahfiz, yang dilaksanakan di sekolah formal (SD dan SMP) dan nonformal (MDA dan TPA). Program Tahfiz dimasud dapat meningkatkan akhlak mulia peserta didik karena terintegrasi dalam pendidikan karakter yakni unsur cinta kepada Allah dan cinta Al-Quran.
Program Tahfiz adalah pembelajaran Tahfiz di sekolah dengan program yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jam pelajaran sekolah. Program Tahfiz dilaksanakan dengan metode khusus dan dibina oleh guru-guru Tahfiz yang berpengalaman. Melalui kegiatan ini diharapkan sekolah dapat melahirkan hafiz, hafizah yang dapat membanggakan orang tua, sekolah, daerah dan bangsa. Disamping itu melalui inovasi ini diharapkan memberikan pengaruh yang cukup significant bagi pendidikan karakter dan akhlak mulia peserta didik.
Pada awalnya program Tahfiz dilaksanakan melalui dua metode yakni Tahfiz percontohan dan Tahfiz reguler, yang dilaksanakan di SD Negeri dan SMP Negeri. Pada awalnya Tahfiz percontohan dilaksanakan melalui program pembelajaran secara khusus di luar jam pelajaran, dimana pada saat itu masih dilakukannya pembatasan pembelajaran tatap muka terkait pandemic covid 19, sehingga strateginya dilakukan sebahagian besar melalui zoom meting dan sebagian kecilnya dilakukan melalui pembelajaran tatap muka dengan pembatasan jumlah peserta didik di luar jam pembelajaran berdasarkan kurikulum. Perbedaan Tahfiz percontohan dan Tahfiz regular adalah pada target capaiannya, dimana untuk Tahfiz percontohan targetnya 2 juz, sedangkan target Tahfiz regular adalah 1 juz. Untuk pelaksanaan Tahfiz percontohan dilaksanakan di 10 SD Negeri dan 10 SMP Negeri. Sedangkan sisanya, di semua SD Negeri yakni 56 SD, dilaksanakan Tahfiz regular.
Pada perkembangannya setelah dilakukan evaluasi ternyata tidak terjadi perbedaan yang signifikan terhadap capaian pelaksanaan program Tahfiz percontohan dan program Tahfiz biasa. Sehingga mulai tahun 2022 program Tahfiz dilaksanakan secara regular di semua satuan pendidikan negeri tingkat Sekolah Dasar dan SMP di Kota Payakumbuh. Program ini sudah berjalan 2 tahun lebih, namun hasil maksimal yang diharapkan belum tercapai.
Kepala Dinas Pendidikan Bapak Dr. Dasril, S.Pd. M.Pd. beliau adalah sosok yang sangat jeli melihat kelemahan, kekurangan yang terjadi dan gigih, ulet, untuk menemukan solusi dalam setiap persoalan yang dihadapi. Apalagi terkait dengan program keagamaan. Beliau mencoba mengajak ketua perguruan tinggi STAIDA Payakumbuh dan Unsur pimpinan dan jajaran dinas Pendidikan untuk duduk bersama membahas masalah ini.
Rapat koordinasi antara Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh, Bapak Dr. Dasril, S.Pd. M.Pd. dengan Ketua STAIDA, Bpk. Dr. Ahmad Deski, S.SI.,M.A. dan wakil ketua III Bapak Muhammad Rizqi,S.Th.,M.A. dilaksanakan di ruang pertemuan Tutwuri Hadayani Dinas Pendidikan pada hari Selasa, tanggal 10 September 2024. Pertemuan dipimpin oleh Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan Bapak Drs. Danil Defo, M.Si. Acara ini juga dihadiri oleh Kabid dikdas Cq.Kasi Kurikulum SD&SMP, Kabid PAUD-PNFI, Kabid PTK CQ. Kasi PTK PAUDNI Subkor Data, Subkor Program & Keuangan, Kasi PNFI, Pengawas SD, dan Pengawas SMP. Hasil dari pertemuan tersebut disepakati untuk menjalin kerjasama dalam bidang Tahfiz Al-Quran antara Dinas Pendidikan dan STAIDA Payakumbuh.
Ketua STAIDA Bapak Deski, mengungkapkan bahwa empat faktor yang menentukan keberhasilan program Tahfiz, diantaranya: target, waktu, guru, dan metode. Satuan pendidikan harus memiliki target yang harus dicapai, baik target tiap bulan, target semester maupun target satu tahun. Hal itu akan menjadi acuan untuk evaluasi pencapaian target. Waktu juga mempengaruhi keberhasilan, pelaksanaan pagi biasanya akan memberi hasil lebih baik dibanding siang hari. Kunci keberhasilan program Tahfiz adalah guru dan metode yang digunakan. Guru yang memiliki kompetensi bagus di bidang Tahfiz, menguasai metode menghafal yang mudah dan cepat tentu akan membuat aktivitas menghafal al-Quran tersebut akan lebih menarik dan menyenangkan.
Berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan Program Tahfiz, maka dibutuhkan langkah langkah tertentu untuk menggairahkan kembali program ini agar memperoleh hasil yang lebih maksimal. STAIDA sebagai Perguruan Tinggi Islam di Payakumbuh yang berkompeten di bidang ini, diharapkan bisa memberikan warna baru ke sekolah dalam pelaksanaan program Tahfiz, dengan harapan program Tahfiz ke depan akan lebih diminati, disenangi serta hafalan peserta didik bisa mencapai target yang ditetapkan sekolah.
Ketua dan Wakil STAIDA, Bapak Deski dan Bapak Risqi sudah berjanji akan melatih guru guru tahfiz dalam waktu dekat untuk meningkatkan kompetensi mereka. Disamping itu, harapan besar kiranya Perguruan Tinggi Islam ini berkenan menurunkan timnya baik dosen maupun mahasiswa ke sekolah untuk, membina, mendampingi serta melihat keterlaksanaan program Tahfiz di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Dr. Dasril, S.Pd.M.Pd menegaskan, agar hasil pertemuan ini segera ditindaklanjuti, dengan mengadakan pertemuan secepatnya dengan guru guru Tahfiz. Siapkan data terkait pelaksanaan Tahfiz di sekolah, tegas Beliau, agar pihak STAIDA sebagai narasumber bisa menyiapkan apa yang dibutuhkan untuk peningkatan program Tahfiz ini. Selanjutnya, Pak Kadis meminta agar disiapkan segala sesuatu terkait dengan MOU dengan STAIDA. Beliau menargetkan tahun 2024 kompetensi guru Tahfiz meningkat dan tahun 2025 kompetensi siswa (Hafiz & hafizah) juga meningkat drastis. Insyaallah.
(write : Irmatati M.Pd Pengawas SMP Kota Payakumbuh)