
Di tengah meningkatnya tantangan dunia pendidikan, khususnya fenomena kenakalan remaja, degradasi moral, dan lunturnya nilai sopan santun di kalangan pelajar, sebanyak 55 guru SMP dan 172 guru SD Negeri se-Kota Payakumbuh mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru yang diselenggarakan di aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh pada Kamis (11/9) dan 25/11 dan jumat 26/11.
Kegiatan strategis ini menghadirkan narasumber utama, Dr. H. Arman Husni, Lc, MA, pakar pendidikan Islam sekaligus motivator pendidikan yang sudah banyak melalang buana dalam berbagai iven akademik dan kemasyarakatan. Kehadiran beliau diharapkan mampu memberikan wawasan, motivasi, serta strategi praktis bagi guru agar semakin mantap dalam membina generasi muda.
Tema pelatihan “Mengembalikan Marwah Guru, Menanamkan Karakter Mulia” disusun dengan materi yang dirancang secara sistematis, mencakup rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan dan orientasi, pendalaman landasan konseptual, pembahasan strategi implementasi pendidikan karakter di sekolah, penguatan tentang peran guru dalam pembentukan karakter, penekanan pada adab guru terhadap murid dan ilmu, hingga diakhiri dengan penutup dan komitmen sebagai bentuk keseriusan bersama dalam mengemban amanah pendidikan.
Dalam pemaparannya, Dr. Arman Husni menegaskan bahwa pendidikan karakter bagi murid tidak akan pernah berhasil tanpa keteladanan dari guru. Guru dituntut tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga beretika, beradab, dan menjaga kehormatan diri di hadapan murid.
“Karakter siswa sangat bergantung pada teladan gurunya. Bila guru mampu menunjukkan adab dalam berbicara, etika dalam bersikap, serta integritas dalam menjalankan profesi, maka murid akan belajar dengan hati, bukan hanya dengan pikiran,” tegas beliau.
Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Dasril, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa guru harus menjadi figur yang bisa “digugu dan ditiru”. Menurutnya, prestasi akademik yang telah banyak diraih tidak cukup tanpa diiringi pembentukan karakter. “Guru harus terlebih dahulu berkarakter baik agar cita-cita mencetak generasi emas 2045 benar-benar terwujud, bukan sekadar jargon,” tegasnya.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Fiqih Rahmat, Sy., S.Kom., MM., Chrs, menambahkan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penguatan kompetensi kepribadian dan sosial guru. Ia menegaskan, meskipun kompetensi profesional dan pedagogik guru di Kota Payakumbuh sudah sangat baik, namun keteladanan guru dalam pembelajaran tetap menjadi hal yang utama. Karena itu, kegiatan ini dipandang penting terutama bagi guru SMP serta guru kelas 2 dan 3 yang berperan dalam membangun fondasi karakter peserta didik.
Pelatihan berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi kelompok, menyusun komitmen etika-profesional, hingga mempresentasikan strategi penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Atmosfer kegiatan benar-benar menggugah kesadaran para guru bahwa keberhasilan pendidikan karakter di sekolah tidak bisa dilepaskan dari keteladanan guru sendiri. Seorang guru berwibawa bukan karena jabatan, tetapi karena adab, akhlak, dan integritasnya.
Melalui pelatihan ini, guru SMPN se-Kota Payakumbuh diharapkan semakin siap menjadi figur teladan bagi murid, sekaligus benteng yang melindungi mereka dari arus negatif kenakalan remaja.
Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menaruh harapan besar agar kegiatan ini menjadi tonggak kebangkitan kembali marwah guru, sehingga pendidikan di Payakumbuh tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, beretika, dan beradab.
