
Pendidikan pada dasarnya adalah upaya meningkatkan sumber daya manusia agar menjadi manusia yang memiliki karakter dan dapat hidup mandiri. Membangun karakter dan kepribadian melalui pendidikan mutlak diperlukan. Salah satu upaya mewujudkan pendidikan karakter melalui akhlak Mulia, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sejak tahun 2020 membuat terobosan dengan mengusung Program Tahfiz, yang dilaksanakan di sekolah formal (SD dan SMP) dan nonformal (MDA dan TPA). Program Tahfiz dimasud dapat meningkatkan akhlak mulia peserta didik karena terintegrasi dalam pendidikan karakter yakni unsur cinta kepada Allah dan cinta Al-Quran.
Program Tahfiz adalah pembelajaran Tahfiz di sekolah dengan program yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jam pelajaran sekolah. Program Tahfiz dilaksanakan dengan metode khusus dan dibina oleh guru-guru Tahfiz yang berpengalaman. Melalui kegiatan ini diharapkan sekolah dapat melahirkan hafiz, hafizah yang dapat membanggakan orang tua, sekolah, daerah dan bangsa. Disamping itu melalui inovasi ini diharapkan memberikan pengaruh yang cukup significant bagi pendidikan karakter dan akhlak mulia peserta didik.
Pada awalnya program Tahfiz dilaksanakan melalui dua metode yakni Tahfiz percontohan dan Tahfiz reguler, yang dilaksanakan di SD Negeri dan SMP Negeri. Pada awalnya Tahfiz percontohan dilaksanakan melalui program pembelajaran secara khusus di luar jam pelajaran, dimana pada saat itu masih dilakukannya pembatasan pembelajaran tatap muka terkait pandemic covid 19, sehingga strateginya dilakukan sebahagian besar melalui zoom meting dan sebagian kecilnya dilakukan melalui pembelajaran tatap muka dengan pembatasan jumlah peserta didik di luar jam pembelajaran berdasarkan kurikulum. Perbedaan Tahfiz percontohan dan Tahfiz regular adalah pada target capaiannya, dimana untuk Tahfiz percontohan targetnya 2 juz, sedangkan target Tahfiz regular adalah 1 juz. Untuk pelaksanaan Tahfiz percontohan dilaksanakan di 10 SD Negeri dan 10 SMP Negeri. Sedangkan sisanya, di semua SD Negeri yakni 56 SD, dilaksanakan Tahfiz regular.
Pada perkembangannya setelah dilakukan evaluasi ternyata tidak terjadi perbedaan yang signifikan terhadap capaian pelaksanaan program Tahfiz percontohan dan program Tahfiz biasa. Sehingga mulai tahun 2022 program Tahfiz dilaksanakan secara regular di semua satuan pendidikan negeri tingkat Sekolah Dasar dan SMP di Kota Payakumbuh. Program ini sudah berjalan 2 tahun lebih, namun hasil maksimal yang diharapkan belum tercapai.
Kepala Dinas Pendidikan Bapak Dr. Dasril, S.Pd. M.Pd. beliau adalah sosok yang sangat jeli melihat kelemahan, kekurangan yang terjadi dan gigih, ulet, untuk menemukan solusi dalam setiap persoalan yang dihadapi. Apalagi terkait dengan program keagamaan. Beliau mencoba mengajak ketua perguruan tinggi STAIDA Payakumbuh dan Unsur pimpinan dan jajaran dinas Pendidikan untuk duduk bersama membahas masalah ini.
Rapat koordinasi antara Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh, Bapak Dr. Dasril, S.Pd. M.Pd. dengan Ketua STAIDA, Bpk. Dr. Ahmad Deski, S.SI.,M.A. dan wakil ketua III Bapak Muhammad Rizqi,S.Th.,M.A. dilaksanakan di ruang pertemuan Tutwuri Hadayani Dinas Pendidikan pada hari Selasa, tanggal 10 September 2024. Pertemuan dipimpin oleh Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan Bapak Drs. Danil Defo, M.Si. Acara ini juga dihadiri oleh Kabid dikdas Cq.Kasi Kurikulum SD&SMP, Kabid PAUD-PNFI, Kabid PTK CQ. Kasi PTK PAUDNI Subkor Data, Subkor Program & Keuangan, Kasi PNFI, Pengawas SD, dan Pengawas SMP. Hasil dari pertemuan tersebut disepakati untuk menjalin kerjasama dalam bidang Tahfiz Al-Quran antara Dinas Pendidikan dan STAIDA Payakumbuh.
Ketua STAIDA Bapak Deski, mengungkapkan bahwa empat faktor yang menentukan keberhasilan program Tahfiz, diantaranya: target, waktu, guru, dan metode. Satuan pendidikan harus memiliki target yang harus dicapai, baik target tiap bulan, target semester maupun target satu tahun. Hal itu akan menjadi acuan untuk evaluasi pencapaian target. Waktu juga mempengaruhi keberhasilan, pelaksanaan pagi biasanya akan memberi hasil lebih baik dibanding siang hari. Kunci keberhasilan program Tahfiz adalah guru dan metode yang digunakan. Guru yang memiliki kompetensi bagus di bidang Tahfiz, menguasai metode menghafal yang mudah dan cepat tentu akan membuat aktivitas menghafal al-Quran tersebut akan lebih menarik dan menyenangkan.
Berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan Program Tahfiz, maka dibutuhkan langkah langkah tertentu untuk menggairahkan kembali program ini agar memperoleh hasil yang lebih maksimal. STAIDA sebagai Perguruan Tinggi Islam di Payakumbuh yang berkompeten di bidang ini, diharapkan bisa memberikan warna baru ke sekolah dalam pelaksanaan program Tahfiz, dengan harapan program Tahfiz ke depan akan lebih diminati, disenangi serta hafalan peserta didik bisa mencapai target yang ditetapkan sekolah.
Ketua dan Wakil STAIDA, Bapak Deski dan Bapak Risqi sudah berjanji akan melatih guru guru tahfiz dalam waktu dekat untuk meningkatkan kompetensi mereka. Disamping itu, harapan besar kiranya Perguruan Tinggi Islam ini berkenan menurunkan timnya baik dosen maupun mahasiswa ke sekolah untuk, membina, mendampingi serta melihat keterlaksanaan program Tahfiz di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Dr. Dasril, S.Pd.M.Pd menegaskan, agar hasil pertemuan ini segera ditindaklanjuti, dengan mengadakan pertemuan secepatnya dengan guru guru Tahfiz. Siapkan data terkait pelaksanaan Tahfiz di sekolah, tegas Beliau, agar pihak STAIDA sebagai narasumber bisa menyiapkan apa yang dibutuhkan untuk peningkatan program Tahfiz ini. Selanjutnya, Pak Kadis meminta agar disiapkan segala sesuatu terkait dengan MOU dengan STAIDA. Beliau menargetkan tahun 2024 kompetensi guru Tahfiz meningkat dan tahun 2025 kompetensi siswa (Hafiz & hafizah) juga meningkat drastis. Insyaallah.
(write : Irmatati M.Pd Pengawas SMP Kota Payakumbuh)
