Dinas Pendidikan Payakumbuh Luncurkan Aplikasi SPMB DISAKOLA dan Program Sekolah Rujukan Google

Payakumbuh — Dalam upaya memperkuat transformasi digital dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh secara resmi meluncurkan Aplikasi SPMB DISAKOLA (Digitalisasi Sistem Administrasi Kelola Online Sekolah) dan Program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) pada Jumat (16/5/2025), bertempat di Aula Ngalau, Lantai 3 Balai Kota Payakumbuh.

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang modern, transparan, dan inklusif di Kota Payakumbuh. Acara dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, SKM,MPPM., Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Kapolres Payakumbuh, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Dandim 0306/Limapuluh Kota, serta Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh.

Turut mendampingi, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Asisten dan Staf Ahli di lingkungan Sekretariat Daerah, Inspektur Kota Payakumbuh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Kepala Dinas Sosial.

Dari unsur pendidikan dan kewilayahan, turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, pengawas satuan pendidikan, serta camat, lurah, dan kepala SD dan SMP se-Kota Payakumbuh.

Acara ini juga mendapat dukungan dari sektor swasta dan media, ditandai dengan kehadiran pimpinan dan perwakilan Google Wilayah Sumatera Barat, serta Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Payakumbuh.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Elzadaswarman, SKM,MPPM, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang telah mendorong terwujudnya digitalisasi layanan pendidikan di daerah. Ia menegaskan bahwa kehadiran aplikasi SPMB DISAKOLA merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun sumber daya manusia yang andal, sehat, dan kompetitif.

“Aplikasi ini merupakan jawaban atas tantangan pendidikan modern. Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengakses layanan penerimaan murid baru secara daring dari mana saja, termasuk dari rumah,” ujar Wakil Wali Kota.

Aplikasi SPMB DISAKOLA dirancang untuk mempermudah proses pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jenjang SD dan SMP. Sistem ini menggantikan mekanisme konvensional dan menyediakan empat jalur pendaftaran, yakni domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Pengembangan aplikasi ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, Dinas Dukcapil, camat, lurah, serta operator sekolah se-Kota Payakumbuh.

Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya prinsip keadilan dan keterbukaan dalam proses penerimaan siswa baru.

“Kami ingin memastikan bahwa semua anak, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan. Tidak boleh ada lagi anak yang tidak tertampung di sekolah, baik negeri maupun swasta,” tegasnya.

Selain peluncuran aplikasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Sebanyak 25 SD dan SMP di Kota Payakumbuh ditetapkan sebagai sekolah calon rujukan. Salah satu di antaranya, SMPN 4 Payakumbuh, telah menerima sertifikasi resmi dari Google for Education.

“Kami berharap program ini menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah lain untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, berbasis digital, dan memanfaatkan teknologi Google,” imbuh Wakil Wali Kota.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Payakumbuh juga menerima penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, sebagai bentuk apresiasi atas sinergi aktif dalam mendukung pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIB Tanjung Pati.

“Penghargaan ini mencerminkan komitmen kita dalam membangun pendidikan yang inklusif, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di lembaga pemasyarakatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd.M.Pd, dalam laporannya menjelaskan bahwa sistem SPMB ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan akses pendidikan yang adil, efisien, dan adaptif terhadap tantangan era digital.

“Dengan hadirnya DISAKOLA, kami ingin membuka akses pendidikan seluas-luasnya, termasuk bagi siswa yang memiliki keterbatasan geografis atau ekonomi. Ini adalah langkah besar menuju pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Kadisdik.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam pengembangan sistem tersebut. Ia berharap inisiatif ini membawa dampak positif jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kota Payakumbuh.

“Mari kita terus bergerak bersama demi menjadikan Kota Payakumbuh semakin hebat dan unggul di bidang pendidikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *