
Erupsi gunung Semeru yang memuntahkan lahar tidak hanya berdampak pada kerusakan alam dan lingkungan saja, tetapi pembelajaran dan layanan pendidikan di satuan pendidikan pun ikut terganggu. Dunia Pendidikan juga merasakan dampak yang tak kalah dahsyatnya yakni rusak dan porak-porandanya lembaga pendidikan, wafatnya beberapa pelajar, tertimbun dan tak bisa difungsikan sekolah-sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SLTA seperti yang dialami Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur. Ada beberapa gedung bangunan TK, SD dan SMP yang belum dapat difungsikan sampai saat ini. Berdasarkan data di Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang setidaknya ada 25 Satuan Pendidikan dari jenjang TK sampai dengan SLTP yang terdampak langsung baik rusak sedang, berat dan bahkan tertimbun abu vulkanik sehingga tidak dapat difungsikan untuk proses belajar mengajar.
” Sampai saat ini murid-murid TK, SD dan SMP dibawah binaan Dinas Pendidikan Kabupeten Lumajang masih banyak yang mengikuti PBM (proses belajar mengajar) di tenda-tenda pembelajaran darurat karena dari 25 sekolah terdampak secara fisik belum dapat difungsikan lagi semuanya disamping itu, erupsi lahar gunung Semeru masih berlansung”. Kata Agus Salim, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang yang didampingi Kabid Pendidikan Dasar, Drs. Suryadi, M.Pd. dan Kabid GTK Heriwanto, S.Pd.

Mengetahui kabar duka dari dunia pendidikan di Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur tersebut Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dipimpin Dr.H.Dasril,S.Pd,M.Pd bersama jajaran bergerak mewujudkan rasa empati warga pendidikan Kota Payakumbuh untuk berdonasi mengumpulkan sumbangan dari siswa dan guru dibawah koordinasi kepala sekolah dari awal bulan Desember Tahun 2021. Sampai awal Januari 2022 sudah terkumpul donasi sumbangan untuk membantu PBM di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang sebanyak Rp. 50.000.000 lebih.
Sumbangan yang telah terkumpul tersebut dititipkan kepada tim Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bersama Pengawas dan Kepala Sekolah yang akan berangkat studi tiru progam sekolah penggerak ke kota Denpasar Propinsi Bali untuk singgah dan menyerahkan bantuan dulu ke Kabupaten Lumajang dengan menempuh jalan darat dari Kota Surabaya setelah terbang dari BIM ke Surabaya dengan transit di Bandara Soetta. Rombongan insan pendidikan dari Payakumbuh ini memulai perjalanan darat hari Sabtu pagi pukul 03.30 WIB menuju BIM dan dilanjutkan dengan pesawat ke Surabaya dan sampai di Lumajang hari Minggu, 16 Januari 2022 pukul 09.00 pagi setelah melewati dan sempat istirahat sejenak di Probolinggo. Tentunya rombongan ini membawa bahan bantuan uang tunai dan Randang dari Pemko Payakumbuh sebagai oleh-oleh khas” Payakumbuh City Of Randang” sebanyak 116 kg dan dari Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia ( RAPI ) yang ditipkan oleh pengurus RAPI Teja, Mak Pono, dkk sebanyak 100 kg yang dititip melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs. Rida Ananda, M.Si didampingi Kabag Kesra Irwan Suwandhi S.IP. Disamping itu ada juga titipan dana sumbangan dari Yayasan Insan Seni Luaklimopuluah senilai Rp.4.500.000 yang dititipkan koordinatornya H.Wan Martabak Mesir, Hen Ambo,dkk kepada Dr.Dasril, S.Pd, M.Pd (Kadis Pendidikan Kota Payakumbuh).
Sumbangan yang disalurkan Pemko Payakumbuh melalui tim Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh kepada warga pendidikan Kab.Lumajang melalui Dinas Pendidikan Kab.Lumajang terdiri dari : 1. Dana sumbangan berasal dari murid, guru TK, SD, SMP serta pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sebanyak Rp.50.000.000.-2. Dana sumbangan berasal dari Komunitas Yayasan Insan Seni Luak limopuluah dibawah pimpinan. H.Wan Martabak mesir , Hen Ambo dkk sebanyak Rp. 4.500.000,- 3. Randang dari Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia ( RAPI)/Orari sebanyak 100 kg 4. Randang dari Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh ( Setdako ) sebanyak 116 kg yang dititipkan kepada tim Dinas Pendidikan oleh Wawako Erwin Yunaz, SE, MM didampingi asisten 2 Elzadaswarman M.PPM dan Kadis NAKERIN Dra. Yunida Fatwa M.Si di Sentra Randang sebelum tim berangkat ke Semeru.

Pada hari Minggu, 16 Jan 2021 Bantuan sebagai wujud empati para insan pendidikan kota Payakumbuh diantar langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr.H.Dasril, S.Pd,M.Pd yang didampingi Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Drs. Danil Defo, M.Si. Kabid Pendidikan Dasar Fiqih Rahmat Sy, S.Kom, Kasi PTK Dikdas Nelvia Anendri S.IP, Megawati, S.Pd (petugas pengumpul sumbangan) dan Kevin Tri Putra staf pelaksana yang diterima di aula Dinas Pendidikan Kab.Lumajang sebagai posko penanggulangan pendidikan pasca erupsi Semeru tanggal 4 Desember 2021 lalu. Hadir menerima penyerahan bantuan dari Kota Payakumbuh Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang Agus Salim, M.Pd yang didampingi Kabid Dikdas Drs.Suryadi,M.Pd bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang serta perwakilan kepala TK, SD dan SMP yang terdampak erupsi lahar Gunung Semeru Kab.Lumajang.
Anggota rombongan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh juga ikut berempati datang ke Lumajang dari Payakumbuh adalah sebagai berikut: Syarfionarita S.Pd ( Pengawas SD), Erizal, S.Pd ( Pengawas SD), Erni A, S.Pd. ( Pengawas TK), Ananda Putra S.Pd,M.Pd, ( Kepala SDIT IPHI) sekaligus Koordinator kunjungan, Amperawati,S.Pd ( Kepala SDN 21 Labuh Baru), Yulianti, S.Pd ( Kepala SDN 05 Payakumbuh), Wantri Hardi, S.Pd ( Kepala SDN.50 Payakumbuh), Rosa Yamini S.Pd ( Kepala SDN 49 Payakumbuh), Nikmat Elva S.Pd. M.Pd ( Kepala SDN 47 Payakumbuh), Rini Usnaini, S.Pd ( Kepala SDN 44 Payakumbuh), Refdinel S.Pd.( Kepala SDN 52 Payakumbuh), Rasmiati S.Pd.( Kepala SDN 12 Payakumbuh), Aisyah S.Pd ( Kepala SDN 54 Payakumbuh), Deri Sasmita, S.Pd ( Kepala SDN 40 Payakumbuh), Nurmita S.Pd.( Kepala SDN 41 Payakumbuh) Elides Usni S.Pd. AUD ( Kepala TK IPHI), Rismaini S.Pd. AUD. ( Kepala TK Bhakti Payakumbuh) serta Bayu Priyatno, S.Pd ( Guru SDN 31 Payakumbuh), Arfah, S.PdI. dan Akhirman Tias( Guru SDN 47 Payakumbuh), Nurhalma S.Pd.( Guru SDN 41 Payakumbuh), Nefriwati S.Pd.(Guru SDN 64 Payakumbuh.

Keberangkatan insan Pendidikan Kota Payakumbuh yang berempati terhadap duka pendidikan dampak erupsi Semeru ini, atas biaya pribadi dan izin dari pimpinan daerah yang sekaligus untuk belajar bagaimana kiat penanganan masalah pendidikan yang terdampak bencana alam seperti manajemen belajar mengajar dalam situasi darurat di tenda-tenda pengungsian.
Walikota Payakumbuh H. RIZA Falepi, ST, MT dalam arahannya kepada tim melalui Kepala Dinas Pendidikan agar menyampaikan rasa empati dari warga Payakumbuh untuk warga Kab.Lumajang yang terdampak erupsi gunung Semeru dan menghormati kearifan lokal setempat dan jaga kesehatan serta laksanakan protokol kesehatan dalam berkunjung ke manapun termasuk ke Kab.Lumajang”. Demikian arahan Walikota Payakumbuh dua periode ini dibalik gagang ponselnya.
Semua sumbangan diatas disalurkan lansung melalui arahan Kepala Dinas Pendidikan Kab.Lumajang Agus Salim M.Pd dan tim untuk dimanfaatkan segera warga sekolah TK, SD dan SMP terdampak erupsi Gunung Semeru dalam melaksanakan PBM bagi siswa-siswi dan guru-guru sekolah-sekolah terdampak bencana erupsi Semeru. Penyerahan secara resmi paket bantuan dilansungkan di Kantor Dinas Pendidikan Kab.Lumajang oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh DR. Dasril S.Pd., M.Pd. dan tim. Rombongan insan pendidikan kota Payakumbuh ini selanjutnya meninjau lokasi terdampak erupsi Semeru sebelum bertolak ke Bali untuk studi tiru program Sekolah Penggerak di Pulau Dewata melalui Kota Malang dan Batu. Selanjutnya rombongan ini dipimpin oleh Fiqih Rahmat Sy. S.Kom Kabid Kabid Dikdas dan Drs.Danil Defo M.Si Kabid PTK. Sedangkan Kadisdik Dasril kembali ke Jakarta via Surabaya untuk melanjutkan altifitas tugas kedinasan lainnya. “Selamat beraktifitas pak dan kami lanjutkan lagi perjalanan sampai jumpa lagi di Payakumbuh”, kata Nanda Putra, M.Pd Kepala SD IPHI selaku Koordinator lapangan perjalanan ini.
